Cara Buat SPT Nihil e-Faktur Ketika Faktur Sudah Diupload

Lapor SPT Masa PPN merupakan suatu kewajiban bagi PKP, jatuh tempo pelaporan paling lambat akhir bulan berikutnya. Gak lapor ya Anda siapkan saja dendanya.

Saat akan lapor SPT Masa PPN, pasti terkadang Anda akan mengalami hal yang membuat tertundanya laporan SPT. Namanya proses administrasi wajar-wajar saja. Misalnya, proses penghitungan pembayaran masa PPN belum pasti atau belum selesai, urusan dengan lawan transaksi juga masih dalam proses.

Apabila memaksakan untuk dilaporkan malah menjadi serba salah, bisa jadi seharunya "Kurang Bayar" malah terhitung "Lebih Bayar". Menyebabkan repot dikemudian hari.

Mau tidak mau jika akan memasuki jatuh tempo pelaporan SPT Masa PPN, Anda harus lapor. Jika tidak lapor dikenakan denda, apalagi Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) sudah habis. Tidak lapor SPT Masa PPN, Anda tidak akan bisa mendapatkan NSFP baru. Ketika mengajukan permintaan di enofa online akan muncul keterangan "Laporan SPT Masa PPN untuk 3 Bulan Terakhir Tidak Lengkap!".

Tenang, untuk mengatasi hal tersebut Anda bisa membuat SPT Masa PPN "Nihil" terlebih dahulu di e-faktur. Luh apa bisa Mas buat SPT Nihil? Kan faktur-faktur pajak sudah saya upload, approval sukses lagi.

Berikut cara Buat SPT Masa PPN Nihil di aplikasi e-Faktur ketika faktur sudah diupload.

  • Silahkan pilih masa pajak yang akan anda buat SPT "Nihil".
  • Misal, ini saya akan membuat SPT Masa PPN, Desember 2017
  • Login ke aplikasi e-faktur Anda.
  • Untuk membuat SPT Masa PPN Nihil, Anda harus membuat database baru khusus untuk SPT Nihil. Klik menu File - Administrasi DB. Isikan nama database barus khusus untuk SPT Nihil. Untuk cara membuat database baru e-faktur. Lebih jelasnya, silahkan klik link di bawah ini.
Cara Buat Database Baru e-Faktur
Cara Buat Database Baru e-Faktur

Baca juga : Cara Menambah Database e-Faktur

  • Setelah database baru berhasil Anda buat, langsung saja login. Tanpa anda tambah atau setting lagi untuk database tersebut langsung saja buat SPT Nihil Masa Desember 2017.
  • Masuk menu SPT - Posting - pilih masa Desember 2017 lalu klik Posting. Pastikan SPT berhasil Anda posting. Apabila anda bingung, silahkan baca link di bawah untuk tatacara membuat SPT Masa PPN Nihil di aplikasi e-Faktur.
Posting SPT Masa PPN "Nihil"
Posting SPT Masa PPN "Nihil"

Baca juga : Cara Membuat SPT Masa PPN Nihil di e-Faktur 

  • Karena Nihil langsung saja "Buka SPT Untuk Diubah"
  • Langsung menuju Formulir Induk 1111. Pada bagian VI, centang kelengkapan SPT yang akan dilaporkan, tempat dan tanggal SPT. Klik simpan.
Cara Buat SPT Nihil e-Faktur Ketika Faktur Sudah Diupload
Formulir Induk, Isi Kelengkapan SPT dan Tanggal SPT
  • Apabila sudah tersimpan tinggal Anda membuat file CSV dan file PDF. Segera laporkan ke KPP atau anda bisa lapor pajak SPT Masa PPN secara online di DJPOnline.
Baca juga : Cara Lapor SPT Masa PPN Online di DJP Online e-Filling
Karena mulai 01 April 2018 diwajibkan lapor secara e-filling, lebih baik mulai dari awal Anda lapor SPT masa PPN secera e-filling. Tinggal upload CSV saja di DJPOnline.

Catatan Penting

Lokasi SPT Masa PPN Nihil berada di database baru. Apabila anda akan membuat SPT pembetulan (sesuai penghitungan) Anda harus menggunakan database baru tersebut.

Lakukan ekspor-import faktur pajak masukan, faktur pajak keluaran, retur, dan dokumen lainnya dari database lama ke database baru. Barulah anda membuat SPT Pembetulan 1.

Jangan lupa rekan "Range Nomor Faktur" terlebih dahulu di database baru sebelum impor data. Agar data faktur Anda berhasil ter-impor di database baru e-faktur. Demikian, semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

13 Responses to "Cara Buat SPT Nihil e-Faktur Ketika Faktur Sudah Diupload"

  1. apabila sudah diupload di database lama, berarti upload lagi database baru ?

    ReplyDelete
  2. tidak pak, faktur pajak hanya sekali upload. Cara memindahkannya bisa dengan cara ekspor-impor

    ReplyDelete
  3. Kalau SPT pembetulan tapi hasil akhirnya nihil (nilai lebih bayar sama dengan yang dibetulkan? bagaimana ya mas

    ReplyDelete
  4. Johan Celtic : tidak masalah pak, karena pembetulan banyak materinya bisa jadi tidak merubah status SPT.

    ReplyDelete
  5. saya mau tanya apa itu langsung masuk aplikasi e-faktur yang biasanya dipakai atau buat baru ya, terus db nya itu pakai yg lama atau gimana, mohon bantuannya

    ReplyDelete
  6. makasi bangettttt.. artikel nya membantuuuuuuuu bgt :* :* :*

    ReplyDelete
  7. saya izin bertanya, maksud dari range nomor faktur terlebih dahulu di database baru sebelum import apa ya ? karna saat sata melakukan proses import selalu gagal. terima kasih

    ReplyDelete
  8. Sy udh berhasil buat db nihil. Tp skrg pas udh byr, blm bisa masuk ntpn. Katanya ssp blm valid, sampe 3 error nya. Mau cek ntpn di sse, pas registrasi gk bisa2..

    ReplyDelete
  9. range nomor seri faktur pajak harus di upload ulang ke database yang baru, karna kalo mau impor database yang lama nomor seri faktur pajak tersebut harus ada terlebih dahulu di database yang baru..
    kalo tidak di upload ulang range nomor seri faktur pajak nanti saat impor status nya gagal( nomor seri faktur pajak belum terdaftar )

    ReplyDelete
  10. mas sorry tanya...setelah kita import database old ke new database hasilnya status faktur tsb belum approve...,so..jika upload sudah pasti reject, gmn solusinya jika mau melakukan pembetulan?

    ReplyDelete
  11. Kk bagaimana cara melakukan ekspor impor dr database lama ke database baru. Dan.range no faktur itu didatabase yg bru apa.no yg sisa.yg kita input ulang kk, Trims kk

    ReplyDelete
  12. caranya pilih ekspor untuk mengekspor data (baik PM, PK, dokumen lain, referensi dan referensi barang). file hasil ekspor kemudian impor saja.
    semua harus diinput untuk range nomor fakturnya di database baru karena data membaca seluruh nomor faktur

    ReplyDelete
  13. Mau tanya, gimana caranya memindahkan SPT nihil dan pembetulan 1 tersebut dari DB baru ke DB lama ? karena saya maunya SPT nya gabung semua ke DB yang lama.
    Pliss respon. Tq.

    ReplyDelete

Iklan di bawah judul

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel