Solusi e-Faktur Tidak Dapat Dibuka Error The Main Startup Class Is Not Valid, Main Method Missing

Aplikasi e-faktur memang beberapa kali telah mengalami update sejak diberlakukannya mulai 01 Juli 2015 untuk wilayah pulau Jawa dan Bali. Saat ini yang paling terupdate adalah Versi 46. Namun, pada proses update dan setelah update ada beberapa aplikasi e-faktur milik Wajib Pajak mengalami error.

Error yang paling menyita perhatian saya adalah aplikasi e-faktur menjadi tidak dapat dibuka setelah update. Ketika klik EtaxInvoice.exe muncul pesan error "The Main Startup Class Is Not Valid, Main Method Missing" dan aplikasi e-faktur tidak jalan. Beberapa penjelasan singkat dari Wajib Pajak yang mengalami error The Main Startup Class Is Not Valid, Main Method Missing adalah memang karena update aplikasi e-faktur.

The Main Startup Class Is Not Valid, Main Method Missing
Aplikasi e-Faktur Error
Solusi The Main Startup Class Is Not Valid, Main Method Missing sebenarnya cukup simpel dan mudah. Yang pertama anda lakukan adalah download aplikasi e-faktur terbaru yaitu versi 46. 
Download Aplikasi e-Faktur Terbaru Versi 46
  • Selanjutnya extract file hasil download (Winrar) hingga menjadi file folder
  • Ambil folder db dari folder aplikasi e-faktur anda yang lama atau yang mengalami error. Copy folder db-nya.
  • Hasil copy db tersebut masukkan atau pastekan ke dalam folder e-faktur yang barusan anda download dan extract.
  • Terakhir coba jalankan atau klik EtaxInvoice.exe
  • Selesai dan aplikasi e-faktur anda sudah dapat digunakan kembali
Cara di atas apabila anda lakukan dengan urut dan benar maka aplikasi e-faktur anda akan dapat digunakan kembali. Jika cara di atas memang tidak menjadikan solusi berarti ada yang error dengan database atau db aplikasi e-faktur anda. Demikian, semoga bermanfaat.

Cara Setting Firewall Antivirus Untuk Koneksi e-Faktur

Firewall Avast Internet Security Keadaan off
Firewall Avast Internet Security Keadaan off
Sebenarnya yang akan dibahas pada kali ini masih berkaitan dengan error yang sering terjadi di aplikasi e-faktur. Bagi anda mungkin sering dan bisa jadi sedang mengalami permasalahan dengan koneksi jaringan di aplikasi e-faktur. Biasanya yang terjadi aplikasi e-faktur tidak dapat terkoneksi jaringan internet meskipun internet stabil, wifi kenceng dan buat browsing saja lancar.
Baca juga : Solusi e-faktur error ETAX 40001
Aplikasi e-faktur biasanya diblock oleh Firewall sebuah antivirus yang terinstal di komputer atau laptop anda. Akibat diblocknya koneksi jaringan internet di aplikasi e-faktur menyebabkan aplikasi e-faktur error ETAX 40001 "tidak dapat menghubungi server", saat mengaktifkan uploader hanya loading terus, bahkan saat upload status approvalnya "siap approve" terus.

Untuk antivirus yang menjadi perhatian saya ketika menjalankan aplikasi e-faktur ada 2 yaitu Avast Internet Security dan AVG Internet Security. Firewall Avast internet security dan AVG Internet security menyebabkan kegagalan koneksi jaringan internet e-faktur.

Memang awalnya saat menjalankan aplikasi e-faktur antivirus Avast dan AVG tidak terdapat masalah. Berjalan aman tanpa masalah, lancar saat upload e-faktur. Namun, entah karena update atau gimana saya juga kurang paham betul, Avast dan AVG menyebabkan aplikasi e-faktur tidak dapat terkoneksi internet atau error ETAX 40001.

Solusinya saya mencoba untuk mematikan antivirus Avast dan/atau AVG tetapi takutnya malah menjadikan internet security yang ada di komputer/laptop menjadi lemah mudah tertembus malware atau adware. Kemudian saya mematikan saja firewall yang ada pada Avast Internet Security dan AVG Internet Security.

Menonaktifkan Firewall Avast Internet Security

Menonaktifkan firewall pada Avast Internet Securty sangatlah mudah tetapi perlu diingat juga sebaiknya melakukannya hanya jika komputer anda tidak terhubung ke Internet terutama saat aplikasi e-faktur anda memang diblokir oleh Avast. Hal ini memungkinkan anda akan tetap aman dari malware atau adware.

  • Buka Avast Internet Security
  • Pilih dan klik Pengaturan/setting
  • Pilih dan klik Proteksi aktif, kemudian klik firewall ke posisi mati/off.
  • Klik Ok
Jika anda telah melakukan sesuai dengan panduan di atas, status Avast anda harus berubah warna kuning dengan pesan peringatan "Firewall is turned off. Turn on". Untuk mengaktifkannya kembali, cukup klik pada 'Turn On' link atau melakukan langkah yang sama seperti yang anda lakukan saat mematikan.

Menonaktifkan Firewall AVG internet security

AVG Internet Security dilengkapi dengan firewall yang mengeblock ancaman dari luar ke komputer anda. Namun, firewall terkadang memblokir program dalam hal ini aplikasi e-faktur dari koneksi jaringan Internet. Jika hal ini terjadi, anda dapat menonaktifkan sementara firewall untuk memungkinkan aplikasi e-faktur terhubung internet.
  • Buka AVG Internet Security
  • Klik tab "Firewall" dan pilih "Change" di sebelah Firewall Mode.
  • Klik tombol di samping "Aktifkan perlindungan firewall off (tidak disarankan)."
  • Klik "OK" untuk menerapkan perubahan dan menonaktifkan firewall.
  • Apabila anda akan mengaktifkan kembali firewall pada AVG Internet Security silahkan masuk dalam settingan firewall dan pilih "Mode Otomatis (Disarankan)"
Demikian, semoga bermanfaat

Pendaftaran NPWP Langsung di Kantor Pelayanan Pajak

Nomor Pokok Wajib Pajak atau sering disingkat NPWP adalah bagian yang tak terpisahkan bagi setiap warga negara di Indonesia dalam memenuhi kewajiban perpajakan. NPWP adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya.

Sebelum anda medaftarkan diri untuk memiliki NPWP dari Kantor Pelayanan Pajak pastikan anda telah mengetahui fungsi dan kewajiban yang harus anda lakukan setelah memiliki NPWP. Banyak masyarakat yang sudah sadar pajak tetapi belum mengerti apa sih gunanya NPWP? mengapa harus dibuat? Karena biasanya orang mendaftarkan NPWP hanya untuk syarat insidental dan tidak tahu apa kewajiban selanjutnya.

Kebanyakan, yang menjadi sorotan Direktorat Jenderal Pajak/DJP adalah ketika orang mendaftarkan untuk memperoleh NPWP ternyata hanya dijadikan sebagai persyaratan pengajuan kredit di Bank, jual beli property/tanah, dan persyaratan memperoleh pekerjaan. Sebagaimana telah dijelaskan pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak (DJP) nomor PER-20/PJ.2013 sebagaimana telah diubah dengan PER-38/PJ.2013 tentang Tata Cara Pendaftaran Dan Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak, Pelaporan Usaha Dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Serta Perubahan Data Dan Pemindahan Wajib Pajak
Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan, wajib mendaftarkan diri pada KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan, dan tempat kegiatan usaha Wajib Pajak, dan kepada Wajib Pajak diberikan NPWP
Intinya, bagi anda yang telah memperoleh penghasilan di Indonesia tentu saja berkewajiban memiliki NPWP, tapi bagi anda yang berpenghasilan dalam sebulan kurang dari 4,5 juta atau dalam akumulasi satu tahun kurang dari 54 juta tidak berkewajiban membuat NPWP karena tidak dipotong pajak. 
Baca : Penghasilan Tidak Kena Pajak Terbaru 2016
Untuk cara mendaftarkan NPWP sangatlah mudah jika anda memang benar-benar digunakan untuk kegiatan atau administrasi perpajakan anda. Pemerintah terutama DJP tidak akan menyulitkan untuk proses pendaftaran NPWP, bahkan anda akan dipermudah. Perlu diingat juga untuk pendaftaran NPWP di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tidak dipungut biaya atau gratis.


cara daftar NPWP
Segera daftar NPWP

Persyaratan utama untuk pendaftaran NPWP adalah anda harus mengajukan permohonan langsung ke KPP atau KP2KP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha anda secara tertulis dengan menggunakan formulir yang telah disediakan oleh DJP. Apabila anda tidak sempat datang langsung ke KPP atau KP2KP permohonan dapat anda dikirimkan melalui POS atau jasa ekspedisi. Selain itu anda harus melengkapi dokumen-dokumen pendukung yang sudah ditetapkan sebagai persyaratan yang harus dipenuhi. 
Download : Formulir Permohonan NPWP OP dan Formulir Permohonan NPWP Badan
Setelah anda mengisi dengan lengkap formulir permohonan NPWP, selanjutnya lengkapi dokumen-dokumen pendukungnya. Bisa dicek dibawah ini

  • Bagi anda orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas (pegawai)
    Fotokopi KTP bagi anda seorang WNI atau fotokopi paspor, fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP), bagi anda seorang WNA
  • Bagi anda orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas (Usaha atau wiraswasta)
    Fotokopi KTP bagi anda seorang WNI atau fotokopi paspor, fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) bagi anda seorang WNA, fotokopi surat izin kegiatan usaha atau surat keterangan tempat kegiatan usaha dari Pejabat Pemerintah Daerah minimal Lurah atau lembar tagihan listrik/bukti pembayaran listrik PLN. Fotokopi e-KTP bagi anda seorang WNI dan surat pernyataan di atas meterai yang menyatakan bahwa anda benar-benar menjalankan usaha.
  • Bagi badan yang berorientasi pada profit (profit oriented)
    Fotokopi akta pendirian/dokumen pendirian dan surat keterangan penunjukan dari kantor pusat bagi bentuk usaha tetap. Fotokopi Kartu NPWP salah satu pengurus, fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal minimal Lurah anda WNA. Fotokopi surat izin usaha dan/atau kegiatan atau surat keterangan tempat kegiatan usaha minimal dari Lurah atau lembar tagihan listrik/bukti pembayaran listrik PLN..
  • Bagi badan yang tidak berorientasi pada profit (non profit oriented)
    fotokopi e-KTP salah satu pengurus badan atau organisas dan surat keterangan domisili dari pengurus RT/RW
  • Bagi Bendahara sebagai Wajib Pajak pemotong dan/atau pemungut pajak
    Fotokopi surat penunjukkan sebagai Bendahara dan fotokopi KTP
  • Bagi anda Wajib Pajak dengan status cabang dan Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu
    Fotokopi kartu NPWP baik pusat atau cabang, surat keterangan sebagai cabang dari badan, dokumen izin usaha minimal dari lurah.


Bagi anda orang pribadi sebagai wanita kawin yang dikenai pajak secara terpisah karena menghendaki secara tertulis berdasarkan perjanjian pemisahan penghasilan dan harta, dan wanita kawin yang memilih melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya secara terpisah, permohonan juga harus dilampiri 
  • fotokopi Kartu NPWP suami
  • fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • fotokopi surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta atau surat pernyataan menghendaki melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan terpisah dari hak dan kewajiban perpajakan suami.

Setelah anda sudah mengisi formulir permohonan NPWP dan melengkapi dokumen-dokumen pendukung yang dipersyaratkan. Jika permohonan anda dinyatakan lengkap oleh petugas KPP anda akan diberikan Bukti Penerimaan Surat (BPS) sebagai bukti bahwa dokumen telah diterima dan akan segera di proses.

Selanjutnya, KPP atau KP2KP akan menerbitkan Kartu NPWP dan Surat Keterangan Terdaftar (SKet) paling lama 1 hari kerja setelah BPS diterbitkan. Udah gratis, cepat cuma 1 hari NPWP sudah jadi, dan gak ribet. Mudah bukan? Semoga bermanfaat 

Khusus Pedagang Eceran : Cara Membuat Faktur Pajak Digunggung di Aplikasi e-Faktur

Mungkin sampai sekarang masih banyak pertanyaan terkait perlakuan PPN terhadap Pedagang Eceran atau PE. Yang membuat bingung adalah proses bisnis serta administrasi PPN berupa penerbitan faktur pajak dan pelaporan SPT Masa PPN 1111. Sebagaimana telah diwajibkan bagi PKP bahwa penerbitan faktur pajak dan pelaporan SPT Masa PPN sekarang ini menggunakan aplikasi e-faktur.

Bagi anda PKP Pedagang Eceran yang belum mengetahui secara pasti apa definisi, klasifikasi pedagang eceran dapat diliihat pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2012 tentang pelaksanaan undang-undang nomor 8 tahun 1983 tentang pajak pertambahan nilai barang dan jasa dan pajak penjualan atas barang mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan undang-undang nomor 42 tahun 2009 tentang perubahan ketiga atas undang-undang nomor 8 tahun 1983 tentang pajak pertambahan nilai barang dan jasa dan pajak penjualan atas barang mewah Pasal 20. PKP Pedagang Eceran yang selanjutnya disebut PKP PE adalah PKP yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP dengan cara

  • melalui suatu tempat penjualan eceran atau langsung mendatangi dari satu tempat konsumen akhir ke tempat konsumen akhir lainnya
  • dengan cara penjualan eceran yang dilakukan langsung kepada konsumen akhir, tanpa didahului dengan penawaran tertulis, pemesanan tertulis, kontrak, atau lelang
  • pada umumnya penyerahan Barang Kena Pajak atau transaksi jual beli dilakukan secara tunai dan penjual atau pembeli langsung menyerahkan atau membawa Barang Kena Pajak yang dibelinya.
  • melalui suatu tempat penyerahan jasa secara langsung kepada konsumen akhir atau langsung mendatangi dari satu tempat konsumen akhir ke tempat konsumen akhir lainnya
  • dilakukan secara langsung kepada konsumen akhir, tanpa didahului dengan penawaran tertulis, pemesanan tertulis, kontrak, atau lelang; dan
  • pada umumnya pembayaran atas penyerahan Jasa Kena Pajak dilakukan secara tunai.
Karena Pedagang Eceran merupakan PKP maka harus menerbitkan faktur pajak untuk setiap penyerahan BKP dan/atau JKP. Faktur pajak tersebut berbeda dengan faktur pajak dalam aplikasi e-faktur, khusus Pedagang Eceran faktur pajak dapat berupa bon kontan, faktur penjualan, segi cash register, karcis, kuitansi, atau tanda bukti penyerahan atau pembayaran lain yang sejenis dan disesuaikan dengan kepentingan Pedagang Eceran. Bisa juga setiap transaksi hanya dicatat dalam buku atau excel yang nantinya diperhitungkan menjadi sebuat laporan penyerahan BKP dan/atau JKP.

Dalam hal ini disebut juga dengan "digunggung" yaitu Penyerahan BKP dan/atau JKP dalam negeri dengan Faktur Pajak yang tidak diisi dengan identitas pembeli serta nama dan tanda tangan penjual, dalam Masa Pajak yang bersangkutan.

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-58/PJ/2010 tentang bentuk dan ukuran formulir serta tata cara pengisian keterangan pada faktur pajak bagi pengusaha kena pajak pedagang eceran pasal 3 menyatakan bahwa faktur pajak untuk pedagang eceran paling sedikit harus memuat
  • nama, alamat, dan NPWP yang menyerahkan BKP dan/atau JKP
  • jenis Barang Kena Pajak yang diserahkan
  • jumlah Harga Jual yang sudah termasuk PPN atau besarnya PPN dicantumkan secara terpisah
  • Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang dipungut
  • kode, nomor seri dan tanggal pembuatan Faktur Pajak.

Cara Membuat Faktur Pajak Digunggung di e-Faktur 

Karena setiap PKP PE sekarang diwajibkan menggunakan aplikasi e-faktur maka berikut akan saya berikan cara buat faktur pajak digunggung dan sekaligus lapor SPT PPN di aplikasi e-faktur. Sebelumnya bagi anda yang menggunakan aplikasi eSPT PPN 1111 untuk faktur pajak digunggung dilaporkan di SPT Masa PPN 1111 AB di kolom I.B.2. 

Faktur Pajak digunggung di Aplikasi e-faktur
Untuk di aplikasi e-faktur sebenarnya hampir sama dengan di aplikasi eSPT PPN 1111. Setelah anda posting dan buat SPT Masa PPN di aplikasi e-faktur, masuk pada SPT - Formulir lampiran - 1111AB - Pada Bagian I huruf B2 Penyerahan Dalam negeri dengan Faktur Pajak yang digunggung, isikan jumlah nominal atau faktur yang sudah anda terbitkan.

Hasil inputan dari penyerahan BKP/JKP dengan faktur pajak yang digungung akan masuk pada induk SPT PPN 1111 - bagian I A2 Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri. Demikian, semoga bermanfaat.

Cara Cek Server e-Faktur Sedang Offline atau Tidak

Server e-faktur offline
Server e-faktur offline
Beberapa kali ada pertanyaan terkait dengan error e-faktur yang selalu dan selalu banyak dipertanyakan oleh PKP selaku user aplikasi e-faktur. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan notifikasi error ETAX 40001 Tidak dapat menghubungi EtaxInvoice. Tidak hanya itu, meskipun tidak ada notifikasi error, e-faktur yang sudah diinput tidak dapat diupload bahkan bagi anda yang akan registrasi e-faktur tidak bisa selalu muncul ETAX 40002.

Ada juga, ketika anda mengaktifkan uploader di Management Upload - Upload Faktur/Retur tidak bisa dijalankan, hanya loading yang selalu berputar. Bingung, pusing mungkin bagi anda juga kesel, padahal dipakai untuk internetan saja lancar. Sudah dilakukan sesuai solusi sebelumnya yaitu Solusi error ETAX-40001 juga tidak bisa upload faktur serta gagal koneksi ke server DJP.

Jangan patah arah dulu, mungkin ada perbaikan atau server DJP sedang offline. Jika terdapat perbaikan atau server DJP sedang offline, DJP tidak memberikan informasi kepada user aplikasi e-faktur secara langsung sehingga banyak pertanyaan di berbagai forum.

Untuk mengetahui server e-faktur sedang perbaikan atau offline, anda hanya perlu kunjungi link dibawah ini
http://svc.efaktur.pajak.go.id/wsdl/MasterFakturService.wsdl
apabila saat ini server e-faktur sedang dalam perbaikan atau server e-faktur sedang offline, akan muncul pesan atau peringatan seperti "Service e-Faktur sedang dalam perbaikan untuk Release update terbaru. Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan". Jika server normal atau online akan muncul kode-kode XML. Demikian, semoga bermanfaat.

Cara Mudah Merubah Alamat di Aplikasi e-Faktur

Bagi anda sebagai Badan Usaha atau Orang Pribadi yang telah dikukuhkan sebagai PKP tentunya memiliki tempat tinggal atau tempat untuk kegiatan usaha. Apabila anda tidak memiliki tempat usaha tetap atau sering berpindah alamat, yang paling utama anda urus adalah administrasi usaha anda.

Tidak terkecuali dengan administrasi perpajakan anda, terutama untuk aplikasi e-faktur. Ketika berpindah alamat atau kedudukan tempat usaha, anda harus melakukan permohonan perubahan data ke Kantor Pelayanan Pajak. Seperti yang tertera pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 20 /PJ/2013 sebagaimana telah diubah dengan PER-38/PJ/2013 Tentang Tata cara pendaftaran dan pemberian nomor pokok wajib pajak, Pelaporan usaha dan pengukuhan pengusaha kena pajak, Penghapusan nomor pokok wajib pajak dan pencabutan pengukuhan Pengusaha kena pajak, serta perubahan data Dan pemindahan wajib pajak, Pasal 1 
Perubahan data Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak dapat dilakukan dalam hal data yang terdapat dalam administrasi perpajakan berbeda dengan data Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak menurut keadaan yang sebenarnya yang tidak memerlukan pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak baru dan/atau pengukuhan Pengusaha Kena Pajak baru.  
Permohonan perubahan data terutama alamat sebagaimana dimaksud pada ayat 1, anda harus mengajukan permohonan sendiri dan dapat dilakukan secara jabatan sesuai dengan ketentuan DJP. Untuk pengajuan permohonan perubahan alamat anda harus mengisi formulir terlebih dahulu. 
Download Formulir Perubahan Data
Dalam hal anda tidak sempat melakukan perubahan data langsung ke KPP, DJP menyediakan fasilitas perubahan data secara elektronik. Permohonan perubahan data sebagaimana dimaksud secara elektronik dengan mengisi Formulir Perubahan Data Wajib Pajak pada Aplikasi e-Registration yang tersedia pada laman Direktorat Jenderal Pajak ereg.pajak.go.idPermohonan perubahan data yang telah disampaikan melalui Aplikasi e-Registration dianggap telah ditandatangani secara elektronik atau digital dan mempunyai kekuatan hukum.

Apabila anda telah disetujui dan mendapat surat keterangan telah dilakukan perubahan alamat dari DJP yang perlu anda lakukan sebagai PKP pengguna aplikasi e-faktur adalah merubah alamat di aplikasi e-faktur. Cara merubahnya cukup mudah, anda hanya perlu melakukan sinkronisasi alamat di aplikasi e-faktur.

Cara merubah alamat di efaktur
Cara merubah alamat di aplikasi e-faktur

  • Login aplikasi e-faktur, kemudian pilih menu Management Upload
  • Pilih Profil PKP. Setelah muncul dialog profil PKP klik refresh / Sinkronisasi Profil PKP dari DJP
  • Perlu diingat juga untuk melakukan sinkronisasi aplikasi e-faktur harus terhubung dengan internet karena akan menghubungkan dengan server DJP.
  • Jika internet terhubung maka anda akan diminta memasukkan captcha dan password e-nofa anda.
  • Klik submit hingga sukses dan tutup aplikasi login kembali.
Intinya anda harus mengajukan permohonan perubahan alamat di KPP. Setelah berubah maka anda hanya perlu mengajukan sinkronisasi seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Cara ini juga hanya berlaku jika anda beralih ke alamat dalam satu kawasan atau dalam wewenang satu KPP. Apabila anda pindah ke berbeda kawasan dengan wewenang KPP lain, anda harus mengajukan pindah. Demikian, semoga bermanfaat.
Baca juga Ketentuan e-faktur jika PKP pindah

Saat Buka Aplikasi eSPT "Format tanggal tidak sesuai"

Setelah melakukan instalasi sebuah aplikasi, pastinya user akan segera mengoperasikan. Dalam proses instal ataupun pasca instal, apabila sesuai dengan prosedur yang telah disediakan di petunjuk instalasi tentunya aplikasi akan berjalan tanpa error. Terkadang, meskipun kita sudah mengikuti prosedurnya masih saja muncul error.

Seperti saat proses instal aplikasi eSPT, proses instal berjalan sesuai dengan rencana tanpa suatu error yang muncul. Nah, dari situ kemudian saya berfikir bahwa aplikasi memang sudah siap digunakan karena instalnya saja tidak masalah. Pada saat akan membuat laporan SPT dengan aplikasi eSPT ternyata muncul notifikasi error yaitu "Format tanggal tidak sesuai" dan aplikasi tertutup secara otomatis atau forced closed.

Nah error keterangan format tanggal tidak sesuai, memang bukan kesalahan proses instal, anda uninstal dan instal ulang aplikasi eSPT pasti akan tetap muncul notifikasi tersebut. Dari keterangan format tanggal tidak sesuai berarti ada ketidaksesuaian antara pengaturan format tanggal di komputer atau laptop anda dengan aplikasi eSPT.

Cara setting format tanggal tidak sesuai di region and language
Cara setting format tanggal tidak sesuai di Region and Language
Solusinya cukup simple yaitu anda harus mengubah format “Region and Language” komputer atau laptop yang anda gunakan ke Indonesia. Caranya

  • Buka Control Panel pilih Clock, Language, and Region kemudian pilih Region and Language. Atau bisa dengan cara cepat klik menu atau tombol start ketik region and language.
  • Ubah Format ke Indonesia (Indonesia) dan Locationnya Indonesia. Biasanya hal ini karena format defaultnya dari komputer atau laptop English (United States).
  • Disamping itu perhatikan additional settingnya, pastikan telah sesuai dengan settingan yang ada di komputer atau laptop
  • Setelah diganti ke Indonesia dan additional settingnya sesuai langsung klik Apply dan OK.
Buka kembali aplikasi eSPT anda, apabila cara di atas sudah anda lakukan dengan urut dan benar maka aplikasi dapat dibuka dengan normal. Demikian, semoga bermanfaat.

Solusi e-Faktur Reject Error ETAXSERVICE 20008 : Nomor Faktur Sudah Digunakan

Setelah input transaksi faktur pajak di aplikasi e-faktur, tentunya PKP harus melakukan upload faktur terlebih dahulu agar faktur yang diterbitkan dinyatakan sah dan lengkap. Untuk dapat diterbitkan kepada lawan transaksi atau pembeli status approval faktur pajak harus "approval sukses". Proses upload faktur pajak baik faktur pajak keluaran, faktur pajak masukan, dan retur tidak perlu saya jelaskan, karena untuk masalah upload faktur tentunya anda sudah mahir.

Yang menjadi kekhawatiran bagi user e-faktur atau dalam hal ini PKP adalah, setelah upload faktur keterangan status approvalnya "reject". Penyebab e-faktur reject memang ada banyak alasannya. Entah karena service DJP ataupun memang ketidaktelitian PKP sendiri saat input data faktur di aplikasi e-faktur.
e-Faktur Reject ETAXSERVICE 20008
e-Faktur Reject ETAXSERVICE 20008

Pokok bahasan kali ini adalah mengenai e-faktur reject error ETAXSERVICE 20008 dengan keterangan Nomor Faktur Sudah Digunakan. Banyak pertanyaan di kalangan PKP mengenai error ETAXSERVICE 20008. Ada beberapa PKP yang memang belum pernah melakukan input faktur pajak atas nomor faktur tersebut (yang direject). Namun yang terjadi setelah upload faktur, status "reject". Jika anda mengalami permasalahan seperti itu, coba cek apakah anda menggunakan beberapa user aplikasi e-faktur atau bisa jadi anda pernah input faktur pajak di aplikasi lain sehingga tidak dalam satu database e-faktur. Yang paling fatal adalah lupa.

Penyebab lain karena putusnya koneksi antara jaringan internet milik anda dan jaringan Service DJP saat upload e-faktur. Bisa jadi saat anda upload e-faktur aplikasi menutup sendiri secara tiba-tiba atau force closed.

Jika memang masalah di atas sedang anda alami atau reject error ETAXSERVICE 20008 solusinya adalah mengganti dengan nomor seri faktur pajak lain. Agar anda segera dapat menerbitkan e-faktur, gantilah nomor faktur pajak tersebut dengan nomor faktur pajak selanjutnya (sesuai urutan). Loncati nomor tersebut dengan input manual ketika rekam.

Apabila anda sudah menggunakan nomor faktur pajak dengan melompati nomor faktur yang direject. Yang perlu anda lakukan selanjutnya adalah mengahapus e-faktur yang reject dan mengajukan permintaan data faktur keluaran yang sudah terupload di Kantor Pelayanan Pajak Terdaftar mulai saat anda menggunakan aplikasi e-faktur. Jadi seluruh data faktur pajak keluaran yang sudah sukses upload. Cara pengajuan data e-faktur silahkan klik link dibawah ini, caranya sama meskipun judulnya beda jauh.
Baca : Solusi untuk database efaktur rusak atau hilang tanpa ada Backup
Setelah dapat datanya, langsung anda imporkan data tersebut di menu faktur - faktur keluaran - import. Silahkan cek, apakah nomor faktur yang reject sudah masuk atau tidak. Jika sudah berarti anda pernah merekamnya. Jika tidak ada, silahkan kembalikan nomor faktur tersebut ke KPP tempat anda terdaftar dengan mengisi formulir yang sudah disediakan DJP. Demikian, semoga bermanfaat.

Cara Simpel Instal Aplikasi e-Faktur di Macbook

Siapa yang tak kenal dengan macbook? Adalah salah satu jenis komputer jinjing atau laptop macintosh yang saat ini digandrungi oleh pecinta Teknologi Informasi. Produk yang dibuat oleh Apple Inc, merupakan produk terlaris dan tidak diragukan lagi kemampuannya. Tapi tidak dengan di Indonesia, macbook merupakan salah satu produk yang jarang orang memiliki. Berbeda dengan windows yang setiap orang pasti memiliki dan pernah menggunakan.

Jarangnya orang memiliki macbook menjadikan orang yang biasa memakai windows akan kaku ketika mengoperasikan, karena sistem operasinya sangat berbeda. Disamping itu, ada beberapa aplikasi yang memang membutuhkan pengaturan khusus ketika diinstal di macbook. Ketika aplikasi di windows tinggal instal saja, di macbook anda harus melakukan pengaturan-pengaturan khusus yang mungkin bagi anda terlihat mudah ternyata ketika dilakukan aplikasi tidak berjalan.

Seperti halnya dengan aplikasi e-faktur, bagi pengguna windows mungkin terasa mudah ketika melakukan instal, tinggal jalanin EtaxInvoice saja. Sedangkan di macbook, anda langsung instal atau membuka saja tidak akan mau jalan. Memang ada pengaturan yang harus anda lakukan ketika akan instal aplikasi e-faktur di macbook. Tenang, instalnya simpel kok. 

Pertama, siapkan aplikasi e-faktur yang memang khusus untuk macintosh, dapat anda download di efaktur.pajak.go.id. Download di alamat website tersebut, merupakan alamat resmi milik DJP untuk download aplikasi e-faktur, pilih Aplikasi e-Faktur Macinthos 64 bit. Setelah terdownload, ekstrak file taruh di tempat yang anda inginkan, dalam hal ini dicontohkan file e-faktur berada di dekstop dengan nama "eFaktur."
Cara simple instal aplikasi e-faktur di Mac
Cara simple instal aplikasi e-faktur di Mac

Buka terminal macbook, cara buka terminal di macbook ada beberapa yaitu buka Application, pilih Utilities, kemudian klik Terminal, selain itu anda juga bisa membuka Terminal dengan menggunakan Spotlight di sudut kanan atas, dan pada dock (akses cepat ke aplikasi) macbook.

Jika sudah muncul tampilan dialog terminal, ikuti petunjuk seperti pada gambar di atas atau ketiklah seperti dibawah. Pastikan aplikasi e-faktur berada di direktori yang dimaksud misalnya cd dekstop akan membawa anda ke direktori dekstop

  • cd Dekstop/
  • cd eFaktur/EFaktur_Mac64
  • -/EtaxInvoice
Setelah anda ketik -/EtaxInvoice dan tekan enter seharusnya aplikasi e-faktur akan terbuka. Cara di atas, jika anda lakukan dengan benar dan urut maka aplikasi e-faktur akan dapat digunakan. Demikian cara simpel instal aplikasi e-faktur di macbook, semoga bermanfaat.

Solusi e-Faktur Error ETAX 20044 SPT Kurang Bayar

Pada akhir bulan Kantor Pelayanan Pajak pasti selalu rame akan wajib pajak, terutama Pengusaha Kena Pajak (PKP). Hal ini berkaitan dengan batas akhir pelaporan SPT Masa PPN 1111. Bagi anda yang sering laporan SPT Masa PPN 1111 usahakan jangan mepet waktu akhir pelaporan, agar saat terjadi error waktu load SPT ke sistem DJP atau buat SPT di aplikasi e-faktur anda tidak bingung.

Seperti yang penah dialami oleh salah satu wajib pajak, pada akhir bulan akan melaporkan SPT Masa PPN 1111 terkendala error di aplikasi e-faktur. Saat akan melaporkan SPT tentunya harus membuat SPT di aplikasi e-faktur. Pada saat posting berhasil, akan tetapi saat akan membuat file CSV dan file PDF sebagai syarat pelaporan SPT PPN 1111, aplikasi muncul error. Error tersebut adalah error ETAX 20044 dengan keterangan SPT Kurang Bayar.

error ETAX 20044
error ETAX 20044

Sebagai PKP yang biasa melaporkan SPT Masa PPN 1111 dengan SPT nihil tentunya bingung saat mendapatkan keterangan ETAX 20044. Padahal setelah dicek ada transaksi di e-faktur yang memang menjadikan SPT kurang bayar. Solusinya adalah lakukan pembayaran atas kurang bayar tersebut, kemudian rekam SSP di SPT.

Lakukan perekaman SSP yang sudah anda bayarkan ke Bank atau Pos Persepsi ke dalam SPT yang akan anda laporkan. Caranya, login aplikasi e-faktur kemudian pilih atau buka SPT yang akan anda laporkan dan mengalami error ETAX 20044. Setelah itu masuk pada SPT Induk 1111, pada bagian II huruf G SSP, masukkan pembayaran anda dan harus sama dengan jumlah Kurang bayar yang sudah tertera. Terutama adalah terdapat NTPN hasil pembayaran.

Apabila sudah input SSP, cobalah buat SPT yaitu CSV dan PDF kembali. Apabila sudah sesuai pembayaran dengan jumlah kurang bayar seharusnya bisa. Demikian, semoga bermanfaat.

Mudahnya Lapor SPT Elektronik atau eSPT

Mudahnya Lapor Pajak e-SPT
Mudahnya Lapor Pajak e-SPT

Mulai tahun 2016 wajib pajak terutama PKP yang telah menggunakan aplikasi e-faktur dan Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI/Polri, dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib melaporkan SPT Tahunan dengan SPT elektronik atau eSPT. Mungkin bagi sebagian orang hal tersebut terasa sulit karena harus elektronik, kenapa tidak manual saja adtang ke Kantor Pelayanan Pajak? Ya memang awal sebelum mengenal sistem ini pasti akan bingung, setelah itu dijamin bakal ngerasa mudahnya dengan sistem eSPT.

Dasar hukum terkait lapor SPT elektronik atau eSPT adalah Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-03/PJ/2015 yang berlaku sejak 13 Februari 2015 tentang Penyampaian SPT Elektronik. Dalam PER-03/PJ/2015 pasal 4 disebutkan bahwa wajib pajak yang harus menyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasilan dalam bentuk dokumen elektronik atau eSPT adalah

  • Wajib Pajak yang diwajibkan menyampaikan SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 21 dalam bentuk dokumen elektronik sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan dan memiliki kewajiban untuk melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan
  • Wajib Pajak yang diwajibkan menyampaikan SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai dalam bentuk dokumen elektronik sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan dan memiliki kewajiban untuk melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan
  • Wajib Pajak yang sudah pernah menyampaikan SPT Elektronik
  • Wajib Pajak yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Madya, Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus dan Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar.

Media Lapor eSPT

Untuk dapat melaporkan eSPT ada beberapa media yang sudah disediakan oleh DJP, baik melalui aplikasi internal maupun aplikasi pihak ketiga. Tentunya akan sangat membantu para wajib pajak dalam lapor eSPT. Berikut media yang bisa anda manfaatkan untuk lapor eSPT
  • Melalui Internet di djponline.pajak.go.id. Jika anda akan melaporkan SPT melalui djponline ada 2 mekanisme yang disediakan yaitu pengisian langsung di djponline dan upload CSV hasil aplikasi eSPT. Untuk pengisian langsung SPT yang disediakan adalah SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 S dan 1770 SS. Sedangkan untuk upload CSV di djponine disediakan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770, SPT Tahunan PPh Badn 1771, SPT Masa PPh Pasal21/26, SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2). Sebelum melakukan pelaporan melalui djponline anda harus aktivasi EFIN terlebih dahulu di KPP terdekat sebagai syarat ketika anda buat akun nantinya.
  • Melalui Perusahaan Penyedia Layanan SPT Elektronik. Ada beberapa perusahaan yang telah ditunjuk oleh DJP sebagai mitra dalam pelaporan eSPT yaitu PT. Sarana Prima Telematika (www.spt.co.id), PT. Mitra Pajakku (www.pajakku.com), PT. Bank Rakyat Indonesia (https://eform.bri.co.id/efiling), dan PT. Achilles Advanced Systems (www.online-pajak.com).
  • Melalui aplikasi Android OP-ku. Merupakan aplikasi android untuk pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 S dan 1770 SS. Aplikasi tersebut disediakan oleh Perusahaan Penyedia Layanan SPT Elektronik yaitu PT. Mitra Pajakku.
  • Langsung datang ke KPP untuk menyampaikan eSPT. Apabila anda akan lapor SPT Tahunan Orang Pribadi formulir 1770 dan Badan 1771 maka harus di KPP terdaftar.
  • Melalui pos/perusahaan jasa ekspedisi/kurir. Anda dapat melaporkan eSPT melalui POS/Jasa ekspedisi dengan memasukkan file CD/flasdisk beserta hardcopynya.

Pelaksanaan pelaporan SPT Elektronik atau eSPT mengikuti tata cara sesuai PER-41/PJ/2015 tentang Pengamanan Transaksi Elektronik Layanan Pajak Online. Setiap Wajib Pajak yang menggunakan Layanan Pajak Online harus memiliki EFIN. EFIN tersebut diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak, Anda harus melakukan aktivasi EFIN di KPP sebelum dapat mendaftarkan diri di Layanan Pajak Online dalam hal ini DJP Online
Baca : Cara aktivasi EFIN untuk djponline 
Di atas adalah beberapa media yang dapat anda manfaatkan untuk melaporan eSPT. Syarat agar eSPT yang anda laporkan dapat diterima, anda harus mengisinya secara benar dan lengkap. Disamping itu sesuaikan dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh DJP. Apabaila pelaporan eSPT telah sukses dan lengkap anda akan menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE). 
Baca : Cara Lapor SPT Masa PPN Online di djponline
Link di atas merupakan salah satu cara peloporan SPT online. Pelaoran melalui layanan yang disediakan langsung oleh DJP yaitu djponline. Bagi anda PKP yang setiap bulan melakukan laporan SPT Masa PPN dapat lapor secara online di djponline. Sekarang lapor pajak mudah bukan? Demikian, semoga bermanfaat. 

eBilling : Gunakan Sistem Billing Pajak Versi Terbaru sse3.pajak.go.id

Seiring dengan kesadaran masyarakat indonesia dengan adanya pajak, maka Direktorat Jenderal Pajak (DJP) selaku pemilik otoritas pajak wajib memberikan pelayanan dengan semudah mungkin. Tak heran sekarang banyak masyarakat yang berkunjung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk melakukan kewajiban melakukan laporan SPT atau hanya sekedar konsultasi berkaitan pajak. DJPpun terus berbenah demi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pajak dan demi mencapai tarhet penerimaan yang dari tahun ke tahun semakin tinggi.

Memang, menjadi keharusan bagi DJP untuk memberikan kenyamanan dalam transaksi perpajakan kepada wajib pajak. Baru-baru ini diawal bulan desember 2016, DJP telah meluncurkan salah satu sistem billing terbaru yang yaitu ebilling pajak versi 2. eBilling merupakan metode pembayaran pajak secara elektronik menggunakan Kode Billing dan Kode billing itu adalah kode identifikasi yang diterbitkan melalui sistem Billing atas suatu pembayaran atau setoran pajak yang dilakukan oleh wajib pajak.

Sistem Billing Pajak Versi Terbaru dapat diakses pada sse3.pajak.go.id. Meskipun DJP telah menerbitkan sistem billing pajak baru, sistem billing lama yaitu sse.pajak.go.id masih dapat diakses dan digunakan seperti biasa. Keterangan lebih lanjut terkait sistem billing pajak baru sebagai berikut

  • Apabila anda belum terdaftar dalam sistem billing pajak silahkan menggunakan sse3.pajak.go.id (versi terbaru) untuk melakukan pendaftaran.
  • Apabila anda telah memiliki akun Sistem Billing Pajak maka dapat login pada eBilling Pajak versi 2 atau sse3.pajak.go.id menggunakan NPWP dan PIN seperti pada eBilling Pajak versi sebelumnya (sse.pajak.go.id)
  • Terdapat fitur tambahan pada sistem billing pajak versi baru, yaitu pembuatan Billing atas NPWP pihak lain (untuk Potongan/Pungutan pajak) dan pembuatan Billing untuk untuk jenis Pembayaran Pajak tanpa-NPWP
  • Tidak perlu aktivasi EFIN layaknya DJP Online
  • Apabila anda sudah terdaftar dalam DJP online, anda tidak perlu melakukan pendaftaran atau buat akun. Yang harus dilakukan adalah menggunakan fasilitas Lupa PIN.

Cara Daftar dan Menggunakan sse3.pajak.go.id

Pertama, persiapkan alamat email aktif dan nomor NPWP yang anda miliki karena pendaftaran akan mewajibkan anda untuk mengisi alamat email serta NPWP. Masuk alamat website sse3.pajak.go.id atau link sse3.pajak.go.id. Apabila anda sudah memiliki akun versi pertama silahkan gunakan untuk login. Sedangkan bagi anda yang belum memili akun, silahkan klik belum punya akun.

Cara daftar ebilling versi terbaru sse3.pajak.go.id
Cara daftar ebilling versi terbaru
Isikan data sesuai dengan nomor NPWP yang anda miliki, jika sesuai nama akan otomatis muncul nama anda. Masukkan email aktif yang telah anda persiapkan sebelumnya, isikan PIN berjumlah 6 digit sesuai keinginan anda, lalu masukkan captcha yang telah tersedia dan klik daftar. Pastikan captcha benar karena jika salah anda akan mengisi form dari awal. 

Setelah sukses melakukan pendaftaran, silahakan cek email anda untuk membuka link aktivasi yang sudah dikirimkan oleh DJP. Cek inbox email dan spam, pastikan telah ada. Jika link aktivasi belum anda terima silahkan minta kirim ulang link aktivasi dengan klik "belum menerima link aktivasi" pada halaman pertama sse3.pajak.go.id. 

Klik link aktivasi, login dengan NPWP dan PIN yang sudah anda buat waktu pengisian form pendaftaran. Gunakan untuk buat kode billing sesuai pembayaran pajak yang akan anda lakukan. Demikian, semoga bermanfaat.

Cara Lengkap Daftar NPWP Online Terbaru

Seiring dengan perkembangan jaman mengharuskan kita untuk selalu mengupdate berbagai informasi yang ada. Semakin updatenya informasi tentunya diimbangi dengan kemajuan teknologinya. Masyarakatpun sekarang inginnya serba praktis baik dalam bekerja atu mengurus administrasi pemerintahan. Pemerintah tentu saja selalu memberikan fasilitas yang praktis atau berbasi online kepada masyarakat dalam menyelesaikan administrasi yang berkaitan pemerintah. Tak terkecuali Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang selalu memperbaiki diri dengan meluncurkan berbagai aplikasi-aplikasi berbasis online demi menunjang kenyamanan masyarakat dalam memenuhi hak dan kewajiban perpajakan.

Aplikasi-aplikasi online yang DJP luncurkan dan dapat digunakan oleh masyaraat sekarang ini adalah DJP Online yang dapat digunakan untuk membuat kode billing (e-billing) dan lapor pajak online atau e-filling, e-nofa online untuk meminta nomor faktur pajak online, e-faktur untuk melakukan administrasi faktur pajak secara online, dan e-registrasion untuk membuat NPWP online.

Pokok bahasan kali ini adalah e-registration yaitu perdaftaran atau membuat NPWP secara online. Keuntungan dari sistem online ini, anda tidak perlu repot-repot datang ke Kantor Pelayanan Pajak dan hanya memanfaatkan website yang disediakan oleh DJP yaitu pajak.go.id. Untuk memulai membuat NPWP secara online, langsung saja klik alamat tersebut atau kunjungi pajak.go.id kemudian pilih e-registration. Tetapi sebelum memulainya alangkah baiknya anda mempersiapkan bahan yang dibutuhkan yaitu

  • Identitas/KTP
  • Foto atau scan KTP asli
  • Email yang aktif ataus sering anda gunakan

Setelah klik alamat diatas, anda akan ditujukan pada halaman pertama ereg (istilah daftar online di pajak), disana terdapat kolom-kolom untuk memasukkan email dan password apabila anda sudah terdaftar. Apabila anda belum terdaftar (belum punya akun) silahkan klik daftar, untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu.
daftar dan masukkan email dan captcha
Masukkan alamat email aktif anda, dan captcha yang ada pada sebelah kolom captcha, pastikan keduanya dengan benar karena DJP akan melakukan verifikasi terhadap status keaktifan email anda melalui pengiriman instruksi langkah berikutnya dari proses pendaftaran akun ke email anda. Email ini sekaligus akan menjadi email yang akan digunakan di formulir pada proses pendaftaran NPWP. Apabila email dan captcha anda sudah sesuai maka akan keluar notifikasi seperti dibawah ini, yang menandakan link telah sukses dikirim ke email anda.
Terimakasih. Anda telah selesai melakukan langkah 1 dari pendaftaran akun di sistem kami. Selanjutnya silahkan cek email anda(termasuk di folder spam),untuk mendapatkan link untuk melanjutkan langkah 2 dari rangkaian proses pendaftaran akun. 
Langsung cek email anda, cari inbox dari alamat email eregistration@pajak.go.id. Apabila tidak ada di inbox silahkan cek pada menu update atau spam pada akun email anda. Untuk melanjutkan langkah pendaftaran akun, silakan klik tautan atau link verifikasi yang telah tersedia. 

email hasil kiriman eregistration@pajak.go.id
Link tersebut menuju pada Pendaftaran Akun  (Langkah 2 dari 2) dan email anda telah terverifikasi untuk Anda gunakan untuk mendaftar akun pada sistem DJP. Di sana anda diharuskan mengisi kolom-kolom identitas, yang bertanda bintang merah wajib anda isi. 
  • Untuk jenis WP yang anda pilih disini menentukan jenis WP yang dapat anda daftarkan melalui akun anda nantinya. Misalnya Anda memilih WP Badan,maka Anda hanya akan dapat mendaftarkan NPWP Badan. Dalam hal ini saya mencontohkan memilih NPWP Orang Pribadi
  • Pada kolom nama, tuliskan nama anda dengan lengkap dan benar TANPA gelar. Nama ini akan digunakan pada formulir Pendaftaran NPWP.
  • Pada kolom email, otomatis terisi dan email ini diambilkan dari email yang Anda daftarkan pada langkah sebelumnya. Email ini akan digunakan pada formulir Pendaftaran. Pastikan alamat email yang anda gunakan adalah email yang masih aktif. 
  • Untuk password silahkan buat dan isi sesuai keinginan anda, tidak dipersayratkan berapa huruf dan angka.
  • Isikan nomor HP yang masih aktif dan tidak akan pernah diubah karena akan digunakan pada formulir Pendaftaran NPWP. Karena jika suatu ada pemberitahuan atau bantuan nomor HP anda akan jadi rujukan.
  • Terakhir pilih pertanyaan dan jawaban yang sesuai dengan anda dan masukkan captcha. Langsung klik daftar.
Jika kolom-kolom pendaftaran yang anda isi sukses makan akan muncul notifikasi "Terimakasih. Anda telah selesai melakukan langkah 2 dari pendaftaran akun di sistem kami. Selanjutnya silahkan cek email anda(termasuk di folder spam),untuk mendapatkan link untuk melanjutkan langkah Aktifasi dari rangkaian proses pendaftaran akun."

Cek email anda, seperti sebelumnya klik tautan pada link verifikasi. Proses selanjutnya akan muncul notifikasi "Selamat! Akun atas nama xxxxx telah berhasil dibuat. Fasilitas pertama yang dapat anda nikmati melalui sistem kami adalah Pendaftaran NPWP". Silahkan klik disini untuk memulai Pendaftaran NPWP pada notifikasi tersebut dan anda akan ditujukan pada halam pertama aplikasi ereg.

Lakukan login dengan email dan password yang sudah anda daftarkan pada cara diatas. Jika benar anda akan dituju pada halaman perndaftaran. Pada halaman ini atau disebut juga halaman form, anda diminta memasukkan identitas permohonan anda. Isikan sesuai permohonan dan keadaan anda saat ini.
Formulir Pendaftaran NPWP Online
Pada tahap atau menu persyaratan, anda diminta untuk melengkapi berkas. Untuk memproses permohonan pendaftaran NPWP diperlukan persyaratan yang harus dilampirkan. Metode yang digunakan dalam mengirim lampiran permohonan ada dua yaitu Unggah (Jenis file gif, jpg, jpeg, png dengan ukuran file maksimal 1MB/file) atau dengan kirim manual. Apabila anda memilih untuk mengunggah file, unggah file yaitu foto atau scan KTP yang sudah anda persiapkan sebelumnya dan usahakan tidak lebih dari 1Mb. Sedangkan untuk kirim manual anda harus datang ke Kantor Pelayanan Pajak tempat anda terdaftar, misalnya anda asli Sleman Yogyakarta maka anda harus menyerahkan persyaratan tersebut ke Kantor Pelayanan Pajak Sleman. Mudah yang mana silahkan anda pilih.
Persyaratan diatas sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor:Per-38/Pj/2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-20/Pj/2013 Tentang Tata Cara Pendaftaran Dan Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak,Pelaporan Usaha Dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak,Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak,Serta Perubahan Data Dan Pemindahan Wajib Pajak.
Jika sudah langsung klik next menuju bagian pernyataan. pada bagian pernyataan terdapat pernyataan bahwa dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas adalah benar dan lengkap. Centang keduanya dan simpan. Setelah itu anda akan menerima email kembali terkait nomor registrasi anda, yang perlu anda simpan dijadikan bukti bahwa anda telah melakukan registrasi NPWP Online. Tunggu email dari DJP kembali karena proses pendaftaran NPWP Online yang anda isi harus dicek dan diverifikasi. Apabila sudah sesuai dan disetujui maka anda akan mendapatkan email berupa persetujuan serta nomor NPWP anda.

Jika sudah mendapatkan email persetujuan berupa nomor NPWP dari DJP, anda perlu menunggu kurang lebih 5 hari kerja setelah persetujuan dikirmkan untuk menerima karu NPWP anda. Kart NPWP akan dikirmkan ke alamat anda pada saat pengisian formulir pendaftaran NPWP Online. Simple dan mudah bukan? Demikian, semoga bermanfaat.

Solusi e-Faktur Error ETAX-30002 Tidak Dapat Melakukan Hashing


Setelah melakukan input faktur keluaran di aplikasi e-faktur, secara pasti akan menerbitkan kepada pembeli/penerima Barang Kena Pajak (BKP)/Jasa Kena Pajak (JKP). Tentunya sebelum diterbitkan dan menjadi faktur pajak yang dapat dinyatakan secara lengkap sesuai aturan formal harus dilakukan upload terlebih dahulu. Upload ini menghubungkan dengan server DJP, kelengkapan e-faktur yang sudah diinput akan diverifikasi apakah sukses atau reject.

Yang menjadi kekhawatiran para wajib pajak dalam hal ini anda sebagai PKP adalah upload e-faktur tiba-tiba notifikasi reject. Banyak notifikasi dan alasan reject, tergantung dengan kesesuaian e-faktur yang anda input. Seperti yang akan kita bahas, selesai upload ternyata reject. Keterangan e-faktur reject "ETAX-30002 tidak dapat melakukan hashing". Yang ada dalam pikiran anda sama dengan saya semestinya yaitu kata hashing, tidak dapat melakukan hashing.

Secara umum saja, hashing adalah transformasi dari karakter string menjadi nilai yang lebih pendek atau key yang mewakilkan string aslinya. Hashing biasanya digunakan untuk mengindex dan mengambil item atau data dalam suatu database.

Solusi Tidak Dapat Melakukan Hashing

  • Pastikan file sertifikat elektronik ada dan tidak berpindah tempat penyimpanan. Dalam hal anda telah memindahkan sertifikat, maka harus melakukan setting ulang atau path kembali di aplikasi e-faktur.
  • Lakukan path atau import ulang sertifikat elektronik yang anda miliki dan/atau yang sudah digunakan sebagai registrasi e-faktur. Caranya, Login aplikasi efaktur - menu referensi - Administrasi Sertifikat - klik open kemudian cari lokasi sertifikat yang anda simpan. Apabila sertifikat elektronik hilang atau tidak ditemukan, bisa download di enofa online. Login enofa online kemudian pilih menu download sertifikat digital.
  • Setelah dapat sertifikat elektronik, anda diminta untuk memasukkan passphrase sebagai keamanan sertifikat elektronik.
  • Simpan hingga muncul notifikasi "path sertifikat berhasil diupdate".
Setelah cara di atas anda lakukan, coba lakukan upload kembali. Demikian, terima kasih.

e-Filling : Cara Lapor Pajak Online SPT Masa PPN di DJP Online

Untuk cara melaporkan SPT baik SPT Tahunan dan/atau SPT Masa sebenarnya ada tiga yaitu melalui loket penerimaan SPT di Kantor Pelayanan Pajak, dikirim melalui POS/jasa kirim barang, dan secara online yaitu e-filling. Mungkin bagi anda selaku wajib pajak, yang belum diketahui secara pasti adalah cara lapor SPT online melalui e-filling. Di era modern ini, tentunya yang dicari adalah cara praktis dan efisien atau online. E-filling merupakan menyampaian SPT secara elektronik, lebih mudah dan lebih cepat.

Yang menjadi pokok pembahasan kali ini adalah cara lapor pajak online SPT Masa PPN e-filling. SPT merupakan bentuk/wujud laporan pajak yang harus dipenuhi oleh Wajib pajak. Apabila anda dan/atau sebagai badan usaha yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak maka selaku wajib pajak memiliki kewajiban lapor pajak bulanan yang disebut SPT Masa, laporan tersebut antara lain
  • Lapor SPT Masa PPh Pasal 21
  • Lapor SPT Masa PPN
  • Lapor SPT Masa PPh Pasal 25

Syarat Lapor SPT Masa PPN Online

Untuk dapat melakukan lapor SPT Masa PPN Online e-filling tentunya PKP harus memenuhi persyaratan terlebih dahulu. Syarat yang paling utama adalah memiliki akun di DJP Online. Jika belum memiliki akun di DJP Online silahkan buat terlebih dahulu dengan login di alamat djponline.pajak.go.id. Namun, anda harus aktivasi EFIN dahulu agar dapat membuat akun di DJP Online karena waktu membuat akun di DJP Online ada kolom yang harus memasukkan EFIN. EFIN adala Electronic Filing Identification Number merupakan nomor identitas yang diterbitkan oleh KPP bagi WP yang mengajukan permohonan untuk menggunakan e-Filing. Itu adalah syarat utama agar bisa melakukan lapor SPT Masa PPN Online dan pajak online lainnya.
  • Agar lancar lapor SPT Masa PPN Online pastikan file yang akan diunggah dalam format CSV
  • yang wajib diunggah nantinya adalah file CSV, sedangkan file PDF tidak diwajibkan. Karena sudah disediakan upload file PDF manfaatkan untuk upload bukti pendukungnya.
  • Anda tidak dapat mengunggah file PDF saja tetapi jika hanya file CSV bisa diunggah.
  • Hanya 1 (satu) buah file csv yang dapat diunggah
  • Hanya 1 (satu) buah file pdf yang dapat diunggah
  • Karena lapor SPT Masa PPN sekarang harus output dari aplikasi e-faktur maka pastikan CSV dan PDF merupakan hasil output dari aplikasi e-faktur.
  • Jangan merubah nama file baik CSV maupun PDF hasil aplikasi e-faktur biarkan sesuai outputnya.
  • Jika mengunggah file PDF bukti lain silahkan convert kedalam PDF dan ukuran terkecil serta bukan dari file hasil scan.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online

Untuk melaporkan SPT Masa PPN Online di DJP Online tentunya anda sebagai PKP sudah memiliki aplikasi e-faktur. Sesuai persyaratan di atas bahwa file CSV tidak boleh diubah namanya, biasanya format nama file CSV hasil efaktur adalah 
9999999999990000909201600F1232040111. 15 digit pertama adalah NPWP. 8 digit selanjutnya adalah Masa dan Tahun Pajak SPT PPN. 2 digit selanjutnya adalah jenis SPT Normal/Pembetulan. 11 digit terakhir atau F1232040111 adalah identitas/ciri SPT PPN.
Apabila file CSV dan PDF yang anda miliki sudah sesuai format dan persyaratan. Sebagai asumsi formalnya file CSV dan PDF hasil output dari aplikasi e-faktur. Jika sudah, mulailah lapor SPT Masa PPN di DJP Online. Berikut caranya :

Login dengan akun yang telah anda buat di djponline.pajak.go.id. Masukkan NPWP dan Password yang sudah anda miliki saat buat akun di DJP Online serta kode keamanan yang tertera. Kemudian klik Login.

Ketika sudah berhasil login, klik e-Filling dan Buat SPT. Jika nanti muncul pertanyaan Apakah Anda Menjalankan Usaha atau Pekerjaan bebas? Jawab Iya. Lalu klik upload SPT. Kemudian akan diarahkan untuk upload file CSV dan PDF yang telah anda siapkan

e-filling SPT Masa PPN Online

Setelah klik Start Upload, akan muncul pesan bahwa proses upload selesai selanjutnya anda diminta untuk meminta kode verifikasi. Klik oke dan akan muncul kode rincian SPT yang akan dilaporkan serta kolom kode verifikasi. Segera ambil kode verifikasi dengan mengeklik link {Di sini} selanjutnya silahkan cek email yang sudah didaftarkan di djponline.

e-filling SPT Masa PPN Online

Jika anda sudah mendapatkan kode verifikasi yang ada di email, copy kode tersebut dan masukkan ke dalam kolom kode verifikasi. Pastikan rincian SPT dan kode verifikasi sudah benar lalu klik kirim SPT. Selanjutnya cek email kembali dan pastikan anda sudah menerima tanda terima penyampaian Laporan SPT Masa PPN secara online atau cek di menu submit SPT dengan action lihat BPE.

Tanda Terima SPT Online

Simpan Bukti Penyampaian SPT Elektronik atau Tanda Terima Laporan SPT Masa PPN Online yang telah anda terima, karena suatu saat pasti akan diminta oleh Kantor Pelayanan Pajak. Demikian cara lapor pajak online SPT Masa PPN di DJP Online, tentunya praktis, cepat, dan mudah bukan? Semoga bermanfaat

Solusi Error eSPT PPh Tahunan Badan : Run-time error '339' Component Comdlg32.ocx Not Correctly Registered : a file is missing or invalid

Setelah melakukan instal aplikasi eSPT PPh Tahunan Badan, tentunya anda akan segera memakai untuk melakukan laporan PPh Tahunan Badan. Perlu diingat untuk pelaporan PPh Tahunan Badan usahakan sebelum 30 April. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kepadatan saat pelaporan dan memudahkan jika terjadi error saat penggunaan aplikasi eSPT PPh Tahunan Badan. Apabila anda PKP dan telah menggunakan aplikasi e-faktur maka anda diwajibkan untuk melakukan pelaporan SPT Tahunan Badan dalam bentuk elektronik atau eSPT.

Karena menggunakan aplikasi eSPT maka anda harus menginstal terlebih dahulu aplikasi eSPT PPh Tahunan Badan. Yang menjadi pokok bahasan kali ini adalah saat aplikasi eSPT PPh Tahunan Badan sudah terinstal dan saat membuka aplikasi eSPT terjadi error. Notifikasi error tersebut adalah Run-time error '339' Component Comdlg32.ocx or one of its dependencies Not Correctly Registered : a file is missing or invalid.
error SPT PPh Tahunan Badan (Comdlg32.ocx)
Pertama kali mengalami permsalahan tersebut saya juga bingung. Setelah saya baca, keterangan error tersebut menyasar pada Comdlg32.ocx. Comdlg32.ocx merupakan file yang dibutuhkan aplikasi untuk konfigurasi port tertentu dalam sebuah jaringan. Error muncul karena comdlg32.ocx tidak tersedia di windows dan tidak ditempatkan pada folder system32 pada windows.

Berikut solusi Run-time error '339' Component Comdlg32.ocx or one of its dependencies Not Correctly Registered : a file is missing or invalid

  • Download Comdlg32.ocx Disini dan pilih link Click Here to Download COMDLG32.OCX
  • Comdlg32.ocx hasil download tadi dimasukkan ke folder (C:)\Windows\System32\ untuk windows 32bit dan ke folder (C:)\Windows\SysWOW64\ untuk windows 64bit. Bisa juga diletakkan dalam folder instalasi eSPT lokasi di (C:)\Program Files\DJP.
  • Klik kanan pada Command Prompt atau cmd pilih Run as administrator kemudian ketik (C:)\Windows\System32\regsvr32 comdlg32.ocx untuk windows 32bit dan/atau (C:)\Windows\System32\regsvr32 comdlg32.ocx sampai muncul notifikasi DllRegisterServer in comdlg32.ocx succeeded yang menandakan cara tersebut berhasil dilakukan.
Keterangan Berhasil Dilakukan
Keterangan gambar di atas saya lakukan pada windows7 32 bit dan berhasil meregister comdlg32.ocx. Buka kembali aplikasi eSPT PPh Tahunan Badan, apabila cara diatas anda lakukan secara berurutan dan benar pasti akan berhasil dan tidak muncul error lagi. Demikian, semoga bermanfaat.

Download eSPT Masa PPh 21-26 Terbaru Tahun 2016 Versi 2.4

Dengan banyaknya pertanyaan mengenai eSPT Masa PPh 21-26 perihal PTKP terbaru 2016, bukti potong tidak final, dan bagi yang tidak ber-NPWP atau bukan pegawai. Apalagi dengan cara perlakuan eSPT Masa PPh 21-26 terhadap adanya Tax Amnesty. Direktorat Jenderal Pajak secara resmi melalui website pajak.go.id baru saja mengeluarkan aplikasi eSPT Masa PPh 21-26 terbaru yaitu versi 2.4.

Aplikasi eSPT Masa PPh 21-26 terbaru Versi 2.4 dirilis resmi dirilis pada hari Senin, 21 November 2016 yang merupakan aplikasi eSPT versi terbaru di tahun 2016. Aplikasi eSPT Masa PPh 21-26 Versi 2.4 memperbaharui aplikasi eSPT Masa PPh 21-26 versi sebelumnya yaitu eSPT Masa PPh 21-26 Versi 2.3. 

Download eSPT Masa PPh 21-26 Terbaru Versi 2.4

Untuk memperoleh aplikasi eSPT Masa PPh 21-26 terbaru Versi 2.4 dapat didownload di website resmi DJP di pajak.go.idterdapat dua file yang harus didownload yaitu Patch2.4.0.0.zip dan SingleInstallerE-SPT2126_V2.4.zip. Sedangkan apabila anda ingin mendownload langsung bisa klik 
Patch eSPT Masa PPh 21-26 V.2.4 
Single Installer eSPT Masa PPh 21-26 Terbaru Versi 2.4

Berikut ini pokok-pokok perubahan yang ada di aplikasi eSPT Masa PPh 21-26 terbaru versi 2.4

  • Tombol ’Select All’ sudah tersedia untuk menghapus bukti potong
  • Menu bukti poting tidak final, bagi yang tidak ber-NPWP atau bukan pegawai, untuk PTKPnya dianggap berstatus TK/0
  • Untuk SPT Induk, poin B.1.3 s.d B.1.10 untuk kolom Jumlah Penerima Penghasilan dan kolom Jumlah Penghasilan Bruto sudah dapat di edit, sedangkan untuk Jumlah Pajak Penghasilannya, tidak dapat di edit
  • Bukti potong tidak final, DPP nya otomatis sudah sama dengan bruto
  • Untuk bendahara pemerintah/pembuat bukti potong A2 sudah ditambah NIP/NRP
  • Pembetulan atas pembulatan perseribu dikenakan untuk PKP (Pendapatan Kena Pajak) bagi pegawai harian yang dibayarkan secara bulanan, bukan PPh nya yang dibulatkan

Cara penggunaan Installer atau Patch Versi 2.4

Apabila di komputer/laptop anda sudah terinstal aplikasi eSPT Masa PPh 21-26 versi sebelumnya tidak perlu lagi melakukan instal baru tetapi cukup instal patch2 type file : application yang ada di file patch. Tinggal ikuti petunjuknya dengan mencari lokasi file eSPT Masa PPh 21-26 yang sudah terinstal. Biasanya lokasi file ada di (:C)-Program files-DJP. Jika sudah klik Terapkan Patch.

Bagi anda pengguna yang belum pernah menginstal aplikasi eSPT Masa PPh 21-26 dapat menginstal single installer yang terdapat di file download SingleInstallerE-SPT2126_V2.4.ZIP. Untuk proses intsal seperti instal eSPT lainnya. Perlu diingat juga, anda tidak perlu menginstal aplikasi eSPT Masa PPh 21-26 versi sebelum-sebelumnya cukup yang terbaru versi 2.4 langsung bisa digunakan. Sebelum menginstal pastikan requirement atau software pendukung sudah terinstal agar tidak mengganggu proses instal.

baca : Software pendukung yang wajib ada di komputer/laptop sebelum instal eSPT
Demikian, semoga bermanfaat dan tidak terjadi permasalahan untuk proses download maupun instal aplikasi eSPT Masa PPh 21-26 Terbaru Versi 2.4.