Tidak Bisa Cetak eSPT Tahunan PPh Badan 1771 | Error 2018 : Page Margins are too large

eSPT Tahunan PPh Badan 1771 error tidak bisa cetak
eSPT Tahunan PPh Badan 1771 error tidak bisa cetak

Mungkin banyak wajib pajak yang mengalami permasalahan yang sama terkait aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan 1771. Karena berbasis aplikasi tentunya banyak yang mengalami error baik dari system aplikasi maupun human error. Maka dari itu, perlu kita maklumi dan tidak juga tinggal diam saja. Sebisa mungkin dapat memberikan solusi terkait error eSPT Tahunan PPh Badan 1771.

Error yang akan dibahas adalah error tidak bisa cetak eSPT Tahunan PPh Badan 1771. Setelah selesai melakukan input data di eSPT Tahunan PPh Badan 1771, diwajibkan membawa softcopy maupun harcopy atau hasil cetakan aplikasi eSPT.

Pada saat akan mencetak SPT Tahunan PPh Badan 1771 di menu SPT Tools - menu Cetakan kemudian pilih tahun pajak yang akan dicetak misalnya tahun 2016. Namun, aplikasi eSPT tidak dapat memunculkan data SPTnya atau tidak bisa cetak. Aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan 177 tidak bisa cetak muncul keterangan "Error 2018 : Page margins are too large. Can't run report".

Ketika diklik "OK" tetap tidak bisa cetak. Untuk eSPT Tahunan PPh Badan 1771, permasalahan ini dapat diatasi dengan mengganti setting default printer. Gantilah default printer atau set as default printer pada laptop/komputer anda ke Microsoft XPS Document Writer.

Setelah anda setting, coba buka cetak SPT yang tadinya error tidak bisa dibuka. Cara ini memang solusinya dan sudah beberapa kali mengalami error ini, berhasil diatasi dengan mengganti default printer ke Microsoft XPS Document Writer. Demikian, semoga bermanfaat.

Cara Input Pembayaran PPh Final PP 46-2013 di eSPT Tahunan PPh OP Versi 1.5

Sekarang aplikasi eSPT Tahunan PPh OP sudah mengakomodir pembayaran PP 46 Tahun 2013. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2013 merujuk tentang Pajak Penghasilan atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh wajib pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu.

Berdasarkan pasal 2, Ayat 1 atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh wajib pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu, dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final. Ayat 2, Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat 1 adalah wajib pajak yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Wajib Pajak orang pribadi atau Wajib Pajak badan tidak termasuk bentuk usaha tetap
  • Menerima penghasilan dari usaha, tidak termasuk penghasilan dari jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas, dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah) dalam 1 (satu) Tahun Pajak.
Dari sedikit keterangan tersebut apabila anda termasuk dalam golongan wajib pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu dikenakan tarif 1%. Nah, dari sini disamping anda harus melakukan pembayaran pajak penghasilan, anda diwajibkan juga melakukan laporan SPT Tahunan.
Cara Pengisian pembayaran PP 46 di eSPT Tahunan PPh OP
Pengisian pembayaran PP 46 di eSPT Tahunan PPh OP

Fokus pembahasan kali ini mengenai cara input pembayaran PP 46 Tahun 2013 ke dalam aplikasi eSPT Tahunan PPh OP. Hal ini khusus yang sudah dijelaskan di atas tadi ya. Jika anda masih menggunakan aplikasi eSPT Tahunan PPh OP yang lama, belum mangakomodir pembayaran PP 46 tahun 2013. Minimal anda harus menggunakan aplikasi eSPT Tahunan PPh OP Versi 1.3 untuk mengisi Rekap Penghasilan Bulanan PP 46 Tahun 2013.
Saran saya langsung sekaligus update aplikasi eSPT Tahunan PPh OP yang terbaru yaitu versi 1.5. Untuk dapat mengisi rekapan pembayaran PPh Final PP 46 Tahun 2013 bisa dikatakan cukup mudah. Yang mempersulit adalah bingung dengan aplikasi yang lama dan menunya tidak ada.

Langsung saja, masuk menu Surat Pemberitahuan (SPT), pilih 1770 dan Daftar pembayaran PP 46/2013. Setelah muncul kotak dialog Daftar pembayaran PP 46/2013, isikan data pembayaran yang telah anda lakukan dengan klik Tambah. (lihat gambar di atas)
Lampiran III eSPT Tahunan PPh OP
Lampiran III eSPT Tahunan PPh OP

Isikan sesuai pembayaran/kode billing yang sudah anda bayarkan, dapat perbulan. Setelah anda isi seluruhnya sesuai rekapan anda, teliti kembali lalu keluar. Rekapan pembayaran PP 46 Tahun 2013 yang telah diinput akan masuk dalam SPT pada Lampiran III Bagian A, Nomor 16 (Penghasilan lain yang Dikenakan Pajak Final dan/atau Bersifat Final).

Dalam pengisian SPT Tahunan PPh OP Formulir 1770, perhatikan tahap pengisiannya dan teliti kembali. Demikian, semoga bermanfaat.

e-Faktur Error Tidak Bisa Dibuka Java Runtime Environment Not Valid

efaktur error Java Runtime Environment Not Valid
e-Faktur Error Java Runtime Environment Not Valid
Berkaitan dengan aplikasi e-faktur, ada beberapa permasalahan yang sering dialami oleh wajib pajak mulai dari upload faktur reject, lupa password, hingga yang paling bikin sedikit jengkel adalah error tidak bisa dibuka. Tapi, bagi anda pengguna aplikasi e-faktur tidak perlu khawatir apabila mengalami error. Pasti ada solusi dari setiap error yang ada.

Sedikit cerita, ada wajib pajak yang menggunakan aplikasi e-faktur, dalam kesehariannya menggunakan laptop yang sama dan lancar dalam menggunkan aplikasi e-faktur. Entah karena apa tidak diketahui, waktu akan membuka aplikasi e-faktur untuk upload faktur pajak tiba-tiba tidak bisa dibuka.

Disamping aplikasi e-faktur tidak bisa dibuka, terdapat keterangan "Java Runtime Environment Not Valid". Awalnya bingung juga, tiba-tiba kok tidak bisa dibuka. Tapi tenang, pasti ada solusi untuk mengatasinya.

Pertama yang perlu anda lakukan adalah menginstal kembali Java terutama veri 7 dan/atau 8. Silahan dowload java jika belum memiliki. Dengan instal ulang java, pernah berhasil dan aplikasi e-faktur dapat digunakan kembali. Akan tetapi ada juga yang setelah instal masih tetap muncul "Java Runtime Environment Not Valid".

Kedua, silahkan ekstrak kembali aplikasi e-faktur yang baru. Ambil foder db dari e-faktur yang mengalami error atau tidak bisa dibuka. Copy atau masukkan folder db tersebut ke dalam folder e-faktur yang barusan anda ekstrak. Selanjutnya jalankan EtaxInvoice kembali. Pastikan juga di dalam folder e-faktur terdapat folder java.

Apabila kedua cara tersebut tidak membuahkan hasil juga, silahkan sertakan komentar untuk pembahasan yang lebih lanjut. Demikian, semoga bemanfaat.

eSPT Tahunan PPh Badan 1771, Format Tanggal Pada System Komputer Tidak Sesuai

Format Tanggal Pada System Komputer Tidak Sesuai, Silahkan Ubah Dahulu Ke Regional Indonesia Atau Format dd/MM/yyyy
eSPT Tahunan PPh Badan 1771 Error

Pembahasan kali ini mengenai eSPT Tahunan PPh Badan 1771. Terdapat wajib pajak yang telah selesai melakukan instal aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan 1771 yang terbaru yaitu versi 1.2. Untuk proses instal tidak ada kendala sama sekali karena laptop yang digunakan sudah mumpuni yaitu windows 8, didukung dengan RAM 8 gb.

Pada saat akan dibuka pertama kali, eSPT Tahunan PPh Badan 1771 muncul keterangan "Format Tanggal Pada System Komputer Tidak Sesuai, Silahkan Ubah Dahulu Ke Regional Indonesia Atau Format dd/MM/yyyy". Dari keterangan tersebut dapat kita ketahui bahwa settingan atau format tanggal di Laptop tidak sesuai dengan settingan aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan 1771.
Region and Languange Setting
Region and Language Setting

Solusinya cukup mudah, pada keterangan tersebut langsung saja klik OK, akan langsung muncul pengaturan regional setting yaitu Region and Language (lihat gambar). Apabila tidak otomatis muncul, silahkan klik start windows ketik Regional Setting. 

Pada bagian format silahkan sesuaikan ke Indonesia, location juga Indonesia. Apabila sudah anda setting ke Indonesia seluruhnya langsung klik Apply dan OK. Cobalah buka kembali aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan 1771. Pasti akan langsung terbuka dan bisa langsung anda gunakan untuk lapor SPT Tahunan PPh Badan Tahun Pajak 2016. Demikian, semoga bermanfaat.

e-Filling DJP Online Error 403 | Anda Tidak Memiliki Otoritas Untuk Akses Layanan Ini

Bulan maret 2017 merupakan bulan tersibuk bagi pegawai pajak dan wajib pajak, selain kewajiban melaporkan SPT Tahunan ada juga merupakan batas akhir periode untuk mengikut Amnesti Pajak. Untuk amnesti pajak tidak akan dibahas detai di sini, fokus pembahasan adalah mengenai e-filling DJP Online. Bagi wajib pajak orang pribadi, bulan maret 2017 adalah batas akhir pelaporan SPT tahunan tahun pajak 2016.

Bagi anda sebagai ASN dan Anggota TNI/Polri sudah diwajibkan melaporkan SPT Tahunan secara e-filling. Tidak hanya itu pegawai swasta banyak juga yang sudah memanfaatkan fasilitas e-filling untuk melaporkan SPT Tahunan. Untuk dapat melaporkan SPT Tahunan secara e-filling, anda pasti sudah tahu mengenai DJP Online. 

Nah, langsung saja. Ada wajib pajak yang sudah terdaftar di DJP Online dan sudah pernah melakukan lapor secara e-filling. Kemarin pada saat akan lapor SPT Tahunan SPT 1770 SS secara e-filling tiba-tiba muncul error. Yang bikin heran adalah error tersebut menerangkan bahwa wajib pajak tidak memiliki otoritas untuk akses layanan ini. Lebih lengkapnya "403 Maaf! Anda tidak memiliki otoritas untuk akses layanan ini".

Saya edit berulang kali pada bagian profil untuk hak aksesnya tetap tidak mau. Bagi anda yang belum cara menambah atau merubah hak akses di DJP Online, silahkan login. Pojok kanan atas, klik pada nama anda kemudian pilih profil. Langsung scrol ke bawah pada Tambah/kurang hak akses centang semua saja dan klik ubah hak akses.
Error DJP Online 403
Error DJP Online 403

Dicoba untuk ubah-ubah dengan centang kembali, masukkan EFIN kembali tetap tidak dapat akses e-filling. Selalu muncul error 403. Padahal tahun lalu wajib pajak dapat akses e-filling.


Dengan cara yang mungkin bagi anda sangat mudah, saya Clear Browsing Data terutama cookies dan chace pada browser. Browser yang digunakan adalah Mozilla Firefox, silahkan klik CTRL + Shift + Del. Akan muncul clear recent history, pilih time range Everything. Untuk bagian detail centang pada Cookies dan Chace dan langsung klik Clear Now.

Tunggu sampai proses pembersihan selesai. Setelah itu, cobalah buka menu e-filling kembali. Meskipun hanya simple, cara tersebut berhasil saya buktikan. Jika anda juga mengalami error yang sama di DJP Online cobalah cara seperti yang sudah saya uraikan. Apabila cara tersebut tidak membuahkan hasil silahkan telepon ke Kring Pajak di 1500200 atau menghubungi KPP terdekat.

Semoga anda lancar dalam mengakses DJP Online, yang belum segera lapor sebelum deadline. Jika traffik rame, akses ke DJP online akan lambat. Demikian, semoga bermanfaat

Solusi Upload Faktur Pajak Masukan Reject ETAXSERVICE 20020

Pembahasan kali ini mengenai upload faktur pajak masukan yang mengalami reject. Tetapi sebelumnya saya akan menjelaskan kronologisnya. D wai sore hari, ada wajib pajak yang mejelaskan kepada saya bahwa pada saat upload faktur pajak masukan status uploadnya "siap upload". Dari keterangan status approvalnya yaitu siap upload diketahui bahwa uploader aplikasi e-faktur belum diaktifkan.

Coba diaktifkan uploadernya, ternyata aplikasi e-faktur meminta patch ulang sertifikat digitalnya. Patch ulang sertifikat berarti memasukkan passphrase juga. Alhamdullilah, beberapa kali memasukkan passphrase akhirnya dapat juga dan uploader dapat diaktifkan.
Solusi Upload Faktur Pajak Masukan Reject ETAXSERVICE 20020
Faktur Pajak Masukan Reject ETAXSERVICE-20020

Setelah diperbaharui, faktur pajak masukan tersebut satu sukses upload dan satunya reject. Dilihat di keterangan terdapat penjelasan penyebab rejectnya faktur pajak masukan, keterangan reject "ETAXSERVICE 20020 : Nomor seri faktur pajak tidak valid. Nomor faktur bukan jatah". Dari keterangan tersebut juga sudah dapat dipastikan bahwa nomor faktur yang diinput tidak valid.

Fokus harus ke nomor fakturnya. Faktur pajak yang diterima dari lawan transaksi saya minta untuk ditunjukkan dan di cek kembali. Benar saja, memang wajib pajak salah menginput nomor fakturnya, yang seharusnya angka "9" diinput angka "0".
Baca juga : Cek Validitas e-Faktur
Setelah diganti dan mengupload kembali, akhirnya sukses upload dengan status "Approval sukses". Jadi, apabila anda mengalami reject saat upload faktur pajak masukan dengan keterangan "ETAXSERVICE 20020 : Nomor seri faktur pajak tidak valid. Nomor faktur bukan jatah" silahkan lakukan cek ulang. Mintakan ke lawan transaksi anda apabila belum mendapatkan softcopy maupun hardcopy e-faktur.

Jika anda tidak ingin repot juga meminta faktur pajak, anda dapat lakukan cek validitas e-faktur dengan Barcode Scanner e-Faktur yang dapat anda download di Play Store. Tinggal download dan scan. Demikian, semoga bermanfaat.

Cara Merubah PTKP eSPT Tahunan PPh OP Versi Terbaru 1.5

Cara merubah PTKP 2016 di eSPT Tahunan PPh OP
Cara merubah PTKP di eSPT Tahunan PPh OP

Dengan diterbitkannya Penghasilan Tidak Kena Pajak terbaru di tahun 2016 secara otomatis akan merubah penghitungan eSPT Tahunan anda. Untuk PTKP 2016 atau sama halnya dengan 2017 saat ini, merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan yaitu PMK Nomor 101/PMK.010/2016 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak yang berlaku sejak tanggal 1 Januari 2016.
Baca juga : PTKP Terbaru 2016
Nah, karena terdapat perubahan PTKP baru di tahun 2016, otomatis apabila anda akan melaporkan SPT Tahunan tahun pajak 2016 wajib menggunakan PTKP baru. Jika anda memakai aplikasi eSPT terutama eSPT Tahunan PPh OP anda perlu memerhatikan setting PTKP. Untuk aplikasi eSPT Tahunan PPh OP versi paling update dan terbaru adalah versi 1.5.

Meskipun paling baru, aplikasi eSPT Tahunan PPh OP versi 1.5 belum mengakomodir PTKP 2016. Hal tersebut dikarenakan, PMK Nomor 101/PMK.010/2016 ditandatangani oleh Menteri Keuangan 22 Juni 2016 sedangan aplikasi eSPT release 14 Maret 2016.

Cara merubah PTKP eSPT Tahunan PPh OP versi 1.5 yang pertama adalah login ke dalam aplikasi eSPT anda. Pilih menu Utility - Setting, selanjutnya silahkan anda pilih PTKP. Yang pertama ubahlah PTKP 2015, klik PTKP 2015 gantilah tanggal akhir berlakunya ke 31/12/2015.

Sekarang tambahkan PTKP 2016, klik Tambah. Isikan PTKP 54.000.000, PTKP Tanggungan 4.500.000, Tanggal Awal Berlaku 01/01/2016, dan Tanggal Akhir Berlaku 31/12/9999 (lihat gambar). Lalu klik Simpan. Pastikan inputan PTKP yang masukkan sudah sesuai. Demikian, semoga bermanfaat.

Penyebab Error eSPT Tahunan PPh Badan 1771

Pembahasan kali ini berkaitan dengan aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan 1771. Titik fokusnya adalah saat proses instalasi aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan 1771 dan saat menjalankan, tetapi bukan saat pengisian data maupun setelahnya. Memang wajib pajak banyak yang bertanya terkait dengan error eSPT Tahunan PPh Badan 1771, errornya juga bermacam-macam.

Dengan berbagai error yang telah dialami oleh wajib pajak, maka saya mencoba untuk mengkompilasi error-error tersebut. Apa yang menjadi penyebab error eSPT Tahunan PPh Badan dan solusinya akan saya bahas.
Penyebab error eSPT Tahunan Badan 1771


Unable To Create DSN

Yang pertama, error ini pernah saya alami sendiri dan yang paling sering ditanyakan oleh wajib pajak. Setelah melakukan instal aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan 1771, otomatis akan segera menggunakan untuk melakukan pelaporan SPT Tahunan PPh Badan. Saat akan membuka aplikasi untuk pertama kali, permasalahan mulai muncul. Akan muncul error dengan notifikasi " Unable to create DSN".
Baca juga : eSPT PPh Pasal 4 Ayat 2 "Unable To Create DSN"
Bagi wajib pajak mungkin error aplikasinya, pernah ada salah satu wajib pajak yang melakukan uninstal eSPT Tahunan PPh Badan 1771 kemudian instal kembali. Hasilnya tetap sama "Unable to create DSN". Sebenarnya solusi eror atau permasalahan ini cukup simple dan sangat mudah. Tinggal buka eSPT Tahunan PPh Badan 1771 dari C:\Program Files\DJP\eSPT 1771 2010 kemudian klik kanan Run as administrator. Untuk ke depannya anda tidak perlu Run as administrator lagi, buka dan gunakan seperti aplikasi eSPT lainnya.


Microsoft Database Engine Belum Terinstal

Yang kedua, error. saat akan melakukan koneksi pada database eSPT Tahunan PPh Badan 1771. Error tersebut mengakibatkan aplikasi eSPT belum dapat digunakan. Ini juga sering dialami oleh wajib pajak yang akan melakukan koneksi ke eSPT Tahunan PPh Badan 1771. Notifikasi error yang muncul adalah "Couldn't connect to DB. Message : The 'Microsoft.ACE.OLEDB.12.0 provider not registered on the local machine."

Error ini karena ada satu software yang belum terinstal di aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan 1771. Software tersebut adalah Microsoft Database Engine atau bisa jadi Microsoft Access di komputer/laptop anda belum terinstal. Solusinya silahkan instal Microsoft Database Engine terlebih dahulu, setelah itu silahkan buka aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan 1771 kembali

eSPT Terinveksi Virus

Yang ketiga, adakalanya suatu komputer /laptop yang anda gunakan terinveksi virus. Apabila terinveksi virus maka aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan 1771 yang sudah terinstal akan tidak dapat dibuka bahkan ketika anda buka, atau anda sedang mengalami error keterangan "has stop working". Padahal sebelumnya aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan lancar digunakan.

Apabila anda mengalami permasalahan ini, silahkan restore database eSPT Tahunan PPh Badan 1771. Untuk database silahkan diambil di (untuk lokasi default belum pernah diubah) C:\Program Files (x86)\DJP\eSPT 1771 2010\Database untuk windows 64 bit. Sedangkan untuk windows 32 bit ada di C:\Program Files\DJP\eSPT 1771 2010\Database.
Baca juga : Cara Setting DSN Untuk Database Baru eSPT Tahunan PPh Badan 1771
Setelah anda mendapatkan databasenya, yang perlu anda lakukan adalah melakukan instal ulang eSPT Tahunan PPh Badan 1771. Perlu diingat apabila masih terdapat virus, bersihkan terlebih dahulu agar error tidak terulang kembali. Yang terakhir silahkan restore databasenya. Demikian, semoga bermanfaat.