Cara Mengembalikan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) Yang Tidak Digunakan

Mengembalian NSFP
Mengembalikan NSFP
Setiap Pengusaha Kena Pajak dalam menerbitkan e-faktur kepada lawan transaksi atau pembeli tentunya membutuhkan Nomor Seri Faktur Pajak yang sering disingkat NSFP. NSFP yang sah dan resmi adalah NSFP yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Pengertian NSFP sesuai Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 24 Tahun 2012 tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan Dalam Rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan Atau Penggantian, Dan Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak adalah
Nomor seri yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak kepada Pengusaha Kena Pajak dengan mekanisme tertentu untuk penomoran Faktur Pajak yang berupa kumpulan angka, huruf, atau kombinasi angka dan huruf yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak
Setiap PKP yang akan menerbitkan e-faktur harus terlebih dahulu mengajukan permohonan NSFP, untuk cara mengajukan permohonan NSFP ada dua yaitu secara langsung datang ke Kantor Pelayanan Pajak terdaftar dan/atau secara online melalui e-nofa online. Saran saya untuk permintaan NSFP lebih praktis dan nyaman secara online.
Baca : Cara Permintaan NSFP Online
Nah, dengan adanya permohonan permintaan NSFP yang diajukan PKP kepada Direktorat Jenderal Pajak maka ada aturan yang mengikat terkait NSFP yang telah diterbitkan. Peraturan tersebut mengharuskan PKP pada setiap akhir tahun untuk mengadministrasikan NSFP terutama yang tidak digunakan pada tahun tersebut, misalnya tahun 2016 untuk dikembalikan kepada Direktorat Jenderal Pajak. 

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 24 Tahun 2012 Pasal 10 Ayat 2, Nomor Seri Faktur Pajak yang tidak digunakan dalam suatu tahun pajak tertentu dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak tempat PKP dikukuhkan bersamaan dengan SPT Masa PPN Masa Pajak Desember tahun pajak yang bersangkutan dengan menggunakan formulir sebagaimana diatur dalam Lampiran IVF yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini.

Tujuan Direktorat Jenderal Pajak mengatur pengembalian nomor seri faktur pajak adalah untuk mencegah penyalahgunaan nomor seri faktur pajak dan mengawasi kerapian administrasi wajib pajak.

Jadi setiap tahun anda harus mengadministrasikan mana NSFP yang tidak anda gunakan dan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak tempat anda terdaftar. Syarat dan cara mengembalikan NSFP yang tidak digunakan sangat mudah. Pertama anda harus mengisi formulir pengembalian NSFP yang terdapat pada lampiran IVF Perdirjend Nomor 24 Tahun 2012. Anda dapat mendownload Formulir Pengembalian NSFP DISINI.

Anda harus mengisi formulir secara lengkap dan menandatangani formulir tersebut. Download dan bisa langsung ditulis tangan. Setelah anda isi lengkap tinggal anda laporkan langsung atau nanti beserta dengan laporan SPT Masa PPN masa desember yang batas akhir pelaporannya akhir bulan Januari.

Siapkan dan laporkan NSFP yang tidak anda gunakan, pasti saat anda melaporkan SPT Masa PPN masa Desember akan diminta oleh petugas pajak yang melayani. Tidak ribet juga kan? hanya mengisi satu formulir. Semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Mengembalikan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) Yang Tidak Digunakan"

Post a Comment