Fungsi Menu di Aplikasi e-Nofa Online (www.efaktur.pajak.go.id) Terhadap e-Faktur

Selain aplikasi e-faktur tentunya Pengusaha Kena Pajak tahu mengenai aplikasi e-Nofa Online. Aplikasi e-Nofa Online berkaitan erat dengan aplikasi e-faktur karena sebagian menu di aplikasi e-Nofa Online terintegrasi dengan e-faktur. Bagi yang belum tahu mengenai aplikasi e-Nofa Online sekarang harus tahu. Jika terjadi suatu hal atau permasalahan terhadap aplikasi e-faktur dapat diselesaikan di aplikasi e-Nofa Online. 

  1. Home
    Menu home merupakan menu utama ketika berhasil login di Aplikasi e-Nofa Online. Di dalam home terdapat beberapa penjelasan terkait aplikasi e-Nofa Online seperti hak dan kewajiban PKP, Peraturan mengenai Permintaan Nomor Faktur, Petunjuk menu, dan informasi update aplikasi.
  2. Profile User
    Di menu profile user ini terdapat identitas lengkap PKP. Yang perlu digaris bawahi terkait informasi di menu profile user adalah Kode Aktivasi (jika lupa dapat dilihat disini dan saat kode aktivasi gantipun dapat dilihat disini), ada juga kode aktivasi eFaktur dekstop yang merupakan kode aktivasi terbaru yang digunakan saat ini, status aplikasi eFaktur dekstop, dan Nama Account Representative (AR) karena jika mengalami kesulitan berkaitan hak dan kewajiban perpajakan bisa konsultasi langsung ke AR di Kantor Pelayanan Pajak terdaftar
  3. Administrasi Cabang
    Digunakan Pengusaha Kena Pajak (PKP) untuk merekam dan memohon Sertifikat Elektronik Perusahaan Cabang yang akan menggunakan Aplikasi Faktur Pajak Elektronik. Di dalam menu administrasi cabang Pengusaha Kena Pajak dapat menambahkan data Perusahaan Cabang yang akan menerbitkan Faktur Pajak menggunakan Aplikasi e-faktur (sudah terdapat formnya). Tinggal ikuti petunjuk di dalamnya.
  4. Permintaan NSFP
    Merupakan menu untuk meminta Nomor Seri Faktur Pajak secara online. Sesuai dengan Pasal 9 ayat (2) huruf b Peraturan Dirjen Pajak nomor PER-17/PJ/2014 mulai tanggal 1 Juli 2014 PKP yang memenuhi persyaratan dapat melakukan permohonan Nomor Seri Faktur Pajak secara mandiri (online) melalui aplikasi e-Nofa Online dengan syarat sudah memiliki Sertifikat Elektronik. 
    baca : Cara Melakukan Permintaan NSFP Online
  5. Riwayat Permintaan NSFP
    Jika lupa terhadap permohonan NSFP baik yang telah dilakukan secara langsung ke Kantor Pelayanan Pajak atau online dapat dilihat sekaligus dicetak di menu ini. Jadi, semua riwayat permintaan Nomor Seri Faktur yang pernah diajukan ada di menu ini datanya.
  6. Pengecekan NSFP
    Menu ini merupakan fitur yang tak kalah pentingnya. Fitur pengecekan NSFP ini berfungsi untuk validasi faktur pajak yang diterbitkan. Ketika mendapat faktur pajak dan ketika rekam di aplikasi e-faktur ternyata ditemukan kejanggalan dapat dilakukan pengecekan di menu ini. Tinggal masukkan NPWP Penerbit Faktur, Nomor Seri Fakturnya serta tanggal fakturnya.
  7. Download Sertifikat Digital
    Berfungsi jika PKP kehilangan sertifikat elektronik dapat didownload atau diunduh di menu ini. Tinggal klik unduh
  8. Reset Aplikasi Client
    Menu di berfungsi untuk melakukan reset aplikasi client e-faktur.
    baca : Cara Reset Aplikasi e-Faktur
Demikian pembahasan berkaitan menu di aplikasi e-Nofa Online. Semoga bermanfaat.

Error ETAX-20021 (Format Faktur Salah Flag Salah) Saat Import Database e-faktur

Karena aplikasi e-faktur rusak atau hilang tentunya Pengusaha Kena Pajak mengajukan database ke Kantor Pelayanan Pajak. Pada saat melakukan import database ke dalam aplikasi e-faktur yang didapat dari Kantor Pelayanan Pajak muncul notifikasi error di dialog import. Ingat database e-faktur yang didapat dalam bentuk WinRAR ZIP. Pesan error 
ETAX-20021 : Format Faktur Salah Flag Salah, Untuk faktur -> FK

baca : Solusi Error ETAX-20017 dan Error ETAX-20003 Saat Import Database di e-Faktur

Solusi error ETAX-20021

  1. Cek Penyebab muncul error di Tabel Kode Error ETAX-XXXXX
  2. Download aplikasi e-faktur versi 46 (Versi Terbaru) yang masih fresh di (Jika sudah punya aplikasi e-faktur yang belum digunakan (fresh) bisa digunakan)

    Download Aplikasi e-Faktur 32 bit 
    Download Aplikasi e-Faktur 64 bit
  3. Setelah download aplikasi e-faktur yang sesuai sistem operasi komputer atau laptop (32bit/64bit), lakukan ekstrak di lokasi file yang sudah disiapkan.
  4. Folder backup dan db aplikasi e-faktur lama dicopy kemudian pastekan ke aplikasi e-faktur yang barusan didownload sehingga menjadi satu kesatuan.
  5. Buka aplikasi e-faktur, klik EtaxInvoice.exe 
  6. Setelah login dan masuk ke dalam aplikasi e-faktur yang harus dilakukan adalah melakukan patch ulang sertifikat elektronik. Masuk di menu Referensi-Administrasi sertifikat-impor sertifikat dan nanti akan diminta untuk memasukkan passphrase. Untuk sertifikat digital usahakan download baru di Website Enofa.
  7. Pastikan cara diatas sudah dilakukan dengan benar, kemudian cobalah melakukan import kembali datanya.
Semoga bermanfaat

eSPT PPh 21 Error Saat Membuat CSV

Saat membuat file CSV untuk melakukan pelaporan  SPT Masa PPh pasal 21 di aplikasi eSPT PPh 21, ada yang menemui error. Error tersebut mengakibatkan file CSV tidak terbentuk. Pesan error berbunyi 
"Retrieving the COM class factory for component with CLSID {A440BD76-CFE1-4D46-AB1F-15F238437A3D} failed fue to the following error 80040154 Class not Registered”

Kode error tersebut terkait dengan hilangnya entri registry untuk : capicom.dll. File ini diperlukan oleh komponen Microsoft dan digunakan untuk akses database eSPT PPh 21. Sudah tahu penyebab errornya.

SOLUSI ERROR

  1. Pertama cek Komputer/Laptop, menggunakan windows 32 bit atau windows 64 bit, karena caranya akan berbeda nantinya.
  2. Masuk ke Command Prompt. Caranya pada kolom Search programs and files ketik CMD kemudian tekan tombol ENTER, lalu muncul jendela Command Prompt atau tekan tombol CTRL + R ketik CMD enter/OK
  3. Untuk Windows 32 bit pada jendela command prompt ketik  cd C:\Program Files\DJP\e-SPT Masa 21-26 2014\dll lalu tekan Enter.
  4. Untuk Windows 32 bit pada jendela command prompt ketik cd C:\Program Files(x86)\DJP\e-SPT Masa 21-26 2014\dll lalu tekan enter
  5. Setelah itu, ketik regsvr32 capicom.dll kemudian tekan  ENTER
  6. Jika berhasil akan muncul notifikasi  DllRegisterServer in capicom.dll succeeded. yang menandakan anda telah sukses melakukan register untuk capicom.dll
  7. Coba untuk membuat CSV kembali
  8. Jika cara diatas tidak berhasil anda lakukan cobalah untuk melakukan instal ulang aplikasi eSPT PPh 21.
Semoga bermanfaat

Lupa Passphrase Sertifikat Elektronik e-Faktur. Ini Solusinya

Passphrase dalam penggunaan e-faktur menurut saya sangatlah vital. Kenapa saya katakan sangat vital? Karena passphrase merupakan kata sandi untuk penggunaan Sertifikat Elektronik. Jadi passphrase melekat dalam sertifikat elektronik yang anda miliki saat ini. Penting? sangatlah penting saya katakan sekali lagi. Saat anda memindahkan aplikasi e-faktur terkadang aplikasi e-faktur meminta patch ulang sertifikat elektronik. Jika anda lupa passphrase saat aplikasi e-faktur meminta untuk patch ulang, hal yang akan anda alami adalah tidak dapat melakukan start uploader yang mengakibatkan anda tidak dapat upload faktur pajak. Yang menjadi banyak pertanyaan di Wajib Pajak adalah, Bagaimana solusinya untuk lupa passphrase?
Baca juga : Cara Memindahkan Aplikasi e-Faktur ke PC lain

Solusinya adalah

Apabila PKP lupa passphrase atas sertifikat elektronik yang dimiliki, maka PKP dapat melakukan pencabutan Sertifikat Elektronik (revoke) harus di Kantor Pelayanan Pajak tempat PKP dikukuhkan dan mengajukan Sertifikat Elektronik yang baru sesuai tata cara sebagaimana anda mengajukan sertifikat elektronik pertama kali. Lama waktu proses pencabutannya adalah sesuai syarat kelengkapan yang anda bawa saat pengajuan pencabutan, aturannya pada hari kerja yang sama setelah berkas permintaan diterima secara lengkap dan memenuhi persyaratan.

Syarat Pencabutan Sertifikat Elektronik 

  1. PKP langsung menyampaikan permohonan pencabutan melalui KPP tempat PKP dikukuhkan
  2. Permintaan Pencabutan Sertifikat Elektronik dapat dilakukan Pengurus PKP melalui surat permintaan pencabutan Sertifikat Elektronik dan dokumen persyaratan yang telah ditentukan dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor PER-28/PJ/2015 (lihat gembar)
  3. Dalam hal dokumen persyaratan sudah lengkap, Surat Permintaan Pencabutan Sertifikat Elektronik ditandatangani dan disampaikan oleh pengurus PKP yang bersangkutan secara langsung ke KPP tempat PKP dikukuhkan dan tidak diperkenankan untuk dikuasakan ke pihak lain
  4. Download lampiran PER 28/PJ/2015 untuk melihat format surat permohonan pencabutan beserta kelengkapan yang harus dipenuhi.
  5. Jika permohonan pencabutan Sertifikat Elektronik telah disetujui oleh DJP, PKP menerima pemberitahuan dari DJP terkait permohonan pencabutan dikirim melalui alamat email yang tercantum dalam surat permohonan pencabutan Sertifikat Elektronik.
  6. Sertifikat elektronik yang telah dicabut oleh DJP tidak dapat digunakan lagi dan harus mengajukan permohonan sertifikat elektronik kembali sesuai Peraturan Direktur Jenderal Pajak PER-28/PJ/2015.
Demikian solusi terkait permasalah lupa passphrase, jika anda masih dapat datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak terdekat untuk menanyakan kepastian pencabutan sertifikat. Semoga bermanfaat. Jangan lupa selalu arsipan password yang anda dapatkan.

Cara Aktivasi EFIN untuk DJP Online (e-Filling dan e-Billing)

Wajib Pajak sekarang dapat melakukan Transaksi Elektronik dengan Direktorat Jenderal Pajak melalui Layanan Pajak Online untuk melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Bagi Wajib Pajak yang akan melakukan laporan SPT Tahunan secara online atau e-filling dan mau bayar pajak melalui e-billing Cara Daftar e-Billing dan Bayar Mudah Dengan Kode Billing pasti ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat menggunakan fasilitas online tersebut. Salah satu yang utama anda sebagai wajib pajak syaratnya adalah harus aktivasi EFIN terlebih dahulu. Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-03/PJ/2015
"e-FIN (Electronic Filing Identification Number) adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh KPP bagi WP yang mengajukan permohonan untuk menggunakan e-Filing"
Dari keterangan tersebut kita tahu EFIN digunakan untuk e-Filling. Tetapi sekarang ini EFIN bisa digunakan untuk e-Billing melalui website DJP yaitu DJP ONLINE. e-Filling dan e-Billing terintegrasi dalam satu website yaitu DJP ONLINE. EFIN dalam hal ini sebagai alat autentikasi pengguna selain username dan password yang dapat digunakan dalam Layanan Pajak Online serta untuk menjamin keamanan Transaksi Elektronik. Banyak tu sekarang orang jahil tertama terkait data perpajakan. 

SYARAT DAN KETENTUAN AKTIVASI EFIN
  1. Mengajukan permohonan aktivasi e-FIN secara langsung ke Kantor Pelayanan Pajak terdekat atau tempat lain sebagai perwakilan Kantor Pelayanan Pajak (Misal mobil pajak, pojok pajak, lokasi pemberi kerja) yang dapat digunakan untuk menerima pendaftaran atau aktivasi EFIN.
  2. Mengisi Formulir permohonan aktivasi EFIN. Download Formulir yang sudah disediakan oleh Drektorat Jenderal Pajak
  3. Melampirkan kartu identitas asli diri Wajib Pajak atau kuasanya untuk ditunjukkan kepada petugas pajak (KTP dalam hal WP merupakan WNI atau Paspor dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dalam hal WP merupakan WNA)
  4. Fotokopi identitas diri dan fotokopi NPWP atau Surat Keterangan Terdaftar (Wajib pajak baru yang belum memperoleh NPWP)
  5. Apabila permohonan disampaikan oleh Wajib Pajak Kuasa atau dikuasakan harus membawa surat kuasa khusus bermaterai dan fotokopi identitas diri WP sebagai lampiran formulir permohonan e-FIN.
  6. Menyampaikan alamat e-mail aktif yang digunakan sebagai sarana komunikasi dalam rangka pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan
Kantor Pelayanan Pajak atau perwakilan kantor pajak yang ditunjuk untuk melakukan aktivasi EFIN menerbitkan dan melakukan aktivasi EFIN paling lama 1 (satu) hari kerja sejak permohonan diterima dengan lengkap dan benar. Jadi ketika Wajib pajak datang dengan permohonan lengkap langsung dilakukan aktivasi saat itu juga. Mudah bukan? Semoga bermanfaat.

Kurs Rupiah Hari Ini (26 Oktober 2016 s/d 01 November 2016). KMK Nomor 45/KM.10/2016

Berikut adalah Nilai Kurs yang berlaku untuk tanggal 26 Oktober 2016 sampai dengan 01 November 2016. Nilai Kurs ini berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 45/KM.10/2016 yang ditetapkan pada tanggal 25 Oktober 2016. Nilai Kurs berikut adalah sebagai Dasar Pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan.



KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR 45/KM.10/2016

T E N T A N G

NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN
NILAI BARANG DAN JASA DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH,
BEA KELUAR, DAN PAJAK PENGHASILAN YANG BERLAKU UNTUK
TANGGAL 26 OKTOBER 2016 SAMPAI DENGAN 1 NOVEMBER 2016

MENTERI KEUANGAN
Menimbang
:
a.
bahwa untuk keperluan pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan atas Pemasukan Barang, Utang Pajak yang berhubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Bea Keluar, dan Penghasilan yang diterima atau diperoleh berupa uang asing, harus terlebih dahulu dinilai ke dalam uang Rupiah;


b.
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Menteri Keuangan tentang Nilai Kurs sebagai Dasar Pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan yang berlaku untuk tanggal 26 Oktober 2016 sampai dengan 1 November 2016;




Mengingat
:
1.
Undang-undang Nomor 7 TAHUN 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 36 TAHUN 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 133);


2.
Undang-undang Nomor 8 TAHUN 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 42 TAHUN 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor  150);


3.
Undang-undang Nomor 10 TAHUN 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 17 TAHUN 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661);


4.
Undang-undang Nomor 11 TAHUN 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 39 TAHUN 2007 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 105, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4755);


5.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.01/2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan;


6.
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 347/KMK.01/2008 tentang Pelimpahan Wewenang Kepada Pejabat Eselon I Di Lingkungan Kementerian Keuangan Untuk dan Atas Nama Menteri Keuangan Menandatangani Surat dan atau Keputusan Menteri Keuangan;



Memperhatikan
:
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 304/KMK.01/2015.

MEMUTUSKAN:
Menetapkan
:
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH, BEA KELUAR, DAN PAJAK PENGHASILAN YANG BERLAKU UNTUK TANGGAL 26 OKTOBER 2016 SAMPAI DENGAN 1 NOVEMBER 2016.
PERTAMA
:
Menetapkan Nilai Kurs sebagai Dasar Pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan yang berlaku untuk tanggal 26 Oktober 2016 sampai dengan 1 November 2016, ditetapkan sebagai berikut:





1.
Rp. 13.019,00
untuk dolar Amerika Serikat (USD)
1,00
2.
Rp. 9.964,48
untuk dolar Australia (AUD)
1,00
3.
Rp. 9,848.40
untuk dolar Canada (CAD)
1,00
4.
Rp. 1,913.62
untuk kroner Denmark (DKK)
1,00
5.
Rp. 1,678.12
untuk dolar Hongkong (HKD)
1,00
6.
Rp. 3,113.27
untuk ringgit Malaysia (MYR)
1,00
7.
Rp. 9,364.05
untuk dolar Selandia Baru (NZD)
1,00
8.
Rp. 1,588.80
untuk kroner Norwegia (NOK)
1,00
9.
Rp. 15,964.42
untuk poundsterling Inggris (GBP)
1,00
10.
Rp. 9,367.00
untuk dolar Singapura (SGD)
1,00
11.
Rp. 1,467.97
untuk kroner Swedia (SEK)
1,00
12.
Rp. 13,131.40
untuk franc Swiss (CHF)
1,00
13.
Rp. 12,548.19
untuk yen Jepang (JPY)
100,00
14.
Rp. 10.18
untuk kyat Myanmar (MMK)
1,00
15.
Rp. 194.93
untuk rupee India (INR)
1,00
16.
Rp. 42,983.74
untuk dinar Kuwait (KWD)
1,00
17.
Rp. 124.29
untuk rupee Pakistan (PKR)
1,00
18.
Rp. 270.40
untuk peso Philipina (PHP)
1,00
19.
Rp. 3,471.20
untuk riyal Saudi Arabia (SAR)
1,00
20.
Rp. 88.44
untuk rupee Sri Lanka (LKR)
1,00
21.
Rp. 371.95
untuk baht Thailand (THB)
1,00
22.
Rp. 9,368.07
untuk dollar Brunei Darussalam (BND)
1,00
23.
Rp. 14,236.80
untuk Euro (EUR)
1,00
24.
Rp. 1,927.30
untuk Renminbi Tiongkok (CNY)
1,00
25.
Rp. 11.53
untuk Won Korea (KRW)
1,00



KEDUA
:
Dalam hal kurs valuta asing lainnya tidak tercantum dalam diktum PERTAMA, maka nilai kurs yang digunakan sebagai dasar pelunasan adalah kurs spot harian valuta asing yang bersangkutan di pasar internasional terhadap dolar Amerika Serikat yang berlaku pada penutupan hari kerja sebelumnya dan dikalikan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan ini.
KETIGA
:
Keputusan Menteri Keuangan ini berlaku untuk tanggal 26 Oktober 2016 sampai dengan 1 November 2016.










Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 25 Oktober 2016






a.n.
Plt.
MENTERI KEUANGAN
KEPALA BADAN KEBIJAKAN FISKAL,

                 ttd.

SUAHASIL NAZARA
NIP 19701123 199903 1 006

Solusi Error ETAX-20017 dan Error ETAX-20003 Saat Import Database di e-Faktur

Menindaklanjuti postingan saya sebelumnya yang berkaitan dengan import database yang diperoleh dari Kantor Pajak sehubungan permohonan database Muncul error ETAX-60001 saat impor database. Pembahasan kali ini berkaitan tentang prosesnya database saat diimport ke aplikasi e-faktur. Apabila sudah mendapatkan database dalam bentuk atau format winRAR ZIP dan sudah dijelaskan pada artikel Muncul error ETAX-60001 saat impor database bahwa winRAR ZIP tersebut langsung diimporkan tanpa diekstrak dahulu. Jadi langsung masuk menu Faktur - Pajak Keluaran - Import - open file dan cari lokasi dimana data disimpan dan klik proses import. Tunggu sampai proses selesai dan lihat keterangannya, jika berhasil pasti ada notifikasinya dan ketika gagal ada notifikasi dan penjelasannya sekaligus. Seperti gambar dibawah ini


Dari keterangan tersebut dapat kita lihat prosesnya ada yang berwarna merah yang menandakan ada error dibagian tertentu (dapat kita lihat berdasarkan nomor fakturnya) dan yang berwarna putih sudah sukses diimporkan ke dalam aplikasi e-faktur. Ternyata ada dua kode error dalam keterangan tersebut yaitu ETAX-20017 Nomor Faktur tidak termasuk dalam range Referensi Nomor Faktur dan ETAX-20003 Nomor Faktur Tidak Ditemukan. Lihat Tabel Kode Error ETAX-XXXXX pada e-faktur

Error ETAX-20017 dan error ETAX-20003
Setelah melihat Tabel kode error kita tau penyebabnya bahwa untuk error ETAX-20017 adalah merekam atau mengimpor faktur keluaran dengan nomor yang tidak ada dalam range di referensi nomor faktur sedangkan error ETAX-20003 adalah meretur faktur eTax yang belum terapprove dan merekam/impor dokumen lain pengganti untuk dokumen lain yang belum pernah diinput ke database lokal. Penyebabya sudah tau, sudah tau solusinya? 

Yang perlu anda lakukan dari permasalahan diatas sangat simple yaitu inputlah semua range nomor seri faktur pajak yang sudah anda inputkan sebelumnya atau sudah anda gunakan. Inputnya di menu Referensi-Referensi Nomor Faktur- Rekam Range Nomor Faktur dan rekamlah seluruh range nomor faktur pajak sejak anda menggunakan aplikasi e-faktur. Jika anda lupa dan tidak mengarsipkannya, anda bisa lihat dengan login di Website Enofa


Jika sudah dapat nomor seri faktur pajak dan dinputkan ke dalam aplikasi e-faktur maka telah selesai permasalahan ini. Tinggal coba import kembali datanya. Mudah bukan? Cara di atas jika dilakukan dengan cermat dan kehati-hatian pasti akan berhasil. Semoga berhasil

Muncul (Error ETAX-60001 Tidak Dapat Melakukan Import Data) Saat Import Database e-Faktur dari Kantor Pajak

Sebelum saya masuk pembahasan mengenai munculnya error ETAX-60001 saya akan membahas kenapa bisa muncul error ETAX-60001. Mungkin saat ini anda akan melakukan import database e-faktur yang anda dapatkan dari kantor pelayanan pajak. Anda mendapat database e-faktur karena aplikasi e-faktur sebelumnya mengalami permasalahan atau kerusahan yang mengakibatkan anda mengajukan permohonan database ke Kantor Pelayanan Pajak. Setelah anda mendapat database dan mengecek isinya ternyata dalam bentuk winRAR ZIP Archive. 


Saat anda mencoba membuka database beformat winRAR ZIP yang anda peroleh dari Kantor Pelayanan Pajak ternyata dipassword. Anda pasti bingung kan? Ternyata memang database tersebut tidak perlu dibuka atau anda ekstrak seperti kebanyakan file format Winrar ZIP. Data tersebut langsung saja anda importkan ke dalam aplikasi e-faktur. Tentunya anda tau caranya mengimport data tersebut sehingga di aplikasi e-faktur muncul error error ETAX-60001. Setelah melakukan import anda malah tambah bingung kok muncul error.


Sudah saya jelaskan proses kenapa dapat muncul error ETAX-60001 langsung lanjut ke permasalahan. Dari permasalahan munculnya error ETAX-60001 dengan keterangan tidak dapat melakukan import data, yang pertama kali kita lakukan adalah mengecek penyebab dari kode ETAX-60001 di TABEL KODE ERROR-ETAX XXXXX. Jika tidak ada dalam daftar berarti anda disuruh untuk menganalisa dan mencari solusinya. Tenang, solusinya adalah patch ulang sertifikat elektronik anda ke dalam aplikasi e-faktur. Caranya masuk menu Referensi-Administrasi Sertifikat. Cari lokasi sertifikat elektronik dan masukkan passphrase yang telah dimiliki. Setelah sukses, cobalah import database kembali. Semoga berhasil.

Lupa Password dan Username e-Faktur

Di kalangan PKP yang menggunakan aplikasi efaktur mungkin permasalahan lupa password atau username efaktur menduduki peringkat atas. Wajar apabila lupa password atau username, di jaman modern ini banyak yang menggunakan berbagai password untuk aktivitas baik media sosial, perbankan, dan kegiatan administrasi lain. Nah, ini untuk kegiatan perpajakan. Lupa password jadi tidak dapat membuat atau nerbitin faktur pajak. Disamping itu anda tidak dapat membuat laporan SPT Masa PPN 1111. Bingung sudah. Tenang, saya akan jelaskan solusi untuk lupa password atau username efaktur. 
Sebenarnya ada fasilitas terbaru di aplikasi efaktur bagi anda yang mengalami lupa password atau username. Sebelum anda login ke aplikasi efaktur, perhatikan dibawah dialog box ada Lupa Password. Klik Lupa Password kemudian akan muncul dialog box yang berisikan kebijakan dan ketentuan dari Direktorat Jenderal Pajak terkait reset password yang akan lakukan. Beri tanda [ V ] jika anda setuju dengan ketentuan reset password, pada field serial number isikan Kode Aktivasi yang sudah anda miliki. Apabila anda lupa kode aktivasinya bisa lihat di website enofa lihat di profil, ada data/profil PKP anda. Klik reset. 

Selanjutnya akan muncul dialog yang harus anda isikan captcha dan password enofa online, seperti gambar dibawah ini


Setelah masukkan captcha dan password secara benar serta klik submit, maka akan muncul notifikasi dialog box yang menandakan reset password sukses. Klik OK  dan aplikasi efaktur akan tertutup. Tahapan selanjutkan adalah anda harus reset client aplikasi efaktur di website enofa dan caranya sudah saya bahas di Cara reset e-faktur. Ikuti petunjuknya hingga status di profil di website enofa anda belum teregistrasi. Setelah reset sukses mulailah buka aplikasi efaktur, anda diminta registrasi kembali. Isikan data dengan benar dan hati-hati hingga user admin utama berhasil anda daftarkan.

JIKA APLIKASI E-FAKTUR BELUM ADA DATA

Tetapi dalam pembahasan kali ini saya tidak terfokus untuk menggunakan fasilitas tersebut. Alasan saya adalah jika anda menggunakan fasilitas tersebut maka sama halnya anda akan melakukan reset aplikasi client. Untuk kali ini jika aplikasi efaktur anda belum ada data yang diinputkan dan anda sudah lupa password langsung saja menuju reset client aplikasi efaktur seperti yang sudah saya jelaskan pada artikel CARA RESET APLIKASI E-FAKTUR. Ikuti petunjuk dari pembahasan tersebut. Artinya setelah itu anda harus registrasi aplikasi efaktur kembali dengan downoad aplikasi efaktur terbaru, seperti awal anda menggunakannya. Cara Registrasi e-Faktur

Demikian, semoga bermanfaat

Solusi Error ETAX-30029 (Nomor Faktur Tidak Benar) Pada e-Faktur

Pada kali ini saya akan membahas error ETAX-30029 (Nomor Faktur Tidak Benar) pada efaktur. Error ini muncul secara pastinya ketika anda akan membuat atau merekam Faktur Pajak baru. Waktu anda akan rekam faktur dan lanjutkan ternyata muncul error ETAX-30029. Tentunya anda bingung, anda perlu tenang dan saya akan berikan solusinya. Coba pertama anda lihat pada daftar etax Error-XXXXX yang sudah saya posting sebelumnya Tabel Kode Error ETAX. Dalam tabel tersebut anda periksa penyebabnya, yaitu nomor faktur yang diinput tidak sesuai dengan tanggal faktur, merekam/impor dokumen lain pengganti untuk dokumen lain yang belum direkam di aplikasi. Sedikit mengerti kan masalahnya dimana. Masih bingung? lanjut solusinya


Periksa Nomor Seri Faktur Pajak anda di menu Referensi-Referensi Nomor Faktur. Apakah sudah terinput nomor seri faktur yang baru? kalau belum, rekamlah nomor seri faktur anda yang baru. Kalau belum juga Ajukan Permohonan Nomor Faktur Online. Jika sudah merekam Nomor Seri Faktur Pajak mulailah anda merekam Faktur Pajak kembali.


Jika cara diatas masih belum bisa, coba lihat nomor faktur anda di field nomor seri faktur pada saat anda merekam faktur, apakah sudah mulai dari awal (Nomor Seri Faktur Pajak yang baru) atau masih tetap yang lama? Apabila masih tetap yang lama anda kurang satu langkah lagi yaitu mengupdate nomor seri faktur pajak di referensi. Masuk menu Referensi-Referensi Nomor Faktur. Hapus range faktur yang lama, tujuannya adalah agar nomor seri faktur pajak yang baru anda inputkan terupdate.


Setelah anda lakukan cara yang kedua atau terakhir, coba kembali untuk merekam Faktur Pajak. Apabila cara diatas anda lakukan secara berurutan maka akan berhasil. Semoga bermanfaat.

PPh Pasal 15 (Pajak Penghasilan PPh Pasal 15)

Yang menjadi objek dari PPh pasal 15 adalah

  1. Charter Penerbangan Dalam Negeri
    Semua imbalan atau nilai pengganti berupa uang atau nilai uang yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak berdasarkan perjanjian charter dari pengangkutan orang dan/atau barang yang dimuat dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain di Indonesia dan/atau dari pelabuhan di Indonesia ke pelabuhan di luar negeri (Pasal 1 huruf b KMK-475/KMK.04/1996)

  2. Perusahaan Pelayaran Dalam Negeri
    Wajib Pajak perusahaan pelayaran dalam negeri dikenakan PPh atas seluruh penghasilan yang diterima atau diperolehnya baik dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. Oleh karena itu penghasilan yang menjadi Objek pengenaan PPh meliputi Penghasilan yang diterima atau diperoleh WP dari pengangkutan orang dan/atau barang termasuk penyewaan kapal dari Pelabuhan di Indonesia ke pelabuhan lain di Indonesia, Pelabuhan di Indonesia ke luar Pelabuhan Indonesia, Pelabuhan di luar Indonesia ke pelabuhan di Indonesia, dan Pelabuhan di luar Indonesia ke pelabuhan lain di luar Indonesia

  3. Perusahaan Pelayaran dan Penerbangan Luar Negeri
    Objek PPhnya adalah Semua nilai pengganti atau imbalan berupa uang atau nilai uang dari pengangkutan orang dan/atau barang yang dimuat dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lain di Indonesia dan/atau dari pelabuhan di Indonesia ke pelabuhan di luar negeri. (Pasal 1 KMK-417/KMK.04/1996). Dengan demikian yang tidak termasuk penggantian atau imbalan yang diterima atau diperoleh perusahaan pelayaran dan/atau penerbangan luar negeri tersebut  adalah yang dari pengangkutan orang dan/atau barang dari pelabuhan di luar negeri ke pelabuhan di Indonesia

  4. Wajib Pajak Luar Negeri yang mempunyai kantor perwakilan dagang di Indonesia
    Objek pajaknya adalah nilai ekspor bruto yaitu semua nilai pengganti atau imbalan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak luar negeri yang mempunyai kantor perwakilan dagang di Indonesia dari penyerahan barang kepada orang pribadi atau badan yang berada atau bertempat kedudukan di Indonesia. (Pasal 1 KMK-634/KMK.04/1994)

  5. WP yang melakukan kegiatan usaha jasa maklon (Contract Manufacturing) Internasional di bidang produksi mainan anak-anak
    Yang menjadi objek pemotongan adalah jumlah seluruh biaya pembuatan atau perakitan barang tidak termasuk biaya pemakaian bahan baku (direct materials)
 No
 Uraian
 Tarif x DPP
 Penyetoran & Pelaporan
1
Charter Penerbangan Dalam Negeri
1,8% x Peredaran Bruto yang diterima berdasarkan perjanjian charter.
TIDAK FINAL
·  Disetor oleh pemotong paling lambat tgl 10 bulan berikutnya.
·  Setor dengan KAP: 411129/KJS: 101
·  Dilaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 15, dilaporkan paling lambat tgl 20 bulan berikutnya.
2
Perusahaan Pelayaran Dalam Negeri
1,2% x Peredaran bruto
FINAL
·  Disetor oleh pemotong paling lambat tgl 10 bulan berikutnya.
·  Disetor sendiri paling lambat tgl 15 bulan berikutnya
·  Setor dengan KAP: 411128, KJS: 410 Dilaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 15, dilaporkan paling lambat tgl 20 bulan berikutnya.
3
Perusahaan Pelayaran dan Penerbangan Luar Negeri
2,64% x Peredaran Bruto
FINAL
·  Disetor oleh pemotong paling lambat tgl 10 bulan berikutnya.
·  Disetor sendiri paling lambat tgl 15 bulan berikutnya
·  Setor dengan KAP: 411128, KJS: 411
·  Dilaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 15, dilaporkan paling lambat tgl 20 bulan berikutnya.
4
Wajib Pajak Luar Negeri yang mempunyai kantor perwakilan dagang di Indonesia
·  KMK 634/KMK.04/1994, berlaku mulai 1 Januari 1995
·  KEP 667/PJ/2001, berlaku mulai 29 Oktober 2001
·  Untuk negara yang tidak ada P3B dengan Indonesia:
0,44% x nilai ekspor bruto
Penghasilan neto= 1% x nilai ekspor bruto
·  Untuk negara yang mempunyai P3B dengan Indonesia:
disesuaikan dengan tarif P3B
FINAL
    
·  Disetor sendiri paling lambat tgl 15 bulan berikutnya setelah bulan diterima penghasilan.
·  Disetor dengan KAP: 411128, KJS: 413
·  Dilaporkan paling lambat tgl 20 bulan berikutnya dengan menggunakan Formulir dalam Lampiran I KEP 667/PJ./2001 dan dilampiri SSP lembar ke-3.
5
WP yang melakukan kegiatan usaha jasa maklon (Contract Manufacturing) Internasional di bidang produksi mainan anak-anak.
·  7% x tarif tertinggi Pasal 17 ayat (1) huruf b UU PPh x total biaya pembuatan atau perakitan barang tidak termasuk biaya pemakaian bahan baku (direct materials).
·  7% x 30% x total biaya pembuatan atau perakitan barang tidak termasuk biaya pemakaian bahan baku (direct materials).
FINAL
berlaku sejak 1 Januari 2003
·  Disetor dengan menggunakan SSP PPh Final paling lambat tgl 15 bulan berikutnya
·  KAP: 411128, KJS: 499
·  Dilaporkan paling lambat tgl 20 bulan berikutnya. Tetapi tidak ada formulir khusus utk pelaporannya.