Cara Mengubah Password dan Nama User Aplikasi e-Faktur

Password merupakan suatu bentuk kata atau huruf yang sepele, jika terlalu rumit ujung-ujungnya lupa. Mengubah Password dan Nama User Aplikasi e-Faktur mungkin jarang akan dilakukan oleh user aplikasi e-faktur. Topik ini saya ambil karena sempat ada PKP yang menanyakan terkait mengubah password dan nama user aplikasi e-faktur. Alasan untuk diubah karena
  • Pegawai yang biasa menangani atau bertanggung jawab terhadap aplikasi e-faktur sudah pindah kerja atau resign sehingga untuk mengamankan data, PKP atau direktur perusahaan meminta untuk merubah password beserta nama user aplikasi e-faktur.
  • Pada saat registrasi aplikasi e-faktur PKP memasukkan nama user dan password seperti password e-nofa sehingga ketika login akan sedikit rumit karena berisi kombinasi angka dan huruf. PKP menganggap password-password yang akan dimasukkan selalu berkaitan sehingga dimasukkanlah password e-nofa.
Cara Mengubah Password Aplikasi e-Faktur
Cara Mengubah Password Aplikasi e-Faktur

Ketika aplikasi e-faktur berjalan lama, ternyata password dirasa susah dan tidak efektif sehingga akan dirubah. Berikut ini cara mengubah password dan nama user pada aplikasi e-faktur
  • Login aplikasi e-faktur kemudian masuk menu Referensi - Administrasi User.
  • Pada kotak dialog administrasi user klik dahulu [F5/Perbaharui] untuk menampilkan nama-nama user yang telah didaftarkan termasuk user utama.
  • Untuk mengganti password dan nama user silahkan klik Ubah User. Masukkan nama user dan password yang baru. Usahakan yang unik tapi tidak terlalu rumit.
  • Daftarkan User
Password dan nama user telah berhasil diubah, untuk selanjutkan gunakan password dan nama user yang baru untuk login di aplikasi e-faktur. Cukup mudah dan simple karena aplikasi tidak perlu terhubung dengan internet untuk mengubah password dan username. Demikian, semoga bermanfaat.

Cara Membatalkan Faktur Pajak Masukan di Aplikasi e-Faktur

Untuk melakukan kegiatan administrasi faktur pajak terutama membuat dan menerbitkan faktur pajak harus dilakukan upload di aplikasi e-faktur terlebih dahulu. Tidak hanya dalam rangka penerbitkan faktur pajak, PKP pembeli selaku penerima faktur pajak yang disebut Pajak Masukan harus melakukan upload juga di aplikasi e-faktur. Tujuan dilakukannya upload karena faktur yang diterbitkan dan faktur pajak masukkan harus melewati approval Direktorat Jenderal Pajak.

Berbeda dengan aplikasi lainnya yang dimiliki Direktorat Penderal Pajak, aplikasi e-faktur merupakan aplikasi pertama yang perlu dilakukan upload dalam kerjanya. Tidak seperti eSPT PPN 1111 yang begitu mudahnya diopersaikan tanpa melalui tahap upload, sekali input langsung bisa dan mudah.

Setelah melakukan proses upload faktur pajak baik pajak keluaran dan/atau pajak masukan yang sudah sesuai ketentuan, tentunya akan diapprove atau sukses upload oleh Direktorat Jenderal Pajak. Setelah approval sukses anda baru menyadari ada kesalahan dalam faktur pajak. Faktur Pajak yang sudah sukses upload tidak dapat lagi untuk diubah. Untuk faktur pajak keluaran dapat diubah dengan menerbitkan faktur pajak pengganti, ketentuan dan cara membuat faktur pajak pengganti.

Cara membatalkan faktur pajak masukan di aplikasi e-faktur
Cara membatalkan faktur pajak masukan

Sedangkan untuk faktur pajak masukan jika mengalami kesalahan tulis nama, alamat, masa pajak, dan nominal, untuk melakukan perbaikan atau perubahan harus melakukan pembatalan faktur. 

Cara Membatalkan Faktur Pajak Masukan

  • Masuk menu Faktur - Pajak Masukan - Administrasi Faktur - Pilih Faktur Pajak Masukan yang akan dibatalkan - Batalkan Faktur.
  • Jika setelah klik batalkan faktur ternyata muncul error ETAX-20038: faktur Pajak Batal tidak ditemukan dan ETAXSERVICE-20027: Faktur tidak valid. Pembatalan Faktur tidak ditemukan. Hal tersebut terjadi karena validasi ke server DJP atas nomor faktur pajak masukan yang anda batalkan tidak dalam status batal. Lawan transaksi anda tidak membatalkan atas nomor faktur pajak masukan tersebut. Solusinya mintalah kepada Lawan Transaksi anda selaku penjual BKP/JKP untuk melakukan pembatalan pajak keluaran atas nomor faktur tersebut. Baru coba membatalkan faktur pajak masukan kembali.

Catatan

Jika faktur pajak keluaran yang diterbitkan oleh lawan transaksi sudah dibatalkan, secara otomatis setelah anda membatalkan faktur pajak masukan akan langsung sukses batal. Intinya, sebelum anda membatalkan faktur pajak masukan, minta dulu kepada lawan transaksi untuk membatalkan faktur pajak atas nomor faktur tersebut. Demikian, semoga bermanfaat.

Solusi Upload Faktur Pajak Masukan Reject Error ETAXSERVICE-20026 Nomor Faktur Tidak Valid

reject error ETAXSERVICE-20026 Nomor Faktur Tidak Valid Tanggal Faktur Sebelum Tanggal Permohonan Nomor Faktur Pajak.
Error ETAXSERVICE-20026
Selain Faktur Pajak Keluaran yang harus diupload, Pajak Masukan juga perlu dilakukan upload. Dalam hal ini karena faktur pajak masukan juga membutuhkan approval dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Untuk cara upload faktur pajak baik faktur pajak keluaran dan/atau masukan sudah tidak perlu dijabarkan kembali, pastinya dengan menghadapi permasalahan yang saat ini dihadapi, persoalan cara upload faktur pajak sudah tidak masalah.

Yang menjadi pembahasan error kali ini adalah setelah upload faktur pajak masukan ternyata status approval reject, keterangan reject error ETAXSERVICE-20026 Nomor Faktur Tidak Valid Tanggal Faktur Sebelum Tanggal Permohonan Nomor Faktur Pajak.

Sebenarnya sudah jelas dari keterangan error ETAXSERVICE-20026 yang menyatakan anda harus mengecek kembali tanggal faktur pajak yang sudah diinput. Karena ini merupakan faktur Pajak masukan, pastikan dahulu kepada penerbit faktur pajak/penjual BKP atau JKP bahwa faktur pajak yang diterima sudah sesuai dengan nomor faktur yang diberikan oleh DJP. Setelah itu cek tanggal faktur yang sudah anda input, sesuaikan dengan faktur pajak yang diterbitkan karena kemungkinan besar masalah ada pada saat anda melakukan input tanggal faktur pajak masukan.

Setelah diganti dengan tanggal faktur pajak yang sebenarnya, cobalah upload ulang faktur pajak masukan tersebut. Kebanyakan wajib pajak saat melakukan input faktur pajak masukan reject dengan permasalahan ETAXSERVICE-20026, maka teliti kembali  saat setelah melakukan input data. Demikian, semoga bermanfaat 

Solusi Ampuh Error ETAX-40001 e-Faktur Tidak Dapat Menghubungi EtaxInvoice Server

Sering kali saya mendapat keluhan permasalahan e-faktur yang berkaitan dengan koneksi jaringan internet. Yang membuat heran adalah ketika dibuat browsing dan download, internet sangat stabil bahkan bisa dibilang TOP. Seperti postingan sebelumnya yang berkaitan error ETAX-40001 yaitu error ETAX-40001 e-faktur tidak dapat upload meskipun koneksi internet lancar. Pembahasan ini merupakan kelanjutan dari postingan tersebut.

Pada postingan "error ETAX-40001 e-faktur tidak dapat upload meskipun koneksi internet lancar" telah disebutkan solusi untuk permasalahan error ETAX-40001. Sudah dilakukan setting firewall, antivirus bahkan sampai ganti provider jaringan internet tetap aplikasi e-faktur tidak dapat terkoneksi Internet.

e-Faktur tidak dapat menghubungi EtaxInvoice Server
error ETAX-40001
Telah dilakukan berbagai cara setting di komputer/laptop aplikasi e-faktur tetap tidak terkoneksi internet keterangan selalu ETAX-40001 e-Faktur tidak dapat menghubungi EtaxInvoice Server. Bingung sampai harus ganti Komputer/PC. Tenang, ini ada cara ampuh mengatasi solusi ETAX-40001 yaitu dengan bantuan aplikasi Adware Cleaner. Apa itu adware cleaner? Mengapa harus adware cleaner?

Sebelum masuk ke adware cleaner, pengertian adware sendiri adalah  software yang menginstal dirinya sendiri tanpa sepengetahuan pengguna komputer. Jadi adware menginfeksi melalui aplikasi atau iklan di web yang secara tidak sengaja di klik atau terinstall. Biasanya kalau didiamkan akan sangat mengganggu saat browsing bahkan saat menjalankan apikasi e-faktur.

Adware cleaner merupakan peralatan keamanan yang digunakan untuk membuang semua adware di komputer/laptop dalam hitungan detik dengan pemindaian cepat. Biasanya adware sangat gampang untuk di nonaktifkan, tapi tidak dengan varian adware yang memiliki suatu teknik anti-removal dan ini biasanya sangat mengganggu. Dengan adware cleaner maka semua adware yang menginfeksi di komputer/laptop dapat dihilangkan. Coba install adware cleaner yang dapat anda Download Disini. Download dan install seperi aplikasi pada umumnya.

Setelah itu, coba jalankan aplikasi e-faktur kembali. Cara ini pernah terbukti ampuh. Demikian, semoga bermanfaat.

e-Faktur Tidak Dapat Upload Muncul Error ETAX-10003 : Input Ke Database Tidak Berhasil.

Bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang membeli dan/atau melakukan penyerahan BKP/JKP tentunya akan menerima e-faktur yang disebut Pajak Masukan. Pajak masukkan dapat dikreditkan menjadi pengurang PPN yang harus dibayarkan maksimal 3 bulan. Untuk melakukan administrasi atas Pajak Masukan yang diperoleh PKP juga harus menggunakan aplikasi e-faktur.

Untuk input pajak masukkan juga perlu approval dari DJP yaitu dengan diupload. Jadi perlu diingat untuk pajak masukan juga harus diupload dan harus sesuai dengan faktur pajak yang diterima. Jika tidak sesuai faktur akan reject.

Setelah melakukan input faktur pajak masukkan tentunya akan upload faktur agar dapat dikreditkan. Namun, ketika memilih faktur dan klik Upload Faktur yang terjadi muncul error. Faktur tidak dapat diupload dan muncul error ETAX-10003 dengan keterangan input ke database tidak berhasil, periksa kembali data yang akan diinput disertai dengan keterangan yang tidak dimengeri.

e-Faktur Error ETAX-10003 input ke database tidak berhasil, periksa kembali data yang akan diinput
e-Faktur Error ETAX-10003

Awalnya bingung karena faktur pajak masukan yang telah diinput sudah sesuai, setelah saya cek di Kompilasi kode error e-faktur ternyata penyebab error ETAX-1003 adalah koneksi antara server dan client terputus (Network Database). Setelah tau penyebabnya masuklah ke menu File - Administrasi DB - Pilih database - klik Konek ke database. Coba upload kembali faktur pajak masukan ternyata hasilnya tetap sama muncul error ETAX-10003.

Jika cara tersebut sama tidak bisa juga, lakukan patch ulang sertifikat digital. Silahkan login dan download sertifikat digital di e-nofa online jika belum memiliki. Apabila sudah ada, langsung patch ulang di menu Referensi - Administrasi Sertifikat - Cari lokasi sertifikat elektronik dan masukkan Passphrase - Simpan. Coba lakukan upload ulang, hal tersebut saya lakukan dan berhasil "Approval Sukses". Demikian, semoga bermanfaat

e-Faktur Tidak Bisa Dibuka : Muncul Error Tidak Dapat Melakukan Backup

Pembahasan kali ini adalah mengenai error e-faktur yang mungkin pernah atau sedang anda alami saat ini. Ada beberapa Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang mengalami error, error ini bukan saat menjalankan aplikasi e-faktur tetapi ketika akan membuka aplikasi e-faktur. 

Error yang terjadi, aplikasi e-faktur tidak bisa dibuka, keterangan yang muncul adalah tidak dapat melakukan backup. Yang sering membuat bingung adalah aplikasi e-faktur tidak pernah diotak atik dan tidak pernah dipindah-pindah tiba-tiba tidak bisa dibuka. Sebagai user e-faktur tentunya kita harus tahu penyebab error yang terjadi.

e-Faktur Error Tidak Bisa Dibuka, tidak dapat melakukan backup
e-Faktur Error Tidak Bisa Dibuka

Ada salah satu kasus yang terjadi berkaitan dengan aplikasi e-faktur. Pada saat melakukan input data e-faktur  berjalan normal, tetapi ketika upload e-faktur tiba-tiba jaringan internet terputus. Selanjutnya yang terjadi adalah ketika akan membuka aplikasi e-faktur loading lama dan akhirnya aplikasi tidak bisa dibuka. Aplikasi e-faktur tidak bisa dibuka muncul keterangan error "Tidak Dapat Melakukan Backup". Terus mencoba untuk membuka aplikasi e-faktur tetapi hanya muncul loading dan tetap tidak bisa dibuka. Bahkan muncul tambahan error
Database tidak bisa dijalankan. Pastikan database ada dan Aplikasi yang berjalan di komputer anda hanya aplikasi saja. ETAX-10001 : Error Database
Yang terjadi dengan aplikasi e-faktur adalah database corrupt dan tidak terbaca. Tenang anda tidak perlu reset aplikasi e-faktur. Solusinya masuk folder aplikasi e-faktur, buka Folder Backup dan cari file (winrar) dengan tanggal dimana aplikasi masih dapat dijalankan. Jika sudah dapat, ambil dan ektrak file tersebut. Hasil ekstrak file adalah folder db.

Download aplikasi e-faktur yang belum digunakan tentunya terbaru DISINI. Masukkan folder db tadi ke dalam aplikasi e-faktur yang barusan anda download. Coba buka aplikasi e-faktur. Demikian, semoga bermanfaat.

Solusi e-Faktur Error ETAX-10002 : Tidak Dapat Mengambil Data


Untuk pembahasan error e-faktur kali ini adalah berkaitan dengan pembahasan error sebelumnya yaitu Error ETAX-50001. Error ETAX-50001 dengan keterangan Tidak Dapat Medapatkan Summary Dokumen PK PM ada keterkaitan dengan error ETAX-10002.

Munculnya e-faktur error ETAX-10002 dengan keterangan tidak dapat mengambil data ada 2 yaitu saat akan melakukan input data faktur keluaran di e-faktur dan saat akan membuat/posting SPT PPN 1111. Untuk pembahasan error saat posting SPT PPN 1111 sudah tidak perlu saya uraikan karena sudah ada di pembahasan error ETAX-50001.

Solusi e-Faktur Error ETAX-10002 : Tidak Dapat Mengambil Data
e-Faktur error ETAX-10002

Selanjutnya pokok bahasan pada artikel ini adalah munculnya error ETAX-10002 : tidak dapat mengambil data saat akan input data faktur pajak keluaran (lihat gambar). Akibat error tersebut, PKP tidak dapat membuat e-faktur dan menerbitkan kepada pembeli. Error ETAX-10002 disebabkan oleh Koneksi antara server dan client terputus (Network Database) akibatnya tidak dapat mengambil data. Solusinya, login aplikasi e-faktur - File - Administrasi DB - Pilih nama database yang digunakan - Konek ke Database hingga muncul notifikasi database terkoneksi, untuk memperbaharui data pastikan semua window aplikasi sudah ditutup. Klik Ok dan anda akan kembali ke login aplikasi e-faktur.

Dengan cara tutup aplikasi e-faktur dan buka kembali biasanya sudah bisa akan tetapi ada yang juga perlu untuk dilakukan koneksi ke database. Coba input kembali data e-faktur yang akan diterbitkan. Semoga berhasil

Solusi Error ETAX-50001 : Tidak Dapat Mendapatkan Summary Dokumen PK PM

Setiap akhir bulan merupakan batas akhir pelaporan SPT Masa PPN 1111 bagi PKP, jika tidak melakukan laporan SPT Masa PPN 1111 akan dikenakan denda. Oleh karena itu, setiap akhir bulan pasti Kantor Pelayanan Pajak (KPP) selalu rame oleh PKP yang melaporkan SPT Masa PPN 1111. Faktur pajak yang sudah diinput dalam aplikasi e-faktur tentunya termasuk yang dilaporkan dalam SPT Masa PPN 1111.

Ketika sudah selesai input faktur pajak selanjutnya adalah membuat SPT Masa PPN 1111. Cara membuat SPT Masa PPN 1111 di aplikasi e-faktur sudah dijelaskan dalam Cara membuat SPT Masa PPN 1111, jadi tidak perlu saya uraikan kembali.

Ketika masuk menu SPT-Posting kemudian memilih masa SPT dan klik Posting secara tiba-tiba muncul pesan error e-faktur ETAX-50001 : Tidak Dapat Mendapatkan Summary Dokumen PK PM dan dibarengin dengan keterangan yang membuat bingung. Pasti anda mencoba tutup dialog pesan error dan mencoba posting SPT kembali. Tetapi hasilnya tetap saja muncul pesan error ETAX-50001. 

e-faktur error ETAX-50001 : Tidak Dapat Mendapatkan Summary Dokumen PK PM
e-Faktur Error ETAX-50001

Solusi dari error ETAX-50001 : Tidak Dapat Mendapatkan Summary Dokumen PK PM yang pertama adalah coba tutup aplikasi e-faktur kemudian login kembali dan sekaligus lakukan restart komputer atau laptop. Jika setelah melakukan cara pertama dan melakukan posting SPT tetap muncul error ETAX-50001 kemungkinan besar penyebabnya adalah koneksi database terputus bahkan bisa juga database corrupt.

Sebelum kita mengatakan database corrupt, cobalah koneksikan database. Caranya login e-faktur - File Administrasi DB - pilih database yang digunakan kemudian klik Konek ke Database. Jika hal itu dilakukan dan tetap tidak dapat koneksi ke database atau muncul error ETAX-10002 : Tidak dapat mengambil data berarti database memang corrupt atau rusak.

Solusi terakhirnya adalah anda harus melakukan reset aplikasi e-faktur dan registrasi ulang aplikasi e-faktur dengan aplikasi e-faktur yang baru, kemudian mengajukan permintaan database e-faktur ke KPP terdaftar. Demikian, semoga bermanfaat

Ketentuan e-Faktur Jika PKP Pindah KPP

Sebagai Pengusaha atau Perusahaan yang sudah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) pasti memiliki tempat atau domisili sebagai kegiatan usaha. Tanpa ada tempat kegiatan usaha, maka Pengusaha/Perusahaan tidak dapat dikukuhkan sebagai PKP. Karena salah satu syarat utama dikukuhkan sebagai PKP adalah terdapat tempat kegiatan usaha. Pegawai Pajak yang mengurus pengukuhan PKPpun juga akan melakukan verifikasi lapangan tempat usaha dijalankan sebagai persyaratan permohonan untuk dikukuhkan PKP.

Bagi PKP yang memiliki tempat usaha di suatu wilayah, pasti terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat. Namun, yang menjadi permasalahan PKP adalah jika PKP tidak memiliki tempat usaha tetap atau miliknya sendiri. PKP tentunya harus berpindah tempat agar kegiatan usahanya dapat berjalan.

Pokok permasalahan PKP jika pindah tempat kegiatan usaha ke luar kota adalah harus mengubah alamat di dokumen-dokumennya terutama dokumen yang berkaitan perpajakan atau dalam hal ini faktur pajak. PKP pindah berarti harus pindah wilayah KPP juga. Dengan pindahnya KPP, kewenangan pajaknya berada di wilayah KPP lokasi terbaru.

e-faktur pindah KPP
PKP Pindah KPP

Pindah KPP? Jika urusan perpindahan domisili dan KPP selesai serta mendapat SKT, SPPKP dari KPP baru pasti bingung dengan ketentuan e-faktur. Berikut saya sampaikan solusi untuk e-fakturnya. Sebenarnya setelah diberlakukan NPWP tetap memudahkan PKP jika pindah KPP. Dari hal tersebut maka e-faktur tidak perlu diganti dengan kode aktivasi serta password PKP (e-nofa) di KPP baru. Hanya membutuhkan sinkronisasi data atas perubahan alamat.

Untuk sinkronisasi silahkan login aplikasi e-faktur-Management Upload-Profil PKP-Refresh/Sinkronisasi Profil PKP dari DJP-Simpan. Jika sudah berubah menjadi alamat yang baru sinkronisasi berhasil. Tinggal gunakan aplikasi e-faktur seperti biasa.

SISI LAIN

Namun disisi lain, untuk perlakuan Sertifikat Elektronik ada juga yang melakukan pencabutan sertifikat elektronik kemudian mengajukan sertifikat elektronik di KPP baru. 
Baca juga : Syarat Pengajuan Sertifikat Elektronik Untuk e-Faktur.
Setelah mendapat sertifikat elektronik baru dari KPP yang perlu dilakukan adalah melakukan registrasi e-faktur dengan sertifikat tersebut. Anda harus registrasi ulang e-faktur tetapi sebelumnya reset aplikasi e-faktur terlebih dahulu di e-nofa online. Perlu diperhatikan juga untuk membackup data di aplikasi e-faktur.
Baca juga : Cara Reset Aplikasi eFaktur
Hal tersebut merupakan cara aman jika anda tidak yakin dengan sinkronisasi data, karena dengan pencabutan sertifikat elektronik dan mengajukan baru maka data baru pasti akan melekat pada sertifikat elektronik yang baru terlebih ada perubahan penandatanganan di e-faktur. Demikian, semoga bermanfaat.

Syarat e-Faktur : Pengajuan Sertifikat Elektronik Untuk e-Faktur

Dengan diberlakukannya e-Faktur Secara Nasional, mulai 1 Juli 2016 wajib pajak dalam hal ini Pengusaha Kena Pajak (PKP) harus menggunakan aplikasi e-faktur untuk kegiatan pajaknya. Kegiatan pajak tersebut meliputi administrasi faktur pajak serta Pembuatan SPT Masa PPN 1111 yang dilaporkan setiap bulan paling lambat akhir bulan berikutnya.

Karena bersifat wajib maka mau tidak mau PKP harus menggunakan aplikasi e-faktur. Jika tidak menggunakan aplikasi e-faktur atau tetap menggunakan eSPT PPN 1111, saat laporan SPT Masa PPN 1111 tidak akan diterima di Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Dalam PENG-04/PJ.02/2016 perihal e-faktur, ditegaskan bahwa kepada seluruh pihak yang melakukan pembelian BKP dan/atau perolehan JKP dari PKP dengan ini diberitahukan bahwa Faktur Pajak yang akan diterbitkan oleh PKP tersebut berbentuk elektronik (e-faktur).

Untuk syarat e-faktur yang harus dilakukan adalah mengajukan Sertifikat elektronik terlebih dahulu. Fungsi sertifikat elektronik adalah sebagai pengganti tanda tangan dan dijadikan sebagai sertifikat (pengenal) yang memuat tanda tangan elektronik serta identitas yang menunjukkan status subjek hukum para pihak dalam transaksi elektronik yaitu pembuatan e-faktur. Jadi, sebelum aplikasi e-faktur diberikan dan dapat digunakan anda harus mengajukan sertifikat elektronik. 

Dasar hukum Persyaratan pengajuan sertifikat elektronik diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-17/PJ/2014 yang merupakan Perubahan Kedua Atas Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-24/PJ/2012Surat Edaran Nomor SE-20/PJ/2014, Pengumuman Direktur Peraturan Perpajakan I Nomor PENG-03/PJ.02/2014, dan Pengumuman Direktur Peraturan Perpajakan I Nomor PENG-04/PJ.02/2014

Pengajuan Sertifikat Eelektronik e-Faktur
Proses Pengajuan Sertifikat Eelektronik e-Faktur

Syarat utama pengajuan sertifikat elektronik untuk e-faktur adalah PKP harus mengajukan secara langsung ke Kantor Pelayanan Pajak tempat PKP dikukuhkan atau Pengurus PKP dan tidak boleh diwakilkan kepada kuasa, karyawan atau konsultan pajak. Pengurus PKP dalam hal ini adalah
Orang yang secara nyata memiliki wewenang ikut menentukan kebijaksanaan dan/atau mengambil keputusan dalam menjalankan perusahaan (diatur di UU KUP). Namanya tercantum dalam SPT tahunan PPh Badan tahun pajak sebelum tahun diajukannya surat permintaan sertifikat elektronik. 

  • Menyerahkan dokumen sesuai format yang diatur dalam Lampiran PENG-03/PJ.02/2014 yaitu Surat Permintaan Sertifikat Elektronik dan Surat Pernyataan Persetujuan Penggunaan Sertifikat Elektronik
  • Menyerahkan SPT Tahunan beserta bukti penerimaan surat atau tanda terima pelaporan SPT Tahunan.
  • Menunjukkan dan menyerahkan identitas asli beserta fotocopynya Pengurus. Untuk WNI menyerahkan KTP dan KK sedangkan WNA menyerahkan paspor, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).
  • Softcopy pas foto pengurus yang mengurus pengajuan sertifikat elektronik yang disimpan di dalam compact disk (CD) dan file diberi nama dengan format : "NPWP PKP-nama pengurus-nomor identitas kependudukan pengurus".
  • Sebagai pelengkap persyaratan, bawalah dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan PKP ketika anda mengajukan sertifikat elektronik. Seperti Surat Pemberitahuan Kode Aktivasi dari KPP dan email yang berisi Password aktivasi akun e-nofa dari KPP atau surat pemberitahuannya.

PKP cabang 

  • Pengurus menyerahkan Surat Permintaan Sertifikat Elektronik dan Surat Pernyataan Persetujuan Penggunaan Sertifikat Elektronik yang telah ditandatangani. Pengurus harus menunjukkan dan menyampaikan fotocopy surat penunjukan dari pengurus pusat PKP cabang. Pengurus pusat harus tercantum dalam laporan SPT PPh Badan.
  • Menyampaikan fotocopy SPT Tahunan PPh Badan pusat tahun pajak terakhir dan dibuktikan dengan fotocopy bukti penerimaan surat/tanda terima pelaporan SPT.
  • Akta asli beserta fotocopy pendirian perusahaan dan pengangkatan pengurus cabang

PKP Kerjasama Operasi

  • Syarat pengajuan sertifikat sama halnya dengan PKP Cabang tetapi terdapat tambahan yaitu harus menunjukkan dan menyampaikan akta asli beserta fotocopy kerja sama operasi tersebut.
 
Setelah syarat pengajuan sertifikat elektronik lengkap dan sesuai peraturan, pegawai KPP yang melayani akan meminta foto langsung pengurus. Disamping itu, pengurus akan diminta memasukkan passphrase yang digunakan sebagai kode keamanan selain password. Passphrase sangat penting karena digunakan untuk registrasi e-faktur. Demikian semoga bermanfaat

Perhatian! Satu Komputer/Laptop Dapat Digunakan Untuk Beberapa Aplikasi e-Faktur

Setiap aplikasi yang dibuat pasti memiliki keunggulan dan kelemahan dalam pengoperasiannya. Oleh pembuat aplikasi, aplikasi pasti sudah diuji coba trial and error, sehingga dapat diketahui cara penggunaan yang sesuai dan mana yang harus dihindari agar tidak terjadi error.

Seperti halnya aplikasi e-faktur, salah satu aplikasi online yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang tentunya terdapat kelebihan serta kelemahan. Aplikasi e-faktur merupakan aplikasi terobosan terbaru DJP, dasar dibuatnya aplikasi e-faktur karena masih banyaknya kasus penyalahgunaan Faktur Pajak. Penyalahgunaan faktur pajak contohnya antara lain, wajib pajak nonPKP menerbitkan faktur pajak padahal tidak berhak menerbitkan faktur pajak, faktur pajak yang terlambat diterbitkan, faktur pajak fiktif, atau faktur pajak ganda. Untuk pengajuan aplikasi e-faktur silahkan datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak tempat terdaftar.

Mungkin dalam hal ini anda adalah seorang PKP usahawan atau PKP badan usaha yang baru saja mendapatkan aplikasi e-faktur. Disamping itu, anda juga memiliki multi badan usaha atau perusahaan yang menggunakan aplikasi e-faktur. Pasti yang terpikirkan biar praktis adalah menggunakan beberapa aplikasi e-faktur dalam satu komputer atau laptop. Iya kan?
e-Faktur Beberapa Komputer
e-Faktur Beberapa Komputer
Secara prinsipnya satu komputer atau laptop dapat digunakan untuk menjalankan beberapa aplikasi e-faktur yang sudah teregistrasi. Akan tetapi, sangat tidak disarankan untuk menjalankan beberapa aplikasi e-faktur dalam satu komputer atau laptop karena berkaitan dengan keamanan data transaksi dan kenyamanan aplikasi. Coba anda lakukan beberapa registrasi e-faktur dan operasikan secara bersamaan dalam satu komputer. Pasti bisa tetapi rasanya tidak akan nyaman.

Lebih baik satu komputer atau laptop untuk satu aplikasi e-faktur, agar data yang tersimpan dalam database e-faktur aman tidak crash atau corrupt. Sebagai saran lagi, usahakan jika mengoperasikan aplikasi e-faktur langsung di komputer atau laptop, jangan di flashdisk yang main colok lepas karena sangat rentan database e-faktur terinfeksi oleh virus yang berakibat database corrupt. 

Sudah terdapat beberapa user aplikasi e-faktur yang melakukan hal tersebut, kemudian terkena virus, db corrupt, dan akhirnya harus reset aplikasi e-faktur. Demikian, semoga bermanfaat.

Cara Input NTPN Baru di Aplikasi eSPT PPh Pasal 23/26 (NTPN Alfanumerik)

Dengan diberlakukannya pembayaran pajak melalui MPN G2 yaitu e-Billing atau dengan kode billing maka ada perubahan dalam bukti pembayarannya. Pada bukti pembayaran pajak melalui MPN G1 pada umumnya cetakan hasil pembayaran terdapat NTPN. Apa itu NTPN? NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) adalah nomor bukti transaksi penerimaan yang diterbitkan melalui Modul Penerimaan Negara (MPN). 

Jadi, setiap Wajib Pajak yang melakukan pembayaran pajak ke Bank Persepsi atau Kantor Pos Persepsi akan mendapatkan NTPN. Melihat kode NTPN pada pembayaran sistem lama atau MPN G1, kode NTPN berupa numerik seluruhnya. Sedangkan pada MPN G2 sekarang ini, NTPN berisi kode alfanumerik yang merupakan kombinasi angka dan huruf. Begitu sekilas perbedaan NTPN di MPN G1 dan MPN G2.

Yang menjadi pokok permasalahan dari perbedaan NTPN dari MPN G1 ke MPN G2 adalah tidak bisa input NTPN terbaru (MPN G2) yang berisi kombinasi angka dan huruf (alfanumerik) pada Daftar SSP di Aplikasi eSPT PPh Pasal 23/26. Saya coba input berulang pun tetap tidak bisa. Bagi anda, yang mengalami permasalahan yang sama, tenang ini solusinya.

Cara Input NTPN di eSPT PPh 23/26
Cara Input NTPN di eSPT PPh 23/26
Solusinya, tuliskan NTPN baru yang berisi kombinasi angka dan huruf ke dalam notepad. Setelah itu copy dan pastekan ke dalam kolom NTPN aplikasi eSPT PPh Pasal 23/26. Perlu diperhatikan, saat copy paste harus menggunakan mouse dengan klik kanan, karena saya coba dengan keyboard CTRL + C lalu CTRL + V tidak berkerja. Mudah bukan? Semoga bermanfaat.

Buat Kode Billing Lewat Teller Bank/Kantor Pos Persepsi Cepat dan Mudah

Sebenarnya untuk pembuatan kode billing pajak ada beberapa macam caranya. Setelah diberlakukan wajib menggunakan kode billing sebagai sarana pembayaran pajak, secara cepat Direktorat Jenderal Pajak selaku pemilik otoritas pajak di Indonesia memiliki wewenang untuk meningkatkan pelayanan pajak. Secara tanggap dan cepat DJP meluncurkan aplikasi-aplikasi baik berbasis web atau pelayanan sebagai saranan pembuatan kode billing pajak.

Sarana atau fasilitas pembuatan kode billing yang ada saat ini adalah e-Billing DJP Online, SMS USSD Ponsel dan Internet Banking, dan yang akan menjadi pembahasan pada artikel ini, yaitu buat Kode Billing melalui teller Bank dan/atau Kantor Pos Persepsi. Cara mudah dan cepat kok.

Mudah dan Cepat Buat Kode Billing di Teller bank atau kantor Pos
Wajib Pajak Membuat Kode Billing di Teller Bank
Pembuatan kode billing melalui Teller Bankdan/atau Pos Persepsi ini berdasarkan keterangan wajib pajak. Untuk saat ini Bank yang melayani pembuatan kode billing baru ada 5 Bank yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), CitiBank, N.A , dan Bank Central Asia (BCA) serta ditambah dengan Pos Persepsi.

Anda dapat datang ke salah satu bank yang sudah disebutkan di atas dengan menyerahkan Surat Setoran Pajak (SSP) yang telah lengkap diisi kepada Teller. Saat itu juga teller akan merekam data atau informasi yang tertera dalam SSP untuk menerbitkan kode billing pajak. Kemudian teller akan menyerahkan cetakan yang berisi kode billing yang sesuai dengan SSP dan menyerahkannya kepada anda. 

Sebagai Wajib Pajak, anda harus memeriksa cetakan kode billing tersebut dan memastikan bahwa data yang ada sudah sesuai. Sebelum meninggalkan counter, anda harus menandatangai bukti penerbitan kode billing dan diberikan kepada Teller Bank.

Perlu diketahui juga, untuk penerbitan kode billing disesuaikan dengan kebijakan masing-masing bank (5 Bank) dan Pos persepsi yang ditunjuk. Jadi pastikan dan konfirmasi dahulu apakah bank tersebut bisa menerbitkan kode billing. Buat kode billing di Bank sekaligus melakukan pembayaran, jadi mudah dan cepat. Semoga bermanfaat

Baca Juga :
Cara buat kode billing melalui Telepon Selluler
Cara buat kode billing melalui Layanan Online DJP Online

e-Nofa Online Direktorat Jenderal Pajak : Ganti Password dan Email

e-Nofa Online merupakan salah satu aplikasi berbasis website yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang sejatinya memiliki peranan penting untuk kegiatan PKP dalam mengoperasikan aplikasi e-faktur. Alamat website tersebut adalah https://efaktur.pajak.go.id. Telah saya jelaskan pada artikel sebelumnya mengenai Fungsi Menu di Aplikasi e-Nofa Online. Mulai dari permintaan nomor seri faktur online hingga reset aplikasi client e-faktur ada menunya di e-nofa online.

Cara Ubah Password dan Email di e-Nofa Online
Cara Ubah Password dan Email di e-Nofa Online

Pembahasan kali ini berkaitan dengan password dan email yang terdapat dalam profil e-nofa online. Untuk password yang dimaksud adalah password e-nofa yang digunakan untuk melakukan starting uploader di aplikasi e-faktur agar dapat upload faktur. Password e-nofa online sendiri semua yang diperoleh oleh PKP berupa kombinasi huruf dan angka dan sensitive case harus sama persis ketika input password. Dengan jumlah karakter 10digit dan kombinasi huruf serta angka, bagi PKP mungkin termasuk kriteria password yang susah diingat sehingga perlu perubahan password.

Cara merubah password e-nofa, login pada website e-nofa kemudian masuk menu profile user - Ganti password - Masukkan password saat ini dan password terbaru - klik update password akan berubah. Untuk pengaturan password tidak dilakukan secara tertulis, sebaiknya minimal 6 digit dengan kriteria yang mudah dihafal.

Sedangkan untuk email yang terdapat di profil e-nofa online adalah sebagai persyaratan untuk kegiatan administrasi yang berkaitan e-faktur. Maksud dari administrasi adalah segala bentuk permohonan atau informasi yang berkaitan dengan e-faktur yang bersifat online akan dikirim ke alamat email tersebut. Jadi diusahakan untul email harus yang masih aktif atau sering digunakan agar memudahkan proses administrasi nantinya. Fungsi lainnya adalah apabila lupa password e-nofa online, email digunakan sebagai alat bantu untuk verifikasi. Untuk menggantinya sangat mudah login di website e-nofa online - menu profile user-ubah email - akan diminta memasukkan email utama dan email alternatif. Klik update maka alamat email akan berubah. Demikian, semoga bermanfaat.

e-Faktur Reject Error ETAXSERVICE-20021 : Upload Faktur Corrupt, Ulang Kembali

Setelah melakukan input faktur pajak di aplikasi e-faktur, agar dapat segera diterbitkan kepada pembeli BKP/JKP, faktur pajak tentunya harus diupload terlebih dahulu. Untuk cara upload pasti sudah mengerti tatacaranya, jadi tidak perlu saya jelaskan detailnya. 

Namun, setelah upload e-faktur yang terjadi adalah status approval e-faktur "Reject". Selama menggunakan aplikasi e-faktur tentunya PKP ada yang pernah mengalami reject e-faktur setelah upload atau sedang mengalami e-faktur reject saat ini. Karena e-faktur reject banyak kode error dan jenisnya, yang menjadi topik pembahasan kali ini adalah e-Faktur Reject Error ETAXSERVICE-20021 : Upload Faktur Corrupt, Ulang Kembali.

eFaktur Error ETAXSERVICE-20021 : Upload Faktur Corrupt, Ulang Kembali
e-Faktur Error ETAXSERVICE-20021

Dari keterangan tersebut mungkin anda sebagai pengguna aplikasi e-faktur bingung, ada keterangan upload faktur corrupt. Padahal saat melakukan input data faktur pajak di aplikasi e-faktur sudah sesuai dengan ketentuan. Pertama kali saya mengalami permasalahan ini juga bingung karena setelah saya cek NPWP, Alamat, Barang serta Nominal sudah sesuai. Setelah itu, saya cek di Kompilasi kode error e-faktur ternyata ada kode yang menjelaskan error ETAXSERVICE-20021. Kompilasi Kode Error e-Faktur. Yang keterangannya adalah terdapat karakter yang bukan standart UTF-8.

Solusi error ETAXSERVICE-20021

  1. Export Faktur Pajak yang reject karena kode error ETAXSERVICE-20021 dalam format CSV (format otomatis). Pilih faktur pajak - klik kanan - export - hingga muncul keterangan export data selesai.
  2. Buka file CSV hasil export dengan Notepad ++. Jika belum ada silahkan Download Disini.
  3. Klik kanan - Edit with Notepad ++. Setelah file terbuka, pada bagian menu atas pilih encoding - Encode in UTF-8.
  4. Aplikasi notepad ++ akan menampilkan karakter spesial yang tidak terlihat oleh notepad maupun microsoft excel. Karakter akan diblock warna hitam. Silahkan hapus yang diblock hitam saja. Jangan lupa lihat seluruh data dengan teliti untuk mencari bagian-bagian yang diblock hitam. Lalu klik save.
  5. Langkah terakhir,hapus faktur yang reject dan import file CSV yang telah diedit lalu upload ulang
Demikian, semoga bermanfaat.

Error eSPT : Unable To Create DSN. Aplikasi eSPT PPh Pasal 4 Ayat 2

Ketika telah selesai melakukan install aplikasi eSPT PPh Pasal 4 Ayat 2 tentunya akan segera menggunakan untuk melaporkan SPT Masa PPh Pasal 4 Ayat 2. Proses Instalasi berjalan lancar tanpa ada notifikasi error. Anda sebagai pengguna tentu merasa senang sudah bisa instal aplikasi eSPT PPh Pasal 4 Ayat 2.

Namun, hal yang tak terduga tiba-tiba terjadi saat akan membuka aplikasi eSPT untuk pertama kali. Muncul notifikasi error Unable To Create DSN. Bingung kan? Notifikasi error Unable To Create DSN muncul diakibatkan oleh Aplikasi eSPT hanya dapat dijalankan di login administrator karena secara default Data Sources (ODBC) hanya dapat diubah dalam login administrator. Disamping itu aplikasi eSPT menggunakan database/Data Sources (ODBC) sehingga login yang dibuat di user administrator tidak dapat dibuka oleh login user lain. Oleh karena itu saat pertama kali membuka eSPT dengan login non Administrator akan muncul error Unable To Create DSN. 

Unable To Create DSN
Solusi Unable To Create DSN eSPT

Tenang, solusinya mudah. Buka aplikasi eSPT di all program atau di (C:) Program Files-DJP-Pilih eSPT PPh 4(2), arahkan cursor ke icon aplikasi yang akan dibuka, kemudian klik kanan "Run as administrator" hingga aplikasi muncul keterangan SELAMAT DATANG DI APLIKASI eSPT PPh Pasal 4 Ayat (2) V1.0. Menandakan bahwa aplikasi eSPT siap digunakan. Untuk selanjutnya ketika membuka aplikasi eSPT tidak perlu klik "Run as administrator".  Cukup simple, semoga bermanfaat.

Download e-SPT Terbaru Lengkap Dengan Cara Install e-SPT Tahunan PPh Orang Pribadi (1770 dan 1770S)

Sebelum melakukan instalasi aplikasi eSPT Tahunan PPh OP Terbaru yaitu Versi 1.5, alangkah baiknya mengecek software yang dibutuhkan oleh laptop atau PC yang digunakan. Tujuannya agar user pengguna aplikasi eSPT dalam hal ini wajib pajak tidak mengalami error atau hambatan. Untuk melihat sofware mana yang harus terinstall terlebih dahulu dapat baca software yang wajib terinstal sebelum melakukan instalasi aplikasi eSPT. Di dalam artikel tersebut sudah saya uraikan kegunaan software.


Download eSPT PPh OP 2016 Versi 1.5 (Terbaru)

Jika belum mendapatkan Installer aplikasi eSPT PPh OP dapat di donwload di sini Langsung atau di website resmi DJP. Silahkan pilih sesuai pilihan, isi dari hasil download eSPT nantinya sama aja karena sudah saya sesuaikan dengan peraturan DJP. eSPT Tahunan PPh OP versi terbaru adalah versi 1.5 yang rilis pada 14 Maret 2016 merupakan penyesuaian perhitungan penyetahunan penghasilan WP PPh OP Form 1770 dan 1770S. Sampai saat ini belum ada update lagi terkait eSPT PPh OP. Pokok perubahan eSPT PPh OP versi terbaru 1.5 adalah 
  • Penambahan checklist pada masing-masing form SPT PPh OP
  • Checklist menggunakan perhitungan sendiri pada SPT PPh OP Form 1770
  • Checklist menggunakan perhitungan sendiri pada SPT PPh OP Form 1770S
  • Perbaikan penulisan rumusan perhitungan SPT Induk Form 1770 dan 1770S
  • Perubahan redaksional SPT 1770 dan 1770S bagian A
  • Perubahan redaksional SPT 1770 dan 1770S bagian B
  • Perubahan redaksional SPT 1770 dan 1770S bagian C
  • Perubahan redaksional SPT 1770 dan 1770S bagian D
  • Perubahan redaksional SPT 1770 dan 1770S bagian E
  • Perubahan redaksional SPT 1770 dan 1770S bagian F
  • Perubahan redaksional SPT 1770 dan 1770S bagian G

Cara Install eSPT PPh OP 2016 Versi 1.5 (Terbaru)

Yang menjadi pembahasan dalam proses install aplikasi eSPT PPh OP adalah aplikasi yang terdonwload di sini langsung. Jadi, download aplikasi eSPT PPh OP dari link tersebut dan ekstrak file. Ketika buka hasil esktrak file download, terdapat 2 folder yaitu

  1. eSPT PPh OP v1.5 yaitu installer terbaru. Jika langsung akan menginstall Versi 1.5 silahkan klik setup1.5-setup. Apabila di laptop atau PC sudah terinstal aplikasi eSPT PPh OP versi pertama langsung saja klik Patch1.5
  2. Setup OP dan OPS (Per-19.2014) merupakan installer eSPT PPh OP versi pertama. Klik Setup. Jika memilih untuk menginstal versi ini, anda nanti harus melakukan patch update Versi 1.5 seperti yang sudah dijelaskan pada nomor 1.
Untuk proses install klik setup lalu ikuti petunjuk yang muncul ketika proses install. Cara mudah dan tidak ribet. Lihat gambar

Cara Install Aplikasi eSPT Tahunan PPh OP
Untuk gambar cara install aplikasi eSPT Tahunan PPh OP nomor 3, pililhan everyone and just me, silahkan pilih dan tidak akan ada masalah jika memilih salah satu. Tinggal klik next hingga muncul notifikasi Installation Complete. Tutup dialog dan aplikasi eSPT Tahunan PPh OP siap digunakan. Demikian, semoga bermanfaat.

e-Faktur Error : Database Tidak Dapat Diakses, Pastikan Aplikasi e-Faktur Tidak Berjalan

Aplikasi e-Faktur tentunya memiliki database yang berisi kumpulan data-data hasil kerja aplikasi e-faktur dan terekam secara sistematis sesuai tanggal kerja aplikasi e-faktur. Agar aplikasi e-faktur berjalan normal, tentunya database e-faktur harus sesuai dan utuh. Permasalahan yang sering terjadi dan dialami oleh beberapa PKP adalah database tidak dapat diakses sehingga aplikasi tidak dapat berjalan. Dengan tidak dapat diaksesnya database aplikasi e-faktur, maka user aplikasi e-faktur sering bingung solusinya karena berkaitan dengan database. Mau diotak-atik bingung, mau diklik dan dibuka databasenya tidak bisa.

Seperti yang terjadi pada aplikasi e-faktur yang pernah saya alami. Setelah klik EtaxInvoice.exe untuk menjalan aplikasi e-faktur tiba-tiba muncul notifikasi error : Database Tidak Dapat Diakses, Pastikan Aplikasi e-Faktur Tidak Berjalan, atau seperti gambar dibawah

Database tidak dapat diakses, Pastikan aplikasi e-faktur tidak berjalan
Database Tidak Dapat Diakses

Pada awalnya bingung, aplikasi tidak pernah diotak-atik tiba-tiba database error tidak dapat diakses. Kemungkinan besar yang terjadi yaitu database atau db corrupt. Solusinya adalah masuk pada folder backup, kemudian cari tanggal dimana aplikasi e-faktur masih dapat berjalan normal dengan melihat date modified.

Setelah dapat, copy dan ekstrak file tersebut lalu ambil folder db. Folder db tersebut tukarkan dengan db pada aplikasi e-faktur yang error. Tinggal copy and replace. Jika cara tersebut secara urut dilakukan kemungkinan besar aplikasi e-faktur akan kembali normal berjalan. Semoga bermanfaat

Registrasi e-Faktur Error ETAX-40002 : Error di Service. Tidak Dapat Melakukan Koneksi dengan Servise

Untuk dapat menjalankan aplikasi e-faktur dan menerbitkan Faktur Pajak tentunya PKP harus melakukan registrasi aplikasi e-faktur terlebih dahulu. Untuk tata cara melakukan registrasi e-faktur dapat dibaca di cara registrasi e-faktur. Untuk permasalahan atau error pada saat registrasi e-faktur ada macamnya dan dapat dilihat di Kompilasi Kode Error ETAX e-Faktur dan Kompilasi Kode Error ETAXSERVICE e-Faktur.

Mungkin saat ini anda sedang melakukan registrasi e-faktur dan setelah klik register tiba-tiba muncul notifikasi error
ETAX-40002 : Error di Service. Tidak dapat melakukan koneksi dengan service
gagal dapat registrasi muncul error ETAX-40002
Error ETAX-40002
Keterangan error ETAX-40002 menjelaskan bahwa tejadi error di service atau di koneksi jaringan aplikasi e-faktur dengan server DJP. Yang pertama dilakukan adalah cek pada website e-nofa online. Cek di profil, pastikan status belum teregistrasi

Jika memang belum tergistrasi, ulangi dengan klik ok dan coba berulang. Karena e-faktur error ETAX-40002 terjadi di service atau jaringan internet antara aplikasi e-faktur dengan server DJP maka cobalah berulang dan ganti provider jaringan internet. Hal tersebut pernah saya lakukan dengan ganti provider jaringan internet serta coba berulang. Hingga akhirnya aplikasi e-faktur sukses teregistrasi. Semoga bermanfaat.

e-Faktur Error ETAXSERVICE-20001 dan ETAXSERVICE-40008 Saat Pembatalan Faktur Pajak

Pembahasan error kali ini mengenai pesan error yang muncul ketika melakukan pembatalan faktur pajak. Dalam hal ini yang melakukan pembatalan adalah penerima faktur (pembeli) atau disebut Pajak Masukan. Saat masuk pada aplikasi e-faktur menu Faktur-Pajak Masukan-Administrasi Faktur dan memilih faktur yang akan dibatalkan ternyata muncul notifikasi error 
ETAXSERVICE-40008 : Service Error Lakukan Upload Ulang dan ETAXSERVICE-20001 : Nomor Faktur Tidak Ditemukan
solusi error etaxservice 20001
e-Faktur Error ETAXSERVICE
Solusi permasalahan tersebut adalah lakukan konfirmasi kepada PKP yaitu penjual BKP/JKP selaku penerbit e-Faktur. Konfirmasi bahwa faktur pajak sudah sukses terupload dan meminta untuk dilakukan pembatalan atas faktur pajak yang gagal upload. Setelah itu, lakukan pembatalan faktur kembali di aplikasi e-Faktur anda. 

Jadi, inti solusinya adalah meminta penjual BKP/JKP atau penerbit e-faktur untuk melakukan pembatalan atas Faktur Pajak tersebut. Demikian, semoga bermanfaat.

E-Faktur Error ETAX-10001 : Error Database. Database Tidak Bisa Dijalankan

Database merupakan salah satu bagian terpenting dalam suatu aplikasi yang menggunakan basis data dalam pemogramannya. Database merupakan bagian yang tak terpisahkan karena berisi kumpulan informasi yang tersusun secara sistematis. Tak terkecuali aplikasi e-faktur yang terdapat suatu database yang berisi kumpulan informasi hasil kerja aplikasi e-faktur. Database e-faktur berisi kumpulan dari data-data yang membentuk suatu berkas (file) yang saling berhubungan (relation) yang diorganisasikan berdasarkan skema atau terstruktur.

Namun, ketika akan menjalankan aplikasi e-faktur secara tiba-tiba muncul notifikasi error.

e-faktur mengalami error ETAX-10001 Database tidak dapat dijalankan
Error ETAX-10001


  • Kemungkinan besar yang terjadi, database (db) aplikasi e-faktur corrupt atau hilang (di dalam folder db corrupt atau hilang). Bisa jadi akibat melakukan copy database saat aplikasi e-faktur berjalan. Cek pada folder "db" aplikasi e-faktur, pastikan hanya ada satu Folder "ETaxInvoice" (Jika ada lebih dari satu hapus salah satu dengan melihat data modified) dan isinya lengkap terdapat log, seg0, tmp, db.lck, README_DO_NOT_TOUCH_FILES, service.properties.
  • Versi Aplikasi e-faktur yang dijalankan tidak sama dengan versi db. Hal tersebut biasanya karena aplikasi belum terupdate. Hubungkan dengan internet dan tunggu aplikasi hingga terupdate. Jika update tidak dapat berjalan, copy folder "db" dan pastekan ke folder aplikasi e-faktur versi terbaru. Setelah mengcopy db ke dalam folder aplikasi e-faktur versi terbaru, aplikasi tetap tidak dapat dijalankan, hal terburuknya adalah db error/corrupt. Yang perlu dilakukan adalah melakukan reset aplikasi e-faktur dan melakukan registrasi ulang aplikasi e-faktur dengan aplikasi e-faktur terbaru. 

Cara memindahkan folder db ke dalam folder aplikasi e-faktur versi terbaru pernah saya lakukan dan berhasil. Semoga bermanfaat.

Software Pendukung Yang Wajib Ada Sebelum Install Aplikasi eSPT

Aplikasi Perpajakan terutama untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan atau sering disingkat eSPT, sekarang sudah berkembang dan banyak diterapkan di beberapa Pajak Penghasilan (PPh). Hal tersebut tentunya sangat membantu para wajib pajak dalam memenuhi hak dan kewajibannya sebagai wajib pajak. Aplikasi eSPT PPh yang sudah direlease dan dapat digunakan antara lain eSPT PPh Pasal 15, eSPT PPh Pasal 21/26, eSPT PPh Pasal 22, eSPT PPh Pasal 23/26, eSPT PPh Pasal 4 Ayat 2, eSPT PPh Tahunan Orang Pribadi, eSPT PPh Tahunan Badan. Semua aplikasi eSPT dapat anda install di PC/Laptop sesuai dengan kemampuan PC/Laptop yang dimiliki sehingga penggunaanya akan sangat bermanfaat.

Sebelum melakukan install aplikasi eSPT PPh pada PC/Laptop tentunya harus memperhatikan dan memeriksa environmental conditions di PC/Laptop. Tujuan pemeriksaan environmental conditions digunakan untuk memastikan aplikasi nantinya dapat digunakan dengan baik/benar pasca melakukan Instalasi. Software tersebut bermacam-macam dan tergantung kondisi PC/Laptop. Berikut saya sampaikan sofware lain yang harus diinstal sebelum melakukan Instalasi eSPT.

Install NET Framework 4.0

NET Framework adalah software yang digunakan pada Sistem Operasi Microsoft Windows. NET Framework tersusun oleh dua komponen utama, yaitu Common Language Runtime dan NET Framework Class Library. NET Framework merupakan lingkungan untuk membangun, mendeploy, serta menjalankan services Web dan aplikasi lainnya. 

Fungsi dari NET Framework secara garis besar adalah untuk melakukan penerjemahan bahasa komputer (assembly). Disamping itu NET Framework berfungsi untuk mengeksekusi sebuah software dalam hal ini adalah aplikasi eSPT agar dapat dijalankan. Jika NET Framework tidak  atau belum terinstal maka aplikasi eSPT tidak dapat terinstal akan selalu muncul peringatan untuk melakukan instalasi NET Framework 4.0. Seperti yang saya lakukan ketika belum install NET Framework dalam Laptop yang saya gunakan. Install eSPT Tahunan PPh OP selalu muncul peringatan install NET Framework 4.0. 

Install eSPT dan NET Framework
NET Framework 4.0
Untuk mendapatkan NET Framework 4.0 silahkan Download Disini.

Install Crystal Report

Crystal Report merupakan software untuk membuat laporan dalam pemograman. Crystal report memiliki kemampuan yang sangat bagus dalam menyajikan laporan serta pengaturannya sehingga PC atau Laptop yang anda miliki perlu diinstal crystal report terlebih dahulu. Download Crystal Report.

Setting Printer Default

Jadikan Microsoft XPS Document Writer sebagai settingan default printer pada PC/Laptop. Hal ini berfungsi untuk pencetakan formulir saat mencetak lembaran SPT. Microsoft XPS Document Writer sangat membantu saat anda melakukan input data di aplikasi eSPT dan melakukan pencetakan karena hanya dapat dicetak langsung melalui aplikasi eSPT. Saat printer biasa tidak dapat melakukan cetak atau hasil cetakan tidak sempurna dengan settingan dapat teratasi.

Demikian, semoga bermanfaat.

Perbedaan Faktur Pajak Pengganti dan Faktur Pajak Batal

Tata cara membuat Faktur Pajak Pengganti dan Pembatalan Faktur Pajak pada aplikasi e-faktur sudah dibahas pada artikel sebelumnya. Baca Cara Membuat Faktur Pajak Pengganti dan Cara Melakukan Pembatalan Faktur Pajak yang sudah upload di aplikasi e-faktur. Sebelum membuat faktur pajak pengganti dan pembatalan faktur, hendaknya telah mengetahui prosedur dan ketentuan jika hal tersebut dilakukan. Oleh karena itu, dalam pembahasan kali ini akan dibahas mengenai Faktur Pajak Pengganti dan Faktur Pajak Batal yang nantinya membuat anda mengerti mengapa harus membuat dan menerbitkan salah satu. Tujuannya adalah jika terjadi kesalahan dalam membuat faktur pajak anda tidak salah langkah.

Dasar Hukum

  • UU Nomor 42 Tahun 2009 (berlaku mulai 1 April 2010) tentang perubahan ketiga atas UU Nomor 8 Tahun 1983 tentang PPN barang dan jasa dan PPnBM. 
  • Peraturan menteri Keuangan Nomor PMK-151/PMK.03/2013 (berlaku mulai 1 Januari 2014) tentang tata cara pembuatan dan tata cara pembetulan atau penggantian Faktur Pajak
  • Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-24/PJ/2012 (berlaku mulai 1 April 2013) tentang bentuk, ukuran, prosedur pemberitahuan dalam rangka pembuatan, tata cara pengisian keterangan,  pembetulan atau penggantian, dan pembatalan Faktur Pajak.

Perbedaan Faktur Pajak Pengganti dan Faktur Pajak Batal
Faktur Pajak Batal


Faktur Pajak Pengganti

Alasan untuk membuat faktur pajak pengganti karena PKP salah dalam melakukan pengisian atau melakukan penulisan sehingga mengakibatkan faktur pajak tidak memuat keterangan secara lengkap, jelas, dan benar. Selain itu juga karena faktur pajak rusak. Mengapa harus pengganti? karena untuk mencoret atau menghapus bagian dari faktur pajak tidak diperbolehkan. Penerbitan faktur pajak pengganti dapat dilakukan sepanjang terhadap SPT Masa PPN dimana faktur pajak yang diganti dilaporkan masih dapat dilakukan pembetulan.
Untuk faktur pajak pengganti tetap menggunakan Nomor Seri Faktur Pajak yang sama dengan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti. Sedangkan tanggal Faktur Pajak Pengganti diisi dengan tanggal pada saat Faktur Pajak Pengganti dibuat.
Adanya faktur pajak pengganti akan berakibat ke pelaporan SPT Masa PPN baik bagi Penjual BKP/JKP maupun Pembeli BKP/JKP. 

  • Bagi penjual BKP/JKP harus membetulkan SPT Masa PPN pada masa terjadinya kesalahan pembuatan faktur pajak dengan mencantumkan keterangan yang sesungguhnya atau sebenarnya.
  • Bagi pembeli BKP/JKP yang telah melakukan pengkreditan atas faktur pajak yang diganti, harus melakukan pembetulan SPT Masa PPN pada Masa Pajak dimana Faktur Pajak yang diganti tersebut dilaporkan dengan syarat sepanjang terhadap SPT Masa PPN dimana Faktur Pajak yang diganti tersebut dilaporkan belum dilakukan pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan yang bersifat terbuka, dan belum menerima Surat Pemberitahuan Hasil Verifikasi.

Faktur Pajak Batal

Apabila terjadi pembatalan atas transaksi penyerahan JKP/BKP yang faktur pajaknya telah diterbitkan maka harus dilakukan pembatalan faktur pajak. Pembatalan Faktur Pajak dapat dilakukan sepanjang terhadap SPT Masa PPN dimana Faktur Pajak yang dibatalkan tersebut dilaporkan masih dapat dilakukan pembetulan. 

Untuk pembatalan harus didukung oleh bukti atau dokumen pendukung pembatalan transaksi. Bisa juga dengan dokumen pendukung identitas PKP yang sesungguhnya karena di faktur pajak yang diterbitkan tidak sesuai identitas yang sebenarnya. Untuk pembatalan faktur pajak, faktur pajak yang dibatalkan harus tetap diadministrasikan oleh PKP penjual BKP/JKP dan juga harus mengirimkan pemberitahuan berserta copyan faktur pajak kepada Kantor Pelayanan Pajak tempat PKP penjual dan pembeli terdaftar atau dikukuhkan. 

Jika PKP penjual dan pembeli JKP/BKP telah melaporkan faktur pajak yang telah dibatalkan dalam SPT Masa PPN, maka keduanya harus melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak yang bersangkutan dengan mencatumkan faktur pajak yang dibatalkan.

Demikian pembahasan mengenai perbedaan faktur pajak pengganti dan faktur pajak batal. Semoga bermanfaat.