Solusi Menu Create CSV eSPT Tahunan PPh Badan Tidak Muncul

Pernah ada masalah eSPT Tahunan PPh Badan yang bisa jadi masalah tersebut adalah sepele dan membuat saya bingung tanya-tanya ke sana kemari. Ada wajib pajak yang datang ke KPP dengan membawa laptop yang sudah terinstal aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan. Tidak hanya itu, aplikasi eSPTnya pun sudah siap untuk membuat file CSV yang berarti sudah selesai input data SPT. File CSV merupakan salah satu syarat wajib bagi wajib pajak yang akan lapor SPT Tahunan PPh Badan.

Saat akan membuat file CSV, ternyata masalahnya adalah tombol create CSV tersebut tidak aktif atau tidak muncul. Ya tentunya tidak akan bisa lapor dong kalau menu create file CSVnya tidak muncul. Saya otak-atik, lihat apakah ada yang error aplikasinya. Ternyata tidak ada masalah dalam aplikasi eSPTnya.
Menu Create CSV Tidak Muncul solusinya Input SSP
Menu Create CSV Tidak Muncul - Input SSP
Telusur-telusur, penyebabnya adalah Surat Setoran Pajak atau SSP belum diinput dalam aplikasi eSPT. Karena SPT milik wajib pajak status akhirnya Kurang Bayar (KB) maka wajib untuk input SSP. SSP yang sudah terbayarkan dan dinyatakan sah kemudian saya inputkan ke dalam eSPT di menu SPT PPh - Daftar Surat Setoran Pajak.

Setelah itu coba kembali create file CSV, akhirnya muncul dan file CSV berhasil terbentuk untuk dilaporkan. Permasalahannya sepele tetapi jika memang tidak memahami alur eSPT ya bingung juga dengan mengahruskan isi SSP terlebih dahulu sebelum buat file CSV. 

Selain itu, terdapat penyebab lain yang menyebabkan menu create CSV di aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan tidak muncul. Lampiran V dan VI biasanya wajib pajak lupa untuk mengisi. Seharusnya Lampiran V dan VI SPT Tahunan PPh Badan diisi (open form) dan transkrip kutipan elemen lapangan keuangan juga harus diisi. Demikian, semoga bermanfaat.

File CSV SPT Tahunan PPh Badan Gagal Dibuka di Peneiti SPT Tahunan

CSV error gagal dibaca oleh peneliti
Ada beberapa permasalahan yang terjadi saat bergulirnya laporan SPT Tahunan, salah satunya terjadi saat proses penelitian. Untuk wajib pajak yang melakukan laporan SPT Tahunan dengan aplikasi eSPT yang sudah disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak tentunya perlakuannya berbeda. Untuk wajib pajak dengan eSPT saat laporan SPT Tahunan harus menggunakan media elektronik dalam bentuk file CSV yang merupakan output dari aplikasi eSPT.

Wajib pajak yang sudah wajib menggunakan aplikasi eSPT adalah wajib pajak Badan. Setiap wajib badan jika akan melakukan laporan SPT Tahunan PPh Badan harus menggunakan aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan. File CSV hasil dari eSPT Tahunan PPh Badan dilaporkan ke KPP terdaftar beserta hardcopynya.

Namun, ada permasalahan yang terjadi saat wajib pajak melaporkan file CSV langsung ke KPP. Saat dilakukan penelitian ternyata file CSV tidak dapat terbaca oleh aplikasi Direktorat Jenderal Pajak sehingga SPT Tahunan PPh badan tidak dapat diterima dan diproses. Padahal, CSV yang berhasil dibuka adalah salah satu syarat kelengkapan SPT Tahunan. Alhasil harus balik lagi buat file CSV lagi. 

Penyebab tak terbacanya CSV oleh aplikasi viewer Direktorat Jenderal Pajak karena karakter return carriage atau dikenal dengan karakter ENTER. Sebenarnya karakter ini tidak terlihat karena hanya berupa perpindahan baris antar karakter saja. Tetapi karakter ini menyebabkan CSV pelaporan SPT gagal dibuka oleh peneliti. 

Cara mengatasi masalah karakter ENTER ini adalah dengan menggunakan pointer mouse atau tombol tab apabila hendak berpindah kolom saat mengisi SPT. Apabila mengisi suatu kolom menggunakan metode copy paste, pastikan tidak ada karakter enter yang ikut. 

Karakter ENTER sering masuk ketika melakukan copy paste dari aplikasi spreadsheet semacam Microsoft Excel ke kolom di SPT. Karena melakukan copy pada cell, seharusnya copy saja isi cell-nya, bukan keseluruhan cell-nya. Dengan copy paste keseluruhan cell, terkadang karakter enter ikut masuk. Jadi pastikan, jangan copy paste mentah-mentah suatu data ke aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan. 

Apabila anda mengalami permasalahan tersebut, cek hasil inputan data anda di aplikasi eSPT. Cari field/kolom di aplikasi eSPT yang terdapat karakter enternya. Jika sudah, buat CSV kembali dan laporkan lagi. Demikian, semoga bermanfaat.
Download dan Instal eSPT Tahunan PPh OP Versi 1.5 Terbaru

Download dan Instal eSPT Tahunan PPh OP Versi 1.5 Terbaru

Berakhirnya tahun pajak 2016 mengharuskan wajib pajak untuk mempersiapkan laporan perpajakannya. Lapor pajak merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh wajib pajak. Lapor pajak yang dimaksud adalah dituangkan dalam bentuk SPT Tahunan PPh.

Sebagai wajib pajak Orang Pribadi (OP) ada dua cara melakukan laporan SPT Tahunan PPh yaitu manual langsung dengan formulir SPT yang sudah disediakan dan menggunakan aplikasi eSPT yang sudah disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Titik fokus pada pembahasan kali ini adalah menggunakan eSPT Tahunan PPh OP.

Saran saya lebih baik menggunakan eSPT Tahunan PPh OP karena lebih praktis dan administrasinya lebih tertata. Bagi anda yang belum memiliki aplikasi eSPT Tahunan PPh OP versi terbaru yaitu versi 1.5 silahkan Download eSPT Tahunan PPh OP Versi 1.5 Download Disini. Aplikasi ini merupakan aplikasi resmi dari Direktorat Jenderal Pajak yang sudah saya ekstrak dan jadikan satu file sehingga memudahkan anda untuk download. Setelah anda download, ekstrak file tersebut, terdapat 2 folder yaitu

  • eSPT PPh OP v1.5
    Merupakan aplikasi versi terbaru eSPT Tahunan PPh OP, di dalam folder tersebut terdapat dua folder yaitu Patch 1.5 dan Setup 1.5. Apabila dalam laptop/pc anda sudah terinstal eSPT Tahunan PPh OP versi pertama (versi 1.3) tinggal double klik patch.exe, tunggu proses hingga sukses terupdate ke versi 1.5. Apabila belum terinstal eSPT Tahunan PPh OP langsung saja buka folder Setup 1.5 dan double klik Setup.msi. Tunggu dan ikuti proses instalasinya.
  • Setup OP dan OPS (Per-19.2014)
    Merupakan aplikasi eSPT Tahunan PPh 1770 dan 1770S yang telah sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor: PER-19/PJ/2014. Aplikasi versi pertama yaitu versi 1.3 yang rilis 5 Februari 2016.

Update terakhir versi 1.5 berupa penyesuaian perhitungan penyetahunan penghasilan WP PPh OP Form 1770 dan 1770S. Adapun Poko perubahannya adalah
  • Penambahan checklist pada masing-masing form SPT PPh OP
  • Checklist menggunakan perhitungan sendiri pada SPT PPh OP Form 1770
  • Checklist menggunakan perhitungan sendiri pada SPT PPh OP Form 1770S
  • Perbaikan penulisan rumusan perhitungan SPT Induk Form 1770 dan 1770S

Cara Merubah Faktur Pajak Masukan Yang Sudah Sukses Upload

Untuk faktur pajak masukan memang berbeda dengan faktur pajak keluaran. Apabila faktur pajak keluaran setelah upload terdapat kesalahan dalam measukkan nominal harga, nama barang yang dijual, atau alamat lawan transaksi masih bisa diganti dengan menerbitkan faktur pajak pengganti. Yang menjadi pertanyaan banyak wajib pajak, bagaimana dengan faktur pajak masukan yang setelah upload ternyata terdapat kesalahan?

Biasanya kesalahan yang terdapat dalam upload faktur pajak masukan adalah kesalahan mengkreditkan masa pajak, ada juga yang salah dalam memasukkan nominal. Padahal untuk nominal seharusnya jika tidak sama dengan faktur pajaknya tidak akan sukses upload. Permasalahan ini belum saya ketahui secara pasti mengapa salah nominal bisa saja sukses upload. Seharusnya memang ada auto correction untuk nominal ini.

Secara aplikasi e-faktur, jika faktur pajak masukan sudah sukses terupload maka tidak dapat diubah maupun diganti. Kecuali lawan transaksi atau penerbit faktur pajak keluaranlah yang mengganti dengan menerbitkan faktur pajak pengganti. Terus jika salah masa pajak gimana dong? Ya bisa saja diatasi dan diganti, tetapi memang ada cara yang sedikit rumit. Berikut caranya
Cara Merubah Faktur Pajak Masukan
Cara Merubah Faktur Pajak Masukan

  • Download aplikasi e-faktur yang baru sesuai dengan versi laptop/pc anda 32 bit atau 64 bit. Jika anda sudah memiliki aplikasi e-faktur versi terbaru yang belum tergistrasi gunakan saja.
  • Selanjutnya masuk pada folder Backup di aplikasi e-faktur lama anda (yang terdapat pajak masukan salah upload). Di dalam folder backup terdapat beberapa file dengan type WinrarZIP archive. Cari tanggal dimana faktur pajak masukan anda belum diinput dan/atau belum diupload. Misalnya tanggal 14 Januari 2017 (lihat gambar).
  • Copy dan pastekan ke tempat lain kemudian Extract file tersebut hingga membentuk folder db.
  • Folder db tersebut copy dan pastekan ke dalam aplikasi e-faktur yang barusan anda download atau belum registrasi.
  • Jalan EtaxInvoice dan setelah berhasil login lihat dalam administrasi faktur pajak masukannya. Faktur pajak masukan yang salah masa (salah mengkreditkan) sudah hilang.
  • Yang perlu anda lakukan adalah input ulang faktur pajak masukannya dan upload kembali. Diperhatikan lagi masa pajak yang akan anda kreditkan.
Cara diatas merupakan cara merubah faktur pajak masukan yang sudah sukses upload. Sedikit rumit memang. Catatan penting untuk cara diatas adalah database yang terinput setelah tanggal 14 Januari 2017 tidak akan terinput ke dalam aplikasi baru. Yang harus anda lakukan adalah silahkan ekport data-data aplikasi e-faktur lama mulai dari faktur pajak keluaran, lawan transaksi, nama barang kemudian anda imporkan ke dalam aplikasi e-faktur yang baru. Dengan cara tersebut data e-faktur lama akan masuk ke dalam aplikasi e-faktur baru.

Selanjutnya, untuk administrasi faktur pajak silahkan menggunakan aplikasi e-faktur yang baru. Demikian, semoga bermanfaat.

Solusi Aplikasi e-Faktur Error "the exe cannot be modified after it generated"

Sebenarnya error aplikasi e-faktur yang akan saya bahas kali masih ada kaitannya dengan error database yaitu error ETAX-10001. Saat buka aplikasi e-faktur apabila database mengalami masalah misalnya database corrupt akan muncul error ETAX-10001 yang mengakibatkan aplikasi e-faktur tidak dapat dijalankan. Tenang, sudah ada solusi yang dibahas.

Selain itu, yang menjadi perhatian pada pembahasan kali ini adalah saat setelah buka aplikasi e-faktur dengan klik EtaxInvoice langsung muncul error "the exe cannot be modified after it generated". Pertama kali mendapati error tersebut saya juga bingung maksudnya bagaimana. Sebelumnya aplikasi e-faktur milik wajib pajak digunakan lancar dan baik-baik saja.

Tiba-tiba muncul error "the exe cannot be modified after it generated". Tenang, saya sudah mendapatkan solusi yang tepat untuk error tersebut.

  • Download aplikasi e-faktur terbaru sesuai dengan versi laptop/pc anda 32 bit atau 64 bit. Jika anda sudah memiliki (yang belum diregistrasi) gunakan saja. 
  • Ambil folder db dari aplikasi e-faktur yang mengalami error. Copy dan langsung saja pastekan ke dalam folder aplikasi e-faktur yang barusan anda download.
  • Jalankan EtaxInvoice
Cara di atas saya lakukan dan aplikasi e-faktur berhasil digunakan kembali. Tetapi, pernah saya lakukan cara di atas namun tidak berhasil, entah akibatnya juga saya belum mengetahui secara pasti. Kemudian saya lakukan solusi selanjutnya
efaktur error the exe cannot be modified after it generated
Isi Dalam Folder Backup
  • Masuk pada folder backup aplikasi e-faktur yang mengalami error the exe cannot be modified after it generated. Di dalamnya terdapat beberapa file dengan type Winrar ZIParchive. Cari file dengan tanggal dimana aplikasi e-faktur masih normal dijalankan. Misalnya (lihat gambar) tanggal 05 Desember 2016. 
  • Copy dan pastekan file di tempat lain kemudian Extract hingga membetuk folder db
  • Folder db tersebut kemudian anda copy dan pastekan ke dalam aplikasi e-faktur yang barusan anda download atau yang masih fresh belum teregistrasi.
  • Jalankan EtaxInvoice
Cara yang kedua juga sudah saya buktikan dan berhasil mengembalikan aplikasi e-faktur. Perlu diperhatikan juga, untuk cara kedua database yang ada dalam aplikasi e-faktur adalah database sampai dengan 05 Desember 2016. Database setelah itu silahkan mengajukan permintaan database di KPP. Demikian, semoga bermanfaat.

Download dan Instal eSPT Tahunan PPh Badan Versi Terbaru Tahun Pajak 2016

Download eSPT Tahunan PPh Badan

Dengan berakhirnya tahun pajak 2016, maka bagi anda wajib pajak yaitu CV, PT, Badan Usaha Lain yang sudah ditetapkan sebagai wajb pajak. Perlu diperhatikan, bahwa awal tahun 2017 anda memiliki kewajiban untuk melakukan laporan SPT Tahunan PPh Badan. Laporan SPT Tahunan PPh Badan paling lambat 4 bulan setelah batas akhir tahun pajak 2016 atau paling lambat 30 April 2017.

Mulai tahun 2016 wajib pajak badan dalam melakukan laporan SPT Tahunan PPh Badan diwajibkan dalam bentuk elektronik atau eSPT. Oleh karena itu, bagi anda yang belum memiliki aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan versi terbaru, ini saya sampaikan versi terbaru. Aplikasi ini merupakan resmi dari Direktorat Jenderal Pajak yang sudah saya ekstrak dan dijadikan dalam satu file.
Download Aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan Tahun Pajak 2016 DISINI
Ekstrak file yang barusan anda download, di dalamnya terdapat 3 file subfolder yaitu

  • Installer eSPT PPh Badan 2010.msi
  • setup espt pph badan rupiah.exe
  • Update badan rp 2010-042013.exe
Yang pertama perlu anda lakukan adalah instal eSPT Tahunan PPh Badan dengan double klik pada Installer eSPT PPh Badan 2010.msi. Instal seperti aplikasi pada umumnya. Setelah aplikasi eSPT PPh Tahunan Badan berhasil terinstal pada laptop/PC, segera lakukan update aplikasi ke versi terbaru dengan double klik pada Update badan rp 2010-042013.exe

Apabila aplikasi eSPT sudah berhasil anda update, silahkan gunakan untuk melakukan pelaporan SPT Tahunan PPh Badan Tahun Pajak 2016. Demikian, semoga bermanfaat.

Buka eSPT Muncul Error "koneksi ke database gagal, silahkan cek DSN yang dipilih"

Kali ini saya akan membahas solusi yang berkaitan dengan koneksi ke database yang gagal setelah anda menginstal aplikasi eSPT. Hal tersebut berakibat aplikasi eSPT tidak dapat dijalankan dengan baik. Yang pernah saya alami dan pernah saya tangani berkaitan error eSPT, menurut saya yang butuh perlakuan sedikit rumit adalah error database. Kebanyakan error yang terjadi adalah saat buka pertama kali eSPT PPh Tahunan Badan. Saat pertama kali buka eSPT PPh Tahunan Badan, aplikasi berhasil terbuka namun tidak bisa membuka databasenya (error) dan muncul peringatan “koneksi ke database gagal, silahkan cek DSN yang dipilih".

Cara setting DSN di Control Panel
Tenang, berikut akan saya sampaikan langkah untuk mengatasi error tersebut. Pertama buka Control Panel, pilih System and Security -  Administrative Tools. Untuk Windows 7, dengan view by Category dapat langsung pilih System and Security - Administrative Tools, atau anda bisa langsung ketikkan pada search. Kemudian pilih Data Sources (ODBC) - System DSN. Di field tersebut akan terdapat nama-nama database eSPT, pilih dan double klik database eSPT yang anda kehendaki. Anggap saja kita setting database hasil pertama instalasi eSPT PPh Tahunan Badan yaitu db 1771_2010.

Setting DSN
Setting DSN
Apabila anda akan menambahkan database baru pada aplikasi eSPT, maka klik saja add dan pilih Microsoft Access Driver (*.mdb) atau pilih Microsoft Access Driver (*.mdb, *.accb) sama saja tergantung type database yang digunakan lalu klik tombol finish. Isikan data source name dengan nama yang anda inginkan (bebas), untuk description tidak perlu anda isikan.

Selanjutnya, pada bagian database select, klik tombol lalu cari lokasi database pada kolom directories dengan double klik folder yang ada di dalamnya (misal di drive C:\Program Files\DJP\eSPT 1771 2010\Database\). Di kolom sebelah kiri akan muncul nama-nama database, pilih nama database yang sudah anda persiapkan dan ingin anda koneksikan ke dalam aplikasi eSPT. Klik ok dan apply.

Catatan lain yang tak kalah pentingnya saat anda mensetting DSN. Ketika anda memilih System DSN pada Administrative Tools, saat ingin koneksi DSN ternyata kolom System Data Sourcesnya kosong tidak ada sama sekali nama dan type databasenya. Selain itu, ketika anda pilih Add hanya ada pilihan SQL Server. Hal ini terjadi kemungkinan besar pada Windows7 64 bit.

Solusinya, buka drive (C:) kemudian pilih folder windows. Kemudian masuk pada folder sysWOW64 dan pilih odbcad32.exe. Buka odbcad32.exe dengan double klik maka akan muncul ODBC Data Source Administrator dan setting DSN. Lakukan setting seperti cara yang sudah dijelaskan di atas.

Jika semua cara anda lakukan dengan cermat dan sesuai perintah maka setting DSN pada aplikasi eSPT anda akan berhasil. eSPT anda siap digunakan untuk membuat laporan perpajakan. Demikian, semoga bermanfaat.

Cara Menghapus Sisa Nomor Faktur 2016 Yang Tidak Terpakai Agar Nomor Faktur Pajak 2017 Muncul Otomatis

Beberapa hari ini saya mendapat pertanyaan yang selalu sama dari wajib pajak berkaitan dengan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) yang tidak terpakai. Bukan cara mengembalikan NSFP yang tidak terpakai tetapi perlakuan Nomor Faktur 2016 yang tidak terpakai di aplikasi e-faktur. Beberapa wajib pajak menginformasikan dan menanyakan bahwa Nomor Seri Faktur Pajak 2017 yang barusan di input dalam aplikasi e-faktur tidak muncul otomatis.

Memang kebanyakan nomor seri faktur pajak yang barusan diinput di aplikasi e-faktur tidak muncul otomatis.  Mungkin anda baru saja dan/atau sedang mengalami masalah nomor faktur tidak muncul otomatis? Berikut saya sampaikan solusinya

Cara Menghapus Sisa Nomor Faktur 2016 Yang Tidak Terpakai Agar Nomor Faktur Pajak 2017 Muncul Otomatis
Cara Hapus Range Faktur Pajak

Apabila anda selama tahun pajak 2016 mendapatkan jatah nomor seri faktur pajak sebanyak 20 nomor yaitu nomor 1 sampai dengan 20 dan yang terpakai hanya 15 nomor faktur pajak maka di tahun 2017 anda harus mengembalikan 5 nomor seri faktur pajak yang tidak terpakai tersebut ke KPP terdaftar. Sedangkan anda di tahun 2017 sudah mengajukan permohonan nomor seri faktur pajak dan disetujui.

Setelah anda input nomor seri faktur pajak terbaru (tahun 2017) di aplikasi e-faktur dan anda akan menerbitkan faktur pajak 2017 ternyata nomor seri faktur pajak yang muncul masih nomer seri 2016. Agar nomor faktur pajak 2017 muncul otomatis silahkan masuk menu Referensi kemudian pilih Referensi Nomor Faktur. Klik baris range nomor seri faktur pajak tahun 2016 yang masih tersisa lalu klik tombol Hapus Range Nomor Faktur.

Berikutnya akan muncul notifikasi "Anda tidak dapat menghapus nomor faktur ini karena sudah terpakai sebagai nomor faktur, Anda hanya dapat mengupdate Referensi Nomor Faktur dengan nilai xxxxxxxx, Yakin akan melakukan update Referensi Nomor faktur ini? klik saja "Yes". Apabila nomor faktur anda berhasil terhapus dan update ke yang baru, maka akan muncul notifikasi "Referensi Nomor Faktur berhasil diupdate".

Tenang, baris range nomor faktur yang barusan anda hapus tidak akan hilang dari referensi di aplikasi e-faktur karena hanya update saja. Silahkan coba input faktur pajak 2017, secara otomatis akan muncul nomor faktur 2017. Demikian, semoga bermanfaat

Cara Mengganti Penandatangan e-Faktur

Mungkin bagi sebagian wajib pajak terutama PKP ada yang belum memahami prinsip yang ada di aplikasi e-faktur yang berkaitan dengan penandatanganan e-faktur. Prinsip aplikasi e-faktur, yang dapat mengupload faktur pajak adalah yang menandatangai e-faktur. Siapa yang menandatangai? Yang menandatangani faktur pajak di aplikasi e-faktur adalah pejabat yang sudah didaftarkan kepada Direktorat Penderal Pajak. Selain itu juga merupakan pegawai atau user yang diberikan previleges sebagai admin utama.

Disamping itu, yang akan tertera dalam e-faktur adalah yang anda daftarkan saat masukkan nama lengkap di daftar user saat registrasi aplikasi e-faktur. Penandatanganan e-faktur juga terpaku pada menu Management Upload - Profil PKP bagian penandatanganan.

Cara Mengganti Penandatangan e-Faktur

Cara merubah penandatanganan e-faktur sebenarnya cukup simpel. Yang perlu anda lakukan adalah daftarkan pejabat, pegawai dan/atau pengurus perusahaaan yang telah ditunjuk sebagai penandatanganan e-faktur ke Direktorat Jenderal Pajak. Silahkan datang ke KPP tempat anda terdaftar untuk mendaftarkan.

Setelah orang yang sudah ditunjuk sebagai penandatangan e-faktur terdaftar resmi di Direktorat Jenderal Pajak selanjutnya anda perlu merubahnya di aplikasi e-faktur. Silahkan masuk menu Referensi - Administrasi User - Pilih user admin utama dan klik ubah user. Silahkan ubah nama lengkap user dengan penandatangan yang baru kemudian klik daftarkan user.

Cara Mengganti Penandatangan e-Faktur
Cara Mengganti Penandatangan e-Faktur

Setelah itu anda harus merubah juga profil PKP di menu Management Upload - Profil PKP - Penandatanganan. Jika keduanya sudah anda rubah maka penandatanganan e-faktur anda akan berubah dengan yang baru dan barusan anda daftarkan.

Yang harus anda perhatikan juga adalah nama penandatangan yang sudah salah atau terlanjur sukses upload sudah tidak bisa dirubah. Salah satu cara untuk merubahnya, anda harus membuat faktur pajak pengganti. 

Apabila setelah anda merubah penandatangan e-faktur dan anda mempreview faktur tersebut, yang keluar tetap nama penandatanganan yang lama atau nama Perusahaan tidak usah khawatir. Hal tersebut karena belum anda upload dan status belum approval sukses oleh Direktorat Jenderal Pajak. Setelah faktur anda upload dan status approval sukses maka penandatangan akan berubah sesuai dengan yang anda rubah atau yang ditunjuk. Demikian, semoga bermanfaat.

Saat Import Database e-Faktur Error ETAX 20002 : Nomor Faktur Sudah Terdaftar

Permasalahan yang akan saya bahas kali ini berkaitan dengan import database e-faktur yang didapat dari hasil permintaan database e-faktur ke KPP. Biasanya alasan wajib pajak meminta database e-faktur ke KPP karena database e-faktur yang dimiliki hilang dan/atau corrupt. Bisa juga karena virus sehingga aplikasi e-faktur yang ada di komputer/laptop hilang. Untuk cara meminta database e-faktur ke KPP tidak perlu saya jelaskan kembali.
Baca : Database e-Faktur Rusak atau Hilang Tanpa Ada Backup
Yang menjadi pokok bahasan kali ini adalah proses import database e-faktur yang mengalami error. Banyak dialami oleh wajib pajak saat import database e-faktur yang didapat dari KPP mengalami error. Error yang pernah ditemui adalah ETAX 20002 "Nomor Faktur Sudah Terdaftar". Penyebab dari munculnya error ETAX 20002 adalah merekam/mengimpor faktur dengan nomor faktur yang sudah pernah diinput sebelumnya.
e-Fakttur Error ETAX 20002 Nomor Faktur Sudah Terdaftar
e-Faktur Error ETAX 20002
Solusi yang pertama anda lakukan adalah silahkan cek pada administrasi faktur keluaran di aplikasi e-faktur sudah ada tidaknya nomor faktur yang mengalami error ETAX 20002. Pernah saya temui di aplikasi e-faktur wajib pajak setalah import database e-faktur ternyata ada beberapa nomor faktur pajak yang mengalami error ETAX "Nomor Faktur Sudah Terdaftar".

Saya cek memang nomor-nomor faktur pajak yang error telah terinput di aplikasi e-faktur tetapi dengan status reject. Akhirnya nomor faktur yang status reject tersebut saya hapus. Setelah itu database e-faktur kembali saya import dan akhirnya berhasil masuk seluruhnya data yang berada dalam database tersebut.

Intinya jika anda mengalami permasalahan error ETAX 20002 "Nomor Faktur Sudah Terdaftar" cek dulu di administrasi faktur pajak keluaran. Demikian, semoga bermanfaat.

e-Faktur Error ETAX 30023 | Sertifikat Elektronik e-Faktur Jangan Diganti Nama

Dalam beberapa hari ini saya menemui beberapa permasalahan pada wajib pajak terkait dengan sertifikat elektronik e-faktur. Sebenarnya sangatlah mudah dan terlalu simpel jika saya membahas permasalahan ini. Akan tetapi wajib pajak banyak yang tidak mengetahui permasalahan terkait sertifikat elektronik ini.

Waktu memandu wajib pajak untuk melakukan registrasi ulang e-faktur saya menemukan kesalahan error saat setelah memasukkan sertifikat elektronik dan passphrase. Keterangan error yang muncul adalah error ETAX 30023 : "File Certificate tidak bisa di pakai, Passphrase certificate salah tidak dapat memakai sertifikat digital".

Saya pun bingung pada saat itu karena setelah saya cek sertifikat elektronik milik wajib pajak memang miliknya dan passphrase yang dimasukkan sudah sesuai. Berulang kali saya coba masukkan sertifikat elektronik dan passphrase saat registrasi ulang e-faktur error tetap sama ETAX 30023. Kemudian saya buka katalog error e-faktur terkait error ETAX Lihat Disini.

efaktur error ETAX 30023
error ETAX 30023
Di katalog error e-faktur dijelaskan bahwa penyebab error ETAX 30023 adalah Format Certificate Salah, File Certificate tidak ditemukan, Certificate bukan milik user terdaftar, Tidak ditemukan Certificate yang benar untuk user. Kami pun bergerilya mencari penyebab tersebut satu per satu.

Pada akhirnya tertuju pada format nama sertifikat elektronik milik wajib pajak yang tidak biasanya. Ternyata oleh wajib pajak, sertifikat elektronik tersebut diganti namanya menjadi 9 digit NPWP. Sebenarnya kalau sertifikat elektronik e-faktur sudah diganti nama tidak akan dapat dipakai lagi, istilahnya formatnya sudah tidak sesuai atau corrupt. 

Solusi permasalahan sertifikat yang sudah diganti nama adalah saya download ulang sertifikat elektronik di enofa online. Login enofa online dan pilih menu Download Sertifikat Digital. Setelah terdownload gunakan sertifikat elektronik baru tersebut untuk registrasi ulang e-faktur. Dengan memakai sertifikat elektronik yang barusan download akhirnya aplikasi e-faktur berhasil teregistrasi.

Pesan yang dapat diambil, ketika akan melakukan patch sertifikat elektronik ke dalam aplikasi e-faktur atau install sertifikat elektronik ke dalam browser jangan sampai sertifikat elektronik diganti namanya. Demikian, semoga bermanfaat.

Cara Mengembalikan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) Yang Tidak Digunakan

Mengembalian NSFP
Mengembalikan NSFP
Setiap Pengusaha Kena Pajak dalam menerbitkan e-faktur kepada lawan transaksi atau pembeli tentunya membutuhkan Nomor Seri Faktur Pajak yang sering disingkat NSFP. NSFP yang sah dan resmi adalah NSFP yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Pengertian NSFP sesuai Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 24 Tahun 2012 tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan Dalam Rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan Atau Penggantian, Dan Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak adalah
Nomor seri yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak kepada Pengusaha Kena Pajak dengan mekanisme tertentu untuk penomoran Faktur Pajak yang berupa kumpulan angka, huruf, atau kombinasi angka dan huruf yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak
Setiap PKP yang akan menerbitkan e-faktur harus terlebih dahulu mengajukan permohonan NSFP, untuk cara mengajukan permohonan NSFP ada dua yaitu secara langsung datang ke Kantor Pelayanan Pajak terdaftar dan/atau secara online melalui e-nofa online. Saran saya untuk permintaan NSFP lebih praktis dan nyaman secara online.
Baca : Cara Permintaan NSFP Online
Nah, dengan adanya permohonan permintaan NSFP yang diajukan PKP kepada Direktorat Jenderal Pajak maka ada aturan yang mengikat terkait NSFP yang telah diterbitkan. Peraturan tersebut mengharuskan PKP pada setiap akhir tahun untuk mengadministrasikan NSFP terutama yang tidak digunakan pada tahun tersebut, misalnya tahun 2016 untuk dikembalikan kepada Direktorat Jenderal Pajak. 

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 24 Tahun 2012 Pasal 10 Ayat 2, Nomor Seri Faktur Pajak yang tidak digunakan dalam suatu tahun pajak tertentu dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak tempat PKP dikukuhkan bersamaan dengan SPT Masa PPN Masa Pajak Desember tahun pajak yang bersangkutan dengan menggunakan formulir sebagaimana diatur dalam Lampiran IVF yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini.

Tujuan Direktorat Jenderal Pajak mengatur pengembalian nomor seri faktur pajak adalah untuk mencegah penyalahgunaan nomor seri faktur pajak dan mengawasi kerapian administrasi wajib pajak.

Jadi setiap tahun anda harus mengadministrasikan mana NSFP yang tidak anda gunakan dan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak tempat anda terdaftar. Syarat dan cara mengembalikan NSFP yang tidak digunakan sangat mudah. Pertama anda harus mengisi formulir pengembalian NSFP yang terdapat pada lampiran IVF Perdirjend Nomor 24 Tahun 2012. Anda dapat mendownload Formulir Pengembalian NSFP DISINI.

Anda harus mengisi formulir secara lengkap dan menandatangani formulir tersebut. Download dan bisa langsung ditulis tangan. Setelah anda isi lengkap tinggal anda laporkan langsung atau nanti beserta dengan laporan SPT Masa PPN masa desember yang batas akhir pelaporannya akhir bulan Januari.

Siapkan dan laporkan NSFP yang tidak anda gunakan, pasti saat anda melaporkan SPT Masa PPN masa Desember akan diminta oleh petugas pajak yang melayani. Tidak ribet juga kan? hanya mengisi satu formulir. Semoga bermanfaat.

Solusi Error Saat Ekstrak File eSPT "Error winrar diagnostic message"

Error eSPT kali ini berkaitan dengan error pada saat selesai download dan kita akan melakukan instalasi eSPT. Kebanyakan wajib pajak atau mungkin termasuk anda, untuk pemilihan aplikasi yang akan di download pasti lebih memilih download aplikasi eSPT di pajak.go.id. Merupakan website resmi milik Direktorat Jenderal Pajak yang sudah memiliki kepercayaan tinggi di kalangan wajib pajak.

Namun, pembahasannya bukan soal pemilihan website untuk download aplikasi eSPT. Permasalahannya adalah pada saat selesai melakukan download aplikasi di pajak.go.id dan setelah dilakukan ekstrak file hasil download muncul pesan error "Error winrar diagnostic message".

Winrar : Diagnostic Messages
Winrar : Diagnostic Messages

Udah lama download, eh taunya malah error. Tenang, penyebab muncul error "Error winrar diagnostic message" hanya karena file installer yang anda download belum terdownload seluruhnya. Misalnya anda download file installer Aplikasi eSPT PPh OP 2016 Ver.1.5 sebesar 29 Mb, proses download sudah selesai tetapi file tidak terdownload sempurna (terdownload hanya 25 Mb).

Hal ini biasanya karena jaringan internet yang anda gunakan untuk download installer eSPT kurang kuat atau tidak memadai sehingga hanya file yang sebagian terdownload. Solusi error "Error winrar diagnostic message" adalah anda harus mendownload ulang eSPT dengan jaringan internet yang sudah terbukti kuat dan/atau anda bisa mendownload di lain sumber misal di efakturespt.com atau dengan cara lain yang anda anggap mudah. 

Perlu diingat juga, setelah file berhasil dan selesai anda download pastikan ukuran file sama dengan yang tertera pada website. Mudah bukan? Semoga bermanfaat.

Cara Cek Validasi e-Faktur

Cara Cek Validasi e-Faktur
Cara Cek Validasi e-Faktur

Meskipun sudah menggunakan aplikasi e-faktur, masih ada saja beberapa wajib pajak yang memang membutuhkan sistem untuk validasi e-faktur. Kasus ini pernah terjadi saat seorang wajib pajak mendapat e-faktur dari lawan transaksinya, setelah dijadikan sebagai Pajak Masukan ternyata reject terus, entah salah nomor fakturnya atau salah input saya tidak begitu paham. Karena saat itu wajib pajak bertanya melalui telepon.

Mendapatkan kronologi permasalahan e-faktur yang tidak begitu jelas akibat rejectnya, saya akhirnya menyarankan untuk mengecek validitas e-faktur yang telah diterbitkan. Cara cek validasi e-faktur dengan menggunakan aplikasi yang ada di Smartphone, saya menyarankan untuk mendownload aplikasi Scan Barcode e-Faktur di Play store.

Setelah aplikasi terinstal, lakukan scan barcode e-faktur yang anda terima dari lawan transaksi. Nanti anda akan diarahkan ke sebuah content yang berisi tentang informasi e-faktur yang telah anda terima. Teliti apakah sudah sama atau tidak. Dengan menggunakan aplikasi scan barcode e-faktur anda harus terhubung dengan internet.

Yang kedua, yaitu dengan login pada website e-nofa online Login Disini. Pilih menu Pengecekan NSFP, tinggal masukkan NPWP Penerbit Faktur, Nomor Seri Faktur Pajak serta tanggal fakturnya. Dari situlah nanti anda akan mengetahui apakah e-faktur yang anda terima valid atau tidak. 

Demikianlah cara cek validasi e-faktur. Jika anda menggunakan smartphone alangkah lebih praktis mendownload aplikasi scan barcode e-faktur di playstore, mudah dan cepat bukan? Semoga bermanfaat.